Aug 7, 2014

Orang Kaya VS Nampak Kaya

Kekayaan cenderung sudah terlanjur diindentikkan dengan pencapaian materi dan harta benda lainnya. Kita terlanjur mempersepsikan sesuatu yang bersifat fisik/ materi sebagai penilaian, padahal penilaian yang mendasarkan kepada sesuatu yang nampak/ materi bersifat fana/ sementara/ ilusi/ relatif. Hal ini pun terkait dengan judul artikel Orang Kaya VS Orang Nampak Kaya, dimana kita menilai dari sudut pandang materi.



Yang namanya orang kaya harus mempunyai banyak uang. Pertanyaannya berapa banyak uang yang dimiliki agar dikategorikan orang kaya? Jawaban dari hal inipun relatif karena definisi kekayaan berbeda dari satu daerah ke daerah lain, dari satu negara ke negara lain.

Orang yang nampak kaya memang diwajibkan memiliki jumlah uang dan harta benda lainnya yang melimpah pada saat itu. Paling tidak jauh lebih banyak dari tetangga sekitarnya sehingga disebut/ dipersepsikan dengan orang kaya. Namun kita tidak akan mengetahui masa depan. Berapa banyak orang kaya yang kehabisan uangnya untuk suatu hal yang tiba-tiba terjadi. Misalnya bisnis bangkrut atau assetnya tiba-tiba terbakar habis. Mungkin juga sakit yang membutuhkan banyak biaya pengobatan. Sehingga hanya dalam hitungan yang teramat singkat kekayaannya akan ludes, lalu jadilah ia miskin.

Hal ini menurut saya berlaku untuk mereka yang mendapatkan kekayaannya dengan cara-cara haram dimana akan berakhir dengan kehancuran. Atau mereka yang mendapatkan harta benda dengan ambisi yang menggebu-gebu dimana materi adalah tujuan utama dalam hidup. Maka tak heran banyak diantara mereka yang menghabiskan waktu untuk kerja dan selalu kerja mencari uang. Berdasarkan aturan/ hukum semesta/ sunnatullah, maka akibat dari ambisi diatas akan berakhir dengan kebinasaan.

Namun kita sering tertipu dalam hal ini, yakni menginginkan kekayaan itu, dimana kadang-kadang hasil akhir tidak akan digubris. Yang penting kaya dulu, masalah sumber kekayaan dan hasil akhir jika kita memakai cara itu sudah bukan urusan. Yang penting nyohor dulu, tenar dulu dsb, masalah taubat belakangan. Inilah penyakit yang mana sudah berhasil dengan sukses dicampakkan oleh syetan yakni berupa kecintaan berlebihan terhadap keduniaan.

Sejatinya yang dimaksud kaya adalah kaya hati. Karena dengannya ia akan mudah sekali untuk meraih kekayaan secara materi. Kalau sudah kayapun mereka tidak akan memperturutkan segala keinginan yang tidak akan pernah habis, namun membagi kekayaannya dengan orang lain. Sebagaimana mentari yang selalu menyinari bumi, maka orang yang kaya hati akan selalu membagi sinarnya kepada orang lain.

Orang kaya adalah mereka yang sukses melakukan manajemen hati untuk kemudian mengendalikan kekayaan yang akan diraihnya nanti.

Jikalau penilaian adalah saat-saat nyawa sampai ke kerongkongan maka saya percaya bahwa orang yang kaya hati akan berakhir dengan kebahagiaan dan kedamaian. Sebelum meninggal ia telah sukses meninggalkan warisan kepada banyak orang, bisa berupa materi yang melimpah ataupun ilmu yang bermanfaat. Sedangkan orang yang nampak kaya yaitu mereka yang menginginkan adanya harta benda melimpah dalam hidupnya dengan tidak perduli terhadap cara memperolehnya maka harta benda tersebut akan ludes sebelum ia meninggal. Akhir hidupnya adalah penderitaan berkepanjangan dengan tidak meninggalkan apapun kecuali kekikiran dan keburukan.

Kalau begitu pilih mana? Kaya hati atau kaya harta?

Ads
Magis7, Pembelajaran untuk pertumbuhan jiwa menuju kekayaan hati.. Mau belajar? Klik disini



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment