Aug 18, 2014

Mengenal Tuhan dengan Tafakur Alam Semesta

Secara fitrah/ default manusia menyadari bahwa dirinya tidak diciptakan oleh manusia yakni bapak dan ibunya. Orang tuanya hanya menebar benih sebagaimana menebar benih tanaman, kemudian tanaman itu tumbuh dengan perawatan. Pada hakikatnya yang menciptakan benih, menumbuhkan, mengatur pembelahan sel, menjadikan daun, bunga, batang dan buah adalah Rabb/ Tuhan. DIA kekuatan dibalik semua kreasi yang ada dalam alam semesta. Inilah default

Allah berkata/ berfirman sbb

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa, (QS Al Baqarah ayat 21)

Ini adalah perintah kepada manusia, bukan muslim semata-mata, untuk bertafakur/ memikirkan tentang hal ini. Bahwasanya yang mendesign manusia adalah Rabb. Yang mendesign orang-orang sebelum kita adalah Rabb juga. Orang-orang sebelum bapak ibu kita, sebelum Jokowi, Sebelum Obama, Sebelum Einstein, Sebelum Muhammad saw, sebelum Isa as (Yesus), sebelum Ibrahim as, sampai kepada nabi Adam as. Bahkan mahluk sebelum Nabi Adam as juga diciptakan oleh Rabb.

Kenyataan sederhana ini menjadi penting, tujuannya supaya kita tidak menyembah manusia, siapapun dia. Karena faktanya semua manusia adalah hasil dari sebuah design/ ciptaan, dimana mereka tidak mungkin mendesign dirinya sendiri.

Isa as juga demikian, oleh karenanya jangan disembah. Ia pernah tidak ada, pernah dalam bentuk sel yang membelah, menjadi janin, bayi dan lahir sebagai anak. Ia tumbuh besar dan mendewasa sampai akhirnya diangkat Allah swt ke langit. Isa as/ Yesus adalah manusia yang didesign demikian, bukan mendesign dirinya sendiri. Termasuk Adam as ia didesign/ dibentuk menurut kehendak_Nya.

Rabb/ Tuhan tidak hanya mendesign manusia tetapi juga mendesign tempat/ media bagi keberlangungan hidupnya. Oleh karena itu kemudian didesignlah sebuah teknologi lain yang lebih canggih yakni langit dan bumi. Allah swt berfirman

Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (QS Al Baqarah ayat 22)

Dalam aktifitas perenungan seharusnya manusia (bukan hanya muslim) menyadari bahwa design yang demikian ini ditujukan untuk keberlangungan hidup manusia. Ada bumi sebagai tempat menetap, ada langit yang menjadi sarana turun hujan. Sekali lagi ini adalah design yang disengaja bukan fenomena yang terjadi kebetulan.


Oleh karenanya sudah seharusnya manusia hanya mengabdi, meminta dan berharap kepada Rabb/ Tuhan Pencipta itu semua. Karena DIA lah yang menciptakan/ mendesign demikian dan pasti juga mendesign hukum-hukum lain berkaitan dengan kehidupan manusia.

Jangan menjadikan/ mencari Ilah lain selain Allah dikarenakan Ilah selain Allah tidak ada kekuatan sedikitpun dan tidak mempunyai saham/ sumbangan dalam design langit dan bumi. Jangan menjadikan manusia lain, patung, berhala, roh, arwah, dan benda-benda lainnya sebagai tuhan. Artinya meyakini bahwa benda tersebut mempunyai kekuatan yang akan menolongnya. Padahal semua berhala tersebut tidak mempunyai kekuatan sama sekali, walaupun hanya mendesign seekor lalat. Saking lemahnya jika lalat hinggap pada benda/ patung tersebut ia tidak bisa mengusirnya. Sungguh teramat sangat lemah.

Walaupun lemah nyatanya banyak manusia yang tergelincir dan mengimaninya. Anda bisa menyaksikan sendiri dilingkungan anda. Saya juga mempunyai tetangga yang suka membakar dupa dan berkomat-kamit didepan sebuah patung yang dibuat dengan tangannya sendiri. Ia mengatakan ini hanya media. Apapun alasannya hal ini tidak dibenarkan sama sekali.

Allah swt berfirman

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan : "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?." Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik, (QS Al Baqarah ayat 26)

Oleh karenanya, saya mengajak pembaca untuk sering bertafakur dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri Design Agung yang ada disekitar anda dan yang ada dialam semesta seluruhnya. Insya Allah tujuan fitrah/ default dari penciptaan manusia bisa kita mengerti dan pahami. Bahwa ada tangan/ Kuasa Rabb/ Tuhan dibalik segala venomena. Ada kecerdasan Yang Agung dibalik design yang sempurna. Itulah Dzat Tuhan atau Allah Subhanau Wata'ala.


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment