Aug 8, 2014

Harmoni dalam Tasbih Semesta Alam

Pernahkah anda mendapatkan nasehat untuk melakukan yang terbaik atau "Do Your Best?" Mungkin sudah berkali-kali anda mendapatkannya, namun apakah anda melakukannya. Bisa iya bisa tidak, tetapi lebih banyak tidaknya :). Mengapa bisa demikian?

Syahdan dua orang sahabat yakni Messi dan Sulle sedang berguru kepada seorang yang bijak. Sang guru memberikan motivasi kepada kedua muridnya.

"Messi, dibawah sana ada sekumpulan orang yang sedang bersedih, tolong kamu turun dan hiburlah mereka. Lakukan yang terbaik sampai mereka hilang kesedihannya" Kata Sang Guru

"Le Sulle, dipadepokan ini ada pertandingan sepak bola. Segera kamu berangkat ke padepokan sebelah dan menangkan pertandingan ini" kata Sang Guru

Singkat cerita mereka menjalankan dengan patuh perintah Sang Guru kemudian melaporkan hasilnya dengan raut wajah sedih.

"Maaf guru, saya tidak berhasil menghibur mereka walaupun sudah melakukan yang terbaik dari diri saya. Mereka tetap murung dalam kesedihan" Kata Messi melaporkan

"Maaf juga Guru, pertandingan sepak bola kemarin, padepokan kita kalah telak, padahal saya sudah berusaha sangat maksimal" Kata Sule

"Tidak apa-apa muridku. Masih ada waktu untuk menghibur mereka. Pun masih ada waktu untuk memenangkan pertandingan yang masih berjalan. Besok tugas kalian saya tukar. Messi kamu bantu tim sepakbola padepokan kita, dan kamu Sule tolong hibur penduduk yang sedang murung" Kata gurunya

Sang Guru menambahkan, "Murid-muridku, lakukan sesukamu, yang penting tugas kalian dilaksanakan. Masalah hasil saya tidak peduli"

Alkisah dalam pertandingan sepak bola tim dari padepokan Messi menjadi juara dan Messi memperoleh gelar pemain terbaik. Sementara Sulle sukses menghibur penduduk yang sedang murung dan saat ini sudah terkenal sebagai seorang penghibur mereka yang sedang sedih.

Kemudian sang guru berkata, "Kegagalan disebabkan tidak adanya keselarasan jiwa dengan semesta alam, walaupun sudah bekerja dengan keras. Kesuksesan disebabkan meleburnya jiwa dengan semesta alam akan aktifitas yang dilakukan. Walaupun tidak ada yang menyuruh untuk bekerja dengan keras, tetapi jiwa yang selaras akan bekerja dengan seni, harmoni dan keseimbangan"

Sang Guru Menambahkan, "Tetapi jiwa manusia banyak yang hilang, oleh karenanya harus ditemukan. Ia tidak kemana-mana, ia dalam penjara diujung hatimu. Ia menyendiri, sedih dalam kegelapan yang manusia buat sendiri. Ia akan bahagia jikalau dirinya sendiri, manusianya sendiri, menemukannya dan mengajaknya untuk berpetualang menciptakan pencapaian besar bersama-sama. Disitulah rencana Tuhan kepada manusia yang terdiri dari jiwa dan raga"

Sang Guru memandang murid-muridnya sambil berkata, "Menemukan jiwanya sendiri gampang, namun menjadi susah karena ia sudah disudutkan dalam gelapnya malam. Untuk menemukannya memerlukan cahaya, ia adalah cahaya kebenaran. Maka mulai saat ini murid-muridku tersayang, lakukan kebenaran itu sebagai penerang/ cahaya yang akan menyalakan hatimu. Lakukan kebaikan dalam setiap aktifitasmu. Maka niscaya ketika hati sudah bercahaya, ia akan menemukan jiwamu dalam sudut hatimu. Lihatlah betapa kurusnya ia dikarenakan sudah engkau sia-siakan selama ini. Ajaklah ia makan dan minum bersamamu dalam perbuatan-perbuatanmu, sehingga jiwa itu menjadi kuat kembali. Maka begitu ia kuat, tidak akan ada yang mengalahkanmu"

Sang Guru menambahkan lagi, "Muridku, kita semua adalah manusia yang terdiri dari jiwa dan raga. Satu sama lain harus saling melengkapi dan berkolaborasi, tidak boleh egois. Satu sama lain saling membutuhkan untuk menciptakan harmoni dan keseimbangan manusia, menuju kepada keseimbangan alam semesta. Disinilah tasbih Ilahi berkumandang dalam harmoni semesta alam secara keseluruhan. Semua menuju kepada satu arah yakni Kehendak dan Rencana Sang Pencipta"

Ads
Magis7, sarana pembelajaran dan penggemblengan jiwa.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment