Aug 15, 2014

Rahasia Kekuatan Jiwa 2

Sebelumnya saya sudah menulis sebuah artikel Rahasia Kekuatan Jiwa Bagian satu. Silahkan baca disini. Artikel ini adalan penjelasan dari kisah fiksi yang sudah saya tulis sebelumnya. Siapa Zul? Zul adalah manusia pada umumnya. Sedangkan para berandalan adalah ujian hidup yang pasti ada dalam kehidupan.

http://magis7.com/?id=bisnis

Manusia hidup, mau tidak mau, suka tidak suka, ingin tidak ingin pasti menerima pukulan kehidupan. Siapapun tak terkecuali baik kaya maupun miskin pasti menerimanya. Khabar buruknya adalah pukulan kehidupan itu datang bertubi-tubi seakan tiada henti, dan memang tiada henti sampai mati.

Pada awal hidupnya, manusia yang menerima pukulan brutal kehidupan dijamin akan terkapar dan jatuh. Mereka akan mengalami yang namanya kepahitan hidup. Perihnya tubuh akibat luka yang disebabkan oleh pukulan berandal kehidupan. Oleh karena itulah kemudian berlaku, FITRAH manusia yang menginginkan adanya pelindung/ pemelihara/ beking yang bisa memberikan rasa aman dari pukulan kehidupan itu sendiri.

Anda juga pasti demikian, tidak mungkin tidak. Kesedihan, kegagalan, dan segala kepahitan hidup membutuhkan tempat untuk dibagi dan diceritakan, dengan harapan akan ada yang mau menolongnya. Atau paling tidak ada tempat berbagi dan bercerita. Kalau anda mengatakan, tidak, berarti anda berbohong. Saya yakin akan hal ini.

Adanya teror dalam bentuk ancaman kemudian kenyataan pahit berupa ujian kehidupan membuat manusia semakin lama semakin ketakutan. Hal inilah yang kemudian menggiring manusia untuk mencari dan selalu mencari cara menghadapinya. Apakah bisa menghadapi? Sayangnya tidak. Oleh karenanya manusia kemudian merasa sangat lemah sehingga membutuhkan pelindung yang mampu melindunginya dari ancaman itu tadi.

Dalam proses pencarian perlindungan manusia mendapatkan banyak beking yang terlihat sangat kuat. Sebut saja, roh, arwah, patung, matahari, rajah, benda keramat, pohon dan lain sebagainya dimana terlihat memiliki kekuatan lebih dan menjamin adanya perlindungan instan. Pada akhirnya manusia akan menemukan Tuhan sebagai satu-satunya pelindung yang paling kuat, diatas segala-galanya, sementara kekuatan lain tunduk kepada_Nya. Ada juga oknum anti Tuhan, yakni Syetan yang mengelabui/ merayu dan mengajak manusia untuk tidak percaya terhadap janji-janji Tuhan Semesta Alam.

Tuhan Pencipta Semesta Alam mempunyai cara_Nya sendiri didalam menjadi beking/ pelindung manusia dan mahluk. Sementara manusia mempunyai keinginan supaya dilindungi menuruti kehendaknya. Oleh karenanya seringkali PROSES dari kehendak Tuhan adalah sebuah hal yang paling tidak disukai oleh manusia dikarenakan bertabrakan dengan keinginan. Oleh karena itulah oknum anti Tuhan atau Syetan akan membisiki sesuatu yang membuai. Bahwa ada selain Tuhan YME yang akan memberikan jaminan solusi instan.

Tuhan YME memberikan pengajaran, sedangkan jaminannya adalah lulus jikalau mengikuti pengajaran tersebut. Misalnya untuk bisa sampai kepada tujuan (kekayaan, kesehatan, relasi dsb) maka harus melewati gunung dan lembah terlebih dahulu sebagai sebuah jalan yang harus dilalui. Ini adalah pengajaran bukan diberikan begitu saja. Sementara itu Syetan membuai dengan janji-janji gombal bahwa kekayaan, kesehatan dan tujuan lainnya bisa dengan mudah diraih dengan cara yang lebih cepat.

Secara fitrah manusia mengetahui bahwa janji Tuhan adalah pasti/ mutlak atau benar. Sementara janji Syetan hanya tipuan. Memang kadangkala Syetan memberikan apa yang dikehendaki manusia, tetapi kepastian akhirnya adalah kebinasaan dan kehancuran. Disinilah peran nafsu menjadi penting. Nafsu yang menghendaki kenyamanan dan kenikmatan saat itu juga pasti akan mengikuti ajakan syetan, walaupun hatinya menyadari bahwa kehancuran tinggal menunggu waktu. Nafsu yang bisa dikendalikan, yakni dengan menahan kenikmatan itu sementara waktu, dan mengikuti dengan tekun pengajaran Tuhan, maka benih kebahagiaan akan mulai tumbuh. Hal ini karena keyakinan akan kemuliaan hidup abadi tinggal selangkah lagi.

Kesimpulannya adalah Syetan tidak memberikan janji apapun kecuali tipuan belaka. Syetan tidak membangun pengajaran apapun kecuali menghancurkan bangunan yang sudah ada.

Sementara jaminan pengajaran Tuhan Semesta Alam adalah kemuliaan hidup. Pengajaran yang diberikan kepada jiwa-jiwa manusia. Pengajaran bagaimana mengenali jiwa, menumbuhkan dan menyempurnakannya. Sehingga ia tumbuh dan tumbuh. Memanjang dan terus memanjang menuju sesosok benda immateri yang dahsyat.

Hasil akhirnya adalah jiwa yang tangguh, unggul dan hebat, dimana sanggup menahan beban seberat apapun. Jangankan pukulan, ujian yang menurut orang lain sangat beratpun akan sanggup dipikulnya. Inilah jiwa yang suci, jiwa yang tenang dimana secara totalitas dihadapkan wajahnya kepada Tuhan Seluruh Alam. Dan karena inilah jiwa menjadi kuat dan hebat. Inilah rahasia...

Bagaimana mekanisme pengajaran jiwa? Jiwa itu berada dimana? Bagaimana merasakannya?

Silahkan baca sambungan artikelnya disini

Ads
Belajar manajemen jiwa yang dahsyat dalam panduan magis7. Klik disini untuk penjelasan detail.


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment