Aug 26, 2014

Mengenal Sifat Otak dan Hati, Sifat Suami dan Istri

Otak bertugas mengontrol segenap aktifitas dan metabolisme tubuh. Ia begitu superior mengendalikan semuanya. Namun ada satu yang seringkali sulit ditundukkan, ia adalah hati. Dan memang selamanya hati tidak dapat ditundukkan. Karena ia semaunya sendiri, seenaknya sendiri. Sak karepe dewe.... Yang penting happy. Padahal kebahagiaan yang menjadi sifatnya seringkali menyebabkan patah hati.

Oleh karena itu kadang otak malah mensukurinya. Salah sendiri kenapa tidak mengikuti perintahnya? Tetapi tanpa adanya hati, otak pasti kesepian. Kehebatannya, kecerdasan dan keilmuannya menjadi tidak bermakna manakala tidak ada yang memujinya, menikmatinya dan mengaguminya.
  Opposing Organs comics  music heart brain  cartoon

Pas sekali analogi otak dan hati jika ditujukan kepada pasangan suami istri. Seharusnya saling melengkapi. Seorang suami pasti akan berpikir dan bekerja keras sebagai seorang pengendali/ pemimpin rumah tangga agar kehidupan keluarganya bisa berjalan dengan bahagia. Namun sang istri sebenarnya dalam banyak hal tidak sepakat dengan ide dan pemikiran suami. Karena ia hanya menuruti perasaan saja.

Oleh karena itu keduanya seharusnya saling melengkapi, jangan malah sering berantem. Tanpa suami, maka istri dan anak-anaknya tidak ada yang memberi nafkah. Tanpa istri maka suami dan anak-anaknya tidak ada yang memberikan perhatian dan kasih sayang.

Memang kadangkala suami maunya menang sendiri. Ya ini biasa saja, karena fitrah seorang pemimpin memang seperti itu. Malah kalau suami tidak ingin menjadi pemenang bisa berbahaya.

Kadangkala istri suka membantah suami sehingga terbuktilah bahwa keputusan istri salah. Akhirnya ia menyesal, walaupun dikali yang lain diulangi lagi. Memang menjengkelkan, tetapi inilah sifat istri memang begitu. Karena ia menggunakan perasaan, bukan logika.

 

Istri saya pernah mengatakan begini, "Dia sombong ya Pah? Belum pernah kena getahnya sih, coba kalau kena akibatnya, biar tahu rasa, syukurin kalau perlu"

"Nggak boleh gitu Mah... Doakan yang baik-baik saja" Jawab saya

Lalu pada saat yang lain orang tersebut benar-benar kena getahnya, katakanlah sampai berdarah-darah dan begitu memilukan. Maka saat itu istri saya menjadi luluh. "Pah kasihan dia, ayo Pah tolongin dia, kasihan anak-anaknya juga, cepetan Pah....! Lambat amat mikirnya".

Saya: ???###@@@***&&&


Anyway, Istri adalah energi yang memberikan daya. Sementara suami adalah eksekutornya. Walaupun kadangkala ada pertentangan maka ingatlah bahwa kalian berdua seperti satu tubuh dalam dua alam yang berbeda. Yang satu tidak bisa menggantikan yang lain, ini adalah fitrah.

Demikian pula hati adalah daya/ energi, sementara otak adalah eksekutor. Keduanya harus seimbang jangan sampai pincang. Jika anda berhasil memanajemen keduanya dengan seimbang maka saya yakin dan percaya bahwa anda akan menjadi hebat.

Bagaimana menerapkan manajemen pikiran dan perasaan? Saya akan membahas dengan tuntas dalam panduan magis7. Kalau berkenan silahkan dilihat-lihat dulu disini.


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment