Aug 7, 2014

Hijrah, Pindah, Berubah

Hijrah berarti berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya yang lebih baik. Dalam konteks Islam hijrah berarti meninggalkan satu tempat dimana disitu menjanjikan potensi keburukan, dosa dan kekufuran menuju kepada tempat dimana memiliki potensi kebaikan, pahala dan kebebasan didalam ibadah dan ekspresi diri.


Untuk lebih jelasnya keutamaan dari hijrah itu sendiri termaktub dalam Firman Allah swt dalam Al Qur'an surah An Nisa' ayat 100.

Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS An Nisa': 100)

Tafsir dari ayat diatas silahkan baca dan pelajari tafsirnya dengan berbagai versi, seperti tafsir Al Misbach atau Ibnu Katsir. Tentunya tafsir berkaitan dengan asbabun nuzul yakni hijrahnya para sahabat Nabi saw dari mekah ke madinah, namun akan menjadi luas maknanya jika kita bahas dalam skala umum. Dalam ayat diatas ada aturan/ hukum/ design/ teknologi/ ketetapan dari Sang Pencipta sbb
  • Siapa yang mau hijrah/ pindah/ berubah kepada jalan kebaikan maka sebagai akibatnya ia akan menemukan suatu zona yang luas baik tempat maupun rezeki (harta benda, ketenangan, kebahagiaan dan rezeki lainnya).
  • Siapapun yang mau hijrah/ berpindah/ berubah dengan niat baik dalam hal ini terdapat pamrih yang ditujukan kepada Sang Pencipta namun didalam prosesnya ia meninggal dunia maka niat tersebut tetap akan sampai kepada_Nya dan akan dibalas_Nya. Balasan Tuhan tentu menurut ilmu_Nya. Bisa jadi keutamaan niat yang sudah pernah dipancarkan akan dirasakan akibatnya oleh keluarga dan orang-orang tercinta, dan yang jelas untuk dirinya sendiri.
  • Perubahan/ perpindahan ke arah jalan yang baik dan lurus kadangkala terasa berat bagi manusia. Tetapi seringkali hijrah ini merupakan sebuah pergeseran posisi yang mau tidak mau harus diakukan jikalau berkehendak untuk kemuliaan hidup. Maka ketika orang tersebut berkeras hati tetap tinggal yang berlaku adalah sunnatullah lain berupa kesempitan hidup. Dan jika ia memutuskan untuk berpindah maka berlaku juga sunnatullah lainnya yakni kemuliaan hidup. Sementara itu kesalahan masa lalu akan dihapuskan karena niat baiknya, kemudian seiring proses orang tersebut akan dimuliakan. Begitulah Sang Pencipta dengan sifat Maha Pengampun dan Penyayang.

Dengan melihat hal diatas maka menurut anda contoh seperti apa hijrah tersebut?. Kalau menurut saya niatkan semua dengan benar kemudian hijrah, misalnya.
  • Pindah dari tempat yang tidak mempunyai potensi kepada tempat yang mempunyai potensi lebih baik
  • Pindah dari tempat yang buruk kepada tempat lain yang baik
  • Pindah dari perbuatan buruk/ dosa kepada perbuatan baik yang berpahala
  • Pindah dari pekerjaan satu yang mempunyai potensi perbuatan dosa lebih banyak kepada tempat yang mempunyai potensi kebaikan lebih banyak.
  • Pindah dari pekerjaan satu yang menjanjikan sedikit penghasilan kepada tempat lain yang mempunyai potensi lebih banyak.
  • Pindah dari bidang usaha yang tidak menjanjikan kepada bidang bisnis lain dengan potensi sukses yang lebih besar.
  • Dll anda bisa menambahkan

Masalah 
Ternyata hijrah, pindah atau berubah bukan sebuah keputusan yang mudah. Sulit bahkan sangat sulit bagi kebanyakan orang. Terutama terkait dengan aktifitas pekerjaan. Pindah dari pekerjaan yang sudah bertahun-tahun digelutinya kepada pekerjaan lain yang masih asing, walaupun berpotensi penghasilan besar tetap merupakan keputusan yang berat dan sulit. Ada banyak alasan yang mengiringi keengganan kita untuk berubah.

Zona nyaman yang sebenarnya tidak nyaman digaulinya selama puluhan tahun. Nyaman dalam ketidaknyamanan tersebut menyebabkan kebanyakan dari kita berkeinginan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih. Hal ini karena selama puluhan tahun ternyata pekerjaannya tidak menjamin masa depan sama sekali kecuali hanya kekurangan. Oleh karenanya ia berkeinginan dalam doa agar rezeki yang selama bertahun-tahun seret supaya bisa terbuka dan lancar kembali.

Namun ketika meyakini dengan seyakin-yakinnya dimana pekerjaan saat ini tidak akan mampu menjamin masa depannya, dengan sangat mengherankan, mereka enggan untuk hijrah. Seperti sobat yang kami rahasiakan berikut ini...

........Saya masih bingung, dalam do`a... saya ingin dimudhkan rejekinya ( sebut saja uang ) tapi yang saya dapatkan adalah pekerjaan yang tidak menghasilkan uang ( sebut saja ikhlas beramal ). ....Jujur jika saya harus beralih pekerjaan, tidak bisa. karena sya sudah bekerja hampir 8 tahun.... sayang untuk meninggalkan (Dari sahabat blog)

Memang logika manusia pada jaman sekarang sudah sukses mengalahkan logika Tuhan. Mungkin inilah penyebab mengapa kemiskinan dan kekurangan terus saja merajalela karena itu tadi, logika mengalahkan Tuhan. Namun ketika rezeki tetap seret bahkan sampai meninggal dunia lalu menyalahkan Sang Pencipta alam semesta dengan mengatakan DIA tidak Maha Kuasa, DIA tidak Maha Adil.

Intinya adalah jalan kemuliaan seringkali memaksa kita untuk menggeser posisi/ hijrah/ pindah. Mau tidak mau, suka atau tidak suka seringkali demikian. Dan kemuliaan adalah jaminan Tuhan, hanya bagi mereka yang percaya kepada janji_Nya.

Ads
Posisikan jiwa pada jalan kesuksesan, maka kesuksesan itu adalah jaminan. Mau belajar melatih jiwa? Klik disini.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment