Aug 28, 2014

Mengapa Sudah Ibadah Belum Ada Solusi?

Aslkm...Mas mohon maaf sebelumnya,........... Malah saat sekarang ini saya mempunyai hutang usaha hampir Rp. 800 juta, dan saya seakan akan gelap pandangan saya, buntu semua apa yang saya pikirkan.

Pada saat jatuh tempo pembayaran hutang saya memang tidak ada uang untuk membayar, saya stress Mas, di tambah kebutuhan sekolah anak saya. hadeuuhhh....ga bisa saya ceritakan lagi mas kesulitan hidup saya ini yang di lilit masalah hutang.

Memang sebagian uang itu ada saya pinjam dengan orang lain niatan untuk usaha bersama, ga taunya kawan yg ngajak usaha saya ini menghilang entah kemana, terpaksa saya harus mengantinya, karena rasa komitment saya ini.

Lalu ada juga saya serahkan uang untuk mendapatkan proyek, dan dana itu saya pinjam ke orang lain dengan perjanjian saya memberikan fee setiap bulannya, perkiraan saya sih ga sampai 4 bulan dana tersebut sudah dapat saya kembalikan...ehhh ternyata proyeknya tidak dapat dan PNS yg menjanjikan kasih proyek ke saya sekarang dia non job....dan saya terpaksa memberikan fee setiap bulan sebesar 8 juta, selama hutang pokok belum bisa saya kembalikan saya terus harus membayar feenya Mas.......

Saya memang tidak pernah minta selain sama Allah swt, tapi koq menggapa ya mas belum di tunjukan juga jalan usaha yang baik.

saya hanya ingin di cukupkan kebutuhan hidup keluarga saya dan saya hanya ingin rezeky yang barokah, agar saya bisa terus membiayai kedua orang tua saya, saya berharap terbebas dari jeratan dan lilitan hutang dan mendapatkan pekerjaan yang halal dan barokah menurut Alloh mas.

Mohon saran dari Mas....Wslm wr wb (Dari Reiky = bukan sebenarnya)

Jawab

Waalaikum salam

Berat sekali masalahnya Mas. Saya salut anda masih bisa bertahan sampai saat ini. Saya mendoakan dan mengajak pembaca mendoakan juga semoga masalah anda segera tersolusikan. Amin...

Ini masalahnya pada kejiwaan mas. Yakni jiwa anda merasa sudah ini dan sudah itu namun belum juga nampak ada solusi.

Hati anda belum ikhlas, terlepas apapun alasannya. Kalau sudah ikhlas maka tidak akan anda pertanyaan kapan, mengapa dsb. Ini memang sulit, tetapi begitulah adanya. Ketika hati belum ikhlas maka ibadah menjadi serasa sia-sia, solusi tak kunjung datang.

Lalu bagaimana?

Ibadahlah dengan tekun, seperti yang anda bilang, dhuha, tahajud dan tentunya yang wajib. Namun libatkan hati ketika melakukannya. Kemudian jeratlah jiwa (nafs) yang mendorong anda mengatakan, kapan, mengapa, bagaimana dan lain sebagainya.

Ini namanya jeratan nafsu (jiwa) Mas. Kita harus extra waspada dengan ajakan nafs tersebut karena dijamin hanya akan menjadi sumber masalah. Buktinya Mas sudah berhasil dan sukses diajak nafsu beberapa waktu sebelumnya (beberapa bulan yang lalu). Pinginnya berhasil, sukses dan kaya dalam waktu cepat, buktinya malah terbebani hutang.

Kalau saya bagi-bagi tugas mungkin begini Mas

1. Buka pikiran. Jadi ketika ibadah mengetahui apa yang dibaca. Kemudian kjsadkjsha asjkdh938jh asjkldjkas... Maka anda tidak tahu apa yang saya tulis barusan. Jadi ibadah yang tidak mengetahui apa yang ia baca bisa dikatakan sia-sia saja.

2. Buka hati. Misalnya resapkan makna dalam doa atau sholat kedalam hati menjadi pengakuan kemudian menjadi keyakinan dalam iman. Baca panduan wajib the power of spiritual beliefs

3. Jerat jiwa (nafsu) anda. Ia akan lari sesuka hati. Maunya kaya dengan cepat, maunya hutang lunas secepat kilat, maunya menikah dengan istri cantik, maunya makan enak dsb. Inilah kelakuan jiwa (nafs). Makanya seperti yang saya katakan sebelumnya kita harus extra waspada dengan ajakan nafsu yang cenderung liar. Pastikan keinginan (nafs) yang mengajak kita adalah nafsu yang sudah tunduk kepada aturan Tuhan.

4. Pakai tali akal. Maksudnya nasehati nafsu liar kita semua dengan akal anda. Akal akan mengatakan kepada nafs (jiwa) kurang lebih begini, jangan liar nanti bisa celaka, sabar dan ikhlaslah supaya pertolongan datang, jangan bersedih percayalah kepada Tuhan.

Dan ketika nafs atau jiwa tersebut benar-benar mau dikendalikan (baik suka atau tidak) maka jalan keluar mulai ditampakkan. Ketika nafs mau nurut dengan akal maka kehendak/ keinginannya akan terkabulkan.

Apa kehendak anda? Misalnya hutang lunas. Bisa jadi akan ada 2 kemungkinan

Pertama: Anda lepaskan jiwa liar tersebut. Ia akan mencari cara hutang lunas dalam waktu cepat. Jadinya bisa saja merampok dsb. Jika dalam titik tertentu tidak bisa lunas maka ia akan bersedih.

Kedua: Anda kendalikan keinginan jiwa tersebut. Maka ia akan tetap lari menuju keinginannya, namun larinya sesuai dengan jalur sehingga jaminnya adalah sampai tujuan.

Kapan? Tidak ada kapan-kapanan. Karena kalau ada pertanyaan ini artinya hati belum ikhlas. Lakukan saja, masalah waktu Tuhan lebih Mengetahui. Tugas kita adalah setting jiwa itu tadi, kemudian berlari sesuai dengan jalurnya. Artinya berusaha menemukan jalan keluar, dan kita pasti akan menemukannya.

Kapan? Balik lagi kepada tulisan diatas.

Salam
AB

Ads
==> Pelajaran awal free member rahasia kunci sukses, click here



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment