Aug 24, 2014

Yahudi, Israel dan Bani Israil Bagian 2

Pada artikel yang pertama kita telah membahas tentang siapa yang disebut dengan Yahudi atau Bani Israil atau Bangsa Israel. Bani Israil artinya anak-anak Israil yakni nama lain dari Nabi Yakub as. Nabi Yakub as mempunyai anak 12. Kedua belas anak inilah cikal bakal daripada Bani Israil, Yahudi atau Israel yang kita kenal saat ini.

Pada jaman Firaun dahulu kala, Bani Israil mengalami penyiksaan, penderitaan dan perbudakan. Anak laki-laki mereka dibunuh dan anak perempuannya dibiarkan hidup. Keadaan ini sungguh menyiksa mereka dengan kekejaman Firaun yang diluar batas kemanusiaan.

Oleh karena itulah Bani Israil sangat berharap adanya penolong/ mesias yang akan menyelamatkan mereka. Jeritan hati dalam doa mereka didengar Allah swt, kemudian mengutus Musa as dan Harus as yang merupakan keturunan dari salah satu anak Yakub as yakni Sibith Lewi (Suku Lewi) untuk menyelamatkan Bani Israil dan mengeluarkannya dari tanah Mesir.

Berbagai keajaiban mukjizat mengiringi perjalanan Nabi Musa as dan kaumnya keluar dari Mesir. Ular, Tongkat, Manna, Salwa dan lain sebagainya adalah bagian dari mukjizat tersebut.

Nabi Musa as mengeluarkan Bani Israil dari tanah Mesir dengan selamat dan sentausa. Inilah janji Allah kepada hamba-hambanya yang tidak lelah dalam berdoa. Tetapi Allah swt juga menghendaki Bani Israil untuk tunduk kepada hukum-hukum_Nya yang kemudian termaktub dalam lembaran-lembaran batu Torah atau kitab Taurat. Hukum-hukum Taurat harus ditepati dan diterapkan oleh Bani Israil sebagaimana Allah swt juga menepati janji_Nya

Allah swt berfirman dalam Surah Al Baqarah sbb;

Hai Bani Israil, ingatlah akan ni'mat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk). (QS Al Baqarah ayat 40)

Kemudian dilanjutkan kepada Firman Allah dalam ayat berikutnya sbb,

Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al-Qur'an) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa. Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui. (QS Al Baqarah ayat 41-42)

Itulah beberapa janji yang harus ditepati oleh Bani Israel atau Yahudi atau Israel. Yakni beriman kepada kitab Taurat dan kitab lainnya yang akan diturunkan, dimana membenarkan kitab Taurat dahulu.

Kemudian tidak diperbolehkan mengganti/ merubah-rubah hukum Taurat sesuka hatinya dengan mengatakan "ini dari Allah" padahal bukan. Artinya jangan merubah kesucian kitab Taurat dengan menambahkan hukum-hukum yang tidak ada dalilnya disana sini, sehingga mencemarkan kesucian kitab itu sendiri.

Yang juga tak kalah penting jangan menyembunyikan kebenaran dari Allah swt dalam kitab Taurat tersebut. Yaitu mengurangi ayat-ayat yang tidak disukainya kemudian menambah-nambahkan ayat lain sebagai pengganti ayat yang disembunyikan. Salah satunya adalah tentang Kehendak Allah swt yang akan menurunkan Nabi-Nabi lain selepas Musa as secara estafet, dan diakhiri dengan kenabian Muhammad saw, yang notabene bukan berasal dari Bani Israel atau Suku Yahudi.

Fakta sejarah mengatakan bahwa, ternyata hukum taurat didustakan. Nabi-Nabi penerus Musa as banyak yang diolok-olok, didustakan bahkan dibunuh dikarenakan tidak sesuai dengan keinginan mereka. Maunya Yahudi/ Israel, seorang Nabi haruslah orang berkuasa, kuat, terpandang dan mempunyai kekuatan serta mukjizat seperti Raja David, dan Solomon (Nabi Daud dan Sulaiman as).

Nabi Zakaria dan Nabi Yahya adalah dua orang Nabi dari suku Yehuda yang dibunuh dengan kejam. Termasuk Yesus atau Nabi Isa as yang menurut mereka berhasil dibunuh. Dan mereka bangga karenanya, yakni membunuh manusia suci, Nabi dan Utusan Tuhan Semesta Alam.

Dari suku lain yakni suku/ Sibith Bunyamin ada Nabi Yunus (Jones) yang juga didustakan sehingga menyebabkan Nabi Yunus as tidak kuat menerima pengingkaran dan pembangkangan ummatnya. Oleh karena itulah Nabi Yunus ditegur oleh Allah swt dalam perut ikan selama 3 hari 3 malam.

Nabi dari golongan mereka sendiri banyak yang didustakan dan dibunuh, dan mereka bangga karenanya, apalagi khabar Taurat dimana Tuhan Semesta Alam akan menurunkan Nabi yang lain dari bangsa yang lain pula. Yakni seorang Nabi yang akan diturunkan dari anaknya Abraham (Ibrahim as) lainnya yaitu Ismail as (Bani Ismail). Namanya sangat mereka kenal, karena ada dalam kitab Taurat yang disembunyikan. Bahkan Nabi trah Ismail as tersebut secara detail diketahuinya seperti halnya mengenal anak kandung sendiri. Adapun namanya adalah Ahmad (Muhammad saw).

Maka kemudian fakta sejarah membuktikan bahwa Nabi Muhammad saw didustakan sampai saat ini, demikian juga dengan Al Qur'an. Walaupun mereka mengetahui kebenaran ini namun mereka menyembunyikannya dan melawannya dengan sebuah makar/ tipu daya yang sangat rapi dan terorganisir.

Inilah kharakter/ sifat Yahudi/ Israel/ Bani Israel. Sifat-sifat Bani Israel digambarkan di dalam Al-Qur'an sebagian besar sebagai manusia yang keras kepala, membangkang, pesimis, tamak terhadap dunia, pengecut, suka menghina, mengolok-olok Nabi.

Tipu daya/ makar yang sangat luar biasa cerdas ini diantaranya
  • Membunuh Yesus (Nabi Isa as)
  • Merubah ajaran Isa as dengan ajaran Paulus
  • Mendirikan agama baru
  • Mendiskreditkan Islam dan Muslim
  • Menyerang dan membantai negara mayoritas muslim
  • Menggiring opini teroris adalah Islam
  • Mencaplok Palestina yang dianggapnya sebagai tanah warisan leluhur
  • Dan lain sebagainya

Tipu daya diatas akan saya bahas pada artikel sambungannya. Supaya anda tahu mengapa Yahudi merubah ajaran Isa as, mengapa mencaplok Palestina, mengapa benci Islam dll. Ada alasan historis dibalik hal ini.

Untuk sambungan artikel diatas, silahkan klik disini


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment