Aug 21, 2014

Kisah Manusia, Malaikat dan Iblis Bag 2

Pada artikel sebelumnya dibahas mengenai hikmah diciptakannya manusia sebagai pemimpin dan pemakmur bumi. Manusia dengan kelebihannya bisa menamai benda-benda membuatnya nampak hebat. Kemudian setelah Allah swt menciptakan bapak manusia yakni Adam as dan menyempurnakannya maka berfirmanlah DIA kepada malaikat dan Iblis.

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (Al Baqarah 34)

Apa tafsir ayat diatas? Untuk tafsir silahkan dibaca tafsir Ibnu Katsir atau Tafsir Al Misbach atau apapun yang bisa dipercaya. Saya bukan ahli tafsir. Hanya mencoba menelaah sedikit. Tentu saja telaah kami bisa jadi salah karena kami hanya manusia yang banyak salah.

Sekilas nampak bawa Malaikat (mahluk dari cahaya) disuruh Allah swt untuk sujud kepada Adam as. Semua mahluk tersebut kecuali golongan Iblis.

Tetapi kalau kita melihat konteks saat ini dimana teknologi sudah luar biasa canggih, maka kita akan sepakat dan menyetujui bahwa dengan bantuan cahaya lah maka kehidupan ini bisa berjalan dengan baik. Artinya cahaya adalah sesuatu energi yang ada dibumi dan dengannya bisa menggerakkan roda-roda kehidupan.

Malaikat adalah mahluk dari cahaya yang diperintahkan untuk sujud kepada manusia. Dalam hal ini diperintahkan untuk menjadi pelayan/ pembantu manusia untuk menunaikan tugasnya dibumi. Dalam konteks nama-nama malaikat maka jelaslah sudah bahwa mereka ada dan ditugaskan untuk memberikan pelayanan kepada manusia.

Malaikat Jibril --> Memberikan wahyu

Malaikat Mikail --> Menurunkan hujan. Dalam artian lebih luas bisa menurunkan rahmat, rezeki, harta benda, kehidupan, dan segala limpahan karunia lainnya.

Malaikat Izrail --> Mencabut nyawa seluruh mahluk. Dalam artian luas bisa berarti memutuskan kenikmatan, mencabut kebahagiaan, mengambil kekayaan dari manusia dan segala sesuatu yang dalam banyak hal bertentangan dengan tugas Malaikat Mikail

Demikian juga Malaikat Munkar, Nakir, Rakib, Atid, Malik, Ridwan dan lain sebagainya.

Bahkan dalam sebuah atsar ada yang mengatakan bahwa dalam setiap tetes air yang jatuh dari berjuang dijalan Allah, maka diciptakanlah malaikat yang akan mendoakan mujahid tadi. Terlepas benar-atau tidaknya atsar ini yang jelas, sudah nyata sekali bahwa tugas malaikat adalah sebagai pelayan manusia. Maka sujud dalam hal ini berarti melayani manusia dalam segala hal. Dalam bahasa yang lebih kasar, malaikat adalah pembantu bagi manusia, sebagaimana pembantu dirumah anda.

Kalau kita melihat dari sudut pandang materi cahaya maka kita mengenal cahaya matahari yang memberikan kehidupan di bumi. Ada cahaya api yang menerangi malam. Ada sinar alfa, betha dan gamma. Ada sinar X dan sinar-sinar lainnya sebagai sebuah energi. Tanpa energi matilah bumi ini. Jadi tanpa malaikat rusaklah bumi beserta manusia dan mahluk yang ada didalamnya.

Manusia terlihat sebagai mahluk yang lemah, bagaimana mungkin Malaikat terutama Iblis rela menjadi pelayan/ pembantunya. Oleh karena itu Iblis yang merasa lebih pandai, lebih hebat dan lebih suci menolak perintah Allah swt. Padahal suka atau tidak suka yang namanya perintah Allah swt harus ditunaikan dengan sempurna. Karena apa? Karena Allah Mengetahui sedangkan mahluk tidak mengetahui hikmahnya. Oleh karena itu janganlah merasa pintar, pandai dan lain sebagainya, karena akibat kesombongan adalah kebinasaan.

Representasi sifat Iblis adalah Syetan, yakni sebuah energi yang merusak. Dalam diri manusia ada iri, dengki, marah, ingakar dan sifat merusak lainnya. Sifat inilah representasi dari Iblis. Demikian juga tatanan yang tidak sesuai dengan sunnatullah pasti bersifat merusak, karena ini adalah representasi iblis yang membangkang. Walau terlihat baik dimata manusia, tidak bisa tidak, segala sesuatu yang bertabrakan dengan hukum alam/ sunnatullah pasti akan rusak binasa pada akhirnya.

Kemudian Allah swt berfirman,

Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan." Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati". Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS Al Baqarah 35 sd 39)



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment