Aug 14, 2014

Rahasia Kekuatan Jiwa 1

Pada suatu hari Zul jalan-jalan keluar rumah menikmati udara pagi selepas bangun tidur. Tanpa disadari serta tanpa diinginkan, tiba-tiba ada sekelompok berandalan yang menghadang jalannya. Tanpa babibu sekelompok berandalan tersebut memukuli Zul tanpa ampun. Setelah puas memukuli Zul sekelompok berandalan tersebut pergi begitu saja meninggalkan Zul yang terluka disekujur tubuhnya.

Sakit nian seluruh tubuh Zul menerima pukulan demi pukulan. Ia mengaduh, mengeluh dan tentu saja marah tiada terkira. Ia pulang kerumah dengan sempoyongan.

Pada suatu saat yang lain Zul keluar rumah pagi-pagi selepas bangun tidur. Lagi-lagi ia bertemu dengan sekelompok berandalan yang jumlahnya jauh lebih banyak. Tanpa banyak tanya lagi, Zul dihajar habis-habisan oleh sekelompk berandalan tadi, sehingga pada suatu ketika berandalan itu berkata dengan kasar.

"Rasain lo, gua bantai lo, sakit khan?" Kata berandalan

Dengan tersenyum Zul menjawab, "Makasih ya? Tidak sakit kok, lanjutin aja"

Bukan main terkejutnya mereka sekaligus heran dan marah. Lalu mereka lagi-lagi mengeroyok Zul, memukulinya, menendang dan tindakan brutal lainnya. Aneh tapi nyata, tidak ada luka sama sekali pada tubuh Zul. Ia seperti kebal, tahan banting.

Zul tidak mempedulikan pukulan demi pukulan yang mengenai seluruh tubuhnya. Dengan santai ia terus saja berjalan menikmati udara pagi. Persis dibelakangnya para berandalan terus saja mencoba memukulnya lebih brutal lagi, namun sekali lagi Zul seperti kebal.

Setelah berjalan-jalan beberapa kilometer menikmati udara pagi, pukulan demi pukulan itu terasa melemah dikarenakan kelelahan yang bertambah-tambah. Pada akhirnya para berandalan itu berhenti memukuli Zul. Bukan karena kasihan, tetapi dikarenakan sudah habis tenaganya.

Zul berkata, "Lho kok berhenti? Bagaimana dan kenapa?"

"Kami kelelahan, tenaga kami sudah habis" Jawab para berandalan

"Ooo begitu ya.. Oke kalau begitu sekarang giliran saya ya?" Kata Zul

Maka dengan satu tangan saja, Zul mendorong satu demi satu para berandalan yang sudah kehabisan tenaga sehingga mereka roboh satu persatu.

Kemudian Zul pulang ke rumahnya sambil tersenyum..

Anyway, ada apa dengan Zul? Apakah ia menguasai ilmu kebal? Ternyata tidak demikian. Kisah diatas adalah analogi/ perumpamaan bagi kekuatan jiwa yang begitu digdaya.


Apakah kekuatan jiwa itu? Seberapa kuatkah? Lalu bagaimana membangkitkannya?

Anda harus membaca penjelasannya disini



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment