Aug 27, 2014

Ternyata Testimonial Adhin Busro Palsu dan Menipu??

Ada sebuah pertanyaan menarik tentang testimonial dalam blog saya dan beberapa web saya yang lain. Intinya beliau meragukan keaslian testimonial yang sudah saya posting atau upload. Ada mungkin ribuan testimonial dari yang biasa sampai yang luar biasa. Dari sekedar mengatakan bagus sampai yang mengatakan dahsyat. Macam-macam.. Berikut pertanyaan dari sahabat...

Assalamualaikum,

Rasa heran muncul dalam pikiran saya. Kenapa no hp orang orang yg sukses lalu memberikan testimoninya agar di baca oleh masyarakat ramai.


Kalau dlm artikel yg bapak pengasuh susun tdk ada 1 tetes noda yg mengandung unsur yang tdk jujur, pastilah Allah membalasnya 700x lipat. Mungkin dg cara mengarahkan hati dan pikiran lebih banyak masyarakat agar membeli produk anda dari sebelumnya.


Pada hal kalau bapak Adhin Busro menulis lengkap no hp para testimoni sehingga masyarakat akan leluasa menanyakan nya langsung kepada mereka pemberi testimoni ttg keberhasilan mereka menjalankan tiori anda, pastilah masyarakat akan berbondong bondong membeli produk anda karena pada dasarnya semua orang ingin sukses dan terbebas dari penderitaan.


Saran saya agar hal ini di  jadikan bahan pertimbangan oleh pak Adhin Busro.

Yang perlu di ingat adalah bhw Allah lah tempat kita meminta melalui tulisan tulisan anda.


Saya sdh beberapa kali membeli buku buku seperti yg anda jual,tapi isi nya hanya bualan belaka pada hal pada iklan nya banyak sekali di tampilkan testimoni testimioni yg ternyata hanya palsu.


Semoga testimoni yg anda tampilkan asli sehingga masyarakat bisa membuktikan nya.

Salam,


Ruslan


Email beliau ada dalam screen shot berikut ini



Waalaikum salam

Pak Ruslan terimakasih masukannya

Adapun testimoni adalah apa adanya, dan memang terkadang saya edit sedikit dengan tidak mengurangi substansi. Mungkin hanya 10% testimonial yang ada contact nya (saya lupa) dan hal ini dikarenakan kecerobohan saya.

Karena saya hendak menyimpan nama baik ybs, tidak lebih. Semua demi kebaikan. Dan sepertinya saya tetap dengan prinsip ini. Bisa saja saya mencantumkan no HP atau email secara keseluruhan dari testimonialnya (dan ada beberapa yang memang sudah begitu), dengan harapan laris manis. Tetapi bagi saya laris manis adalah nomor dua. Yang paling utama anda mendapatkan pencerahan dengan membaca blog ini.

Sekali lagi masalah penjualan adalan nomor dua, tidak masalah bagi saya. Karena kami menginginkan tangan anda digerakkan ketika ada power/ emosi yang bersih keluar dari dalam dada, bukan emosi yang berbau ambisi dan nafsu untuk kaya raya misalnya.

Namun, kalau menginginkan membaca tulisan tangan mereka sendiri ada di email. Mungkin bisa dicek pada link dibawah ini.

http://rahasiakuncisukses.com/testimonialimage.php

Bagi kami, jika pembaca percaya Alhamdulillah, kalaupun tidak juga Alhamdulillah.

Anda bisa membaca-baca blog saya dan sekaligus membaca jalan pikiran saya. Kunjungi http://www.adhinbusro.com, disana ada ribuan artikel yang saya tulis seiring dan sejalan dengan sejarah dan keajaiban hidup kami .Jika anda setuju maka ikutilah jika tidak setuju jangan diikuti.

Tetapi saya ingin sedikit sharing, khususnya buat pembaca blog bahwa keinginan sukses dan kaya berasal dari jiwa atau bahasa arabnya nafs atau bahasa sehari-hari nafsu. Karena kecenderungan jiwa memang menginginkan kenyamanan dan kenikmatan. Tetapi kalau dituruti semuanya dinamakan mengikuti (menyembah hawa nafsu). 

Oleh karena itu kunci kesuksesan dan kekayaan apa? Kuncinya bukan mengikutinya namun mengendalikannya. Ini nampak lucu dan berbeda dengan pendapat para ahli, misalnya pakar Law of Attraction, dimana ketika kita membayangkan kelimpahan maka kelimpahan itu akan tertarik dan datang. Tetapi menurut saya tidak demikian, itu sama saja mengikuti hawa nafsu atau bahasa kasarnya menyembah syetan. 

Ingat ini (khususnya buat pembaca blog), tempalah nafsu (jiwa) kita semua kemudian perjalankanlah ia menuju kesempurnaan nafsu. Dalam hal ini akal menjadi penasehat nafsu supaya tidak liar. Kalau kita sudah pintar mengendalikan nafsu maka yang namanya kekayaan, kelimpahan, kesehatan, relasi, jodoh dan lain sebagainya hanya efek samping yang otomatis hadir. Segala materi tadi bukan tujuan, tetapi hanya efek samping yang didapatkan dari niat/ kehendak dalam jiwa yang sudah tertempa.

Itulah sekilas saja jalan pemikiran saya...

Intinya saya mengucapkan terimakasih kepada Pak Ruslan atas saran dan masukannya. Mungkin suatu saat nanti akan saya buka lebar-lebar tentang testimonial. Namun untuk saat ini tidak bisa. Bahkan saya pernah di komplain oleh pembaca blog untuk tidak memasukkan namanya dalam testimonial. Mengapa? Karena masa lalunya yang kelam tidak mau diketahui banyak orang, meskipun saat ini beliau sudah merasakan perubahan yang menakjubkan, terkait dengan rezeki. Bahkan beliau saat ini sudah menerbitkan beberapa buku dipenerbit terbesar.

Kalau Pak Ruslan dan pembaca lainnya mendapatkan sebuah produk yang isinya "bualan", maka jangan salahkan penjual. Salahkan diri kita yang tidak memilih dengan benar (alias memilih didasarkan ajakan hawa nafsu). Yakni berharap keajaiban instan tanpa terlebih dahulu setting jiwa yang baik. 

Karena saya juga begitu (dulu). Saya sudah lupa berapa juta produk-produk yang sudah saya beli. Tetapi slow, atau Woles saja ketika keinginan tidak sesuai dengan harapan. Mana ada semua keinginan sesuai dengan kenyataan.

Biarlah akibat dari perbuatan mereka, mereka sendiri yang tanggung pada akhirnya. Adapun web saya yakni rahasia kunci sukses (pembahasannya spiritual) dan magis7 (pembahasan kejiwaan) sudah eksis dan masih terus saya sempurnakan seiring dengan perkembangan jiwa kami sendiri. Tentu saja masih banyak kekurangan disana sini, oleh karena itu pada kesempatan yang baik ini saya memohon maaf jika harapan member tidak sesuai dengan keinginan/ kenyataan.

Itulah mengapa akan ada email terjadwal, dimana semakin lama semakin baik dan sempurna. Sekali lagi seiring dan sejalan dengan pengalaman spiritual dan kejiwaan kami sendiri. Demikian semoga bisa diterima dengan baik.

Wassalam wrwb
Adhin Busro


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment