Aug 15, 2014

Ciri-Ciri Orang yang Bertaqwa

Sudah membaca artikel sebelumnya mengenai adanya satu-satunya buku yang berani mengatakan bahwa isinya adalah kebenaran tanpa keraguan? Kalau belum silahkan baca disini. Berikutnya apa yang dikatakan oleh Pengarang buku tersebut? Simak baik-baik.

(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan merekalah orang-orang yang beruntung. (QS Al Baqarah 3-5)

Secara umum ciri-ciri orang yang hati-hati sbb
  • Mereka hati-hati dalam segala hal misalnya berkata dengan orang lain harus dengan lemah lembut. Karena akibat dari kekasaran dan kesombongan bisa berbahaya, yakni dibenci oleh manusia lain.
  • Mereka menjalani hidup dengan kebaikan, karena yakin ada akibat yang menanti dimasa depan. Siapa yang berbuat baik akibatnya juga baik dan sebaliknya.
  • Mereka juga suka menyisihkan uang/ penghasilan. Karena khawatir uang yang dihasilkan bercampur baur dengan harta yang tidak baik/ haram.
  • Intinya orang yang hati-hati pasti akan menjaga tindak tanduknya agar akibat perbuatannya tidak akan memberikan efek samping yang merugikan dimasa depan.

Jadi ada kaitan antara masa depan dengan keputusannya bertindak pada saat ini. Orang yang hati-hati menghendaki hidup yang damai, bahagia dan sejahtera dimasa depan. Untuk itulah pada saat ini sudah pasti ia akan selalu berhati-hati baik dalam ucapan atau perbuatannya.

Kemudian, Buku itu mengatakan bahwa ciri orang yang berhati-hati dan berkeinginan untuk berjalan lurus dalam kebaikan adalah sbb;

Mereka meyakini sesuatu yang ghaib. Apa itu? Bisa apa saja. Tetapi ayat ini mengisyaratkan bahwa ada sesuatu/ substansi yang maujud atau nyata adanya dimana keberadaan akan dimensi ghaib ini masih diluar jangkauan akal manusia. Pertanyaannya adalah apakah anda percaya ada sesuatu dibalik sesuatu? Misalnya apakah anda yakin ada Pribadi Agung dibalik adanya matahari, bulan dan bumi?

Ketika anda merenung dalam heningnya malam kemudian membayangkan design alam ini, ada tumbuhan, hewan, udara, air dsb. Ternyata design yang demikian secara nyata menjadikan manusia sebagai tujuan/ obyek. Kenapa tidak binatang atau tumbuhan saja yang menjadi obyek terakhir bagi adanya langit dan bumi ini? Pasti ada sesuatu/ pesan dibalik design yang demikian. Inilah yang dinamakan tafakur semesta alam sebagai awal fitrah manusia yang ber Tuhan. Inilah pondasi kehidupan manusia yang harus kita ketahui dengan jelas, untuk apa design yang sedemikian tersebut.

Kemudian yang kedua, ciri dari orang yang berhati-hati adalah mereka yang suka berbagi kebaikan untuk sesama. Kalau yang pertama berkaitan dengan hal-hal diluar jangkauan akal, maka berikutnya adalah mengenai hubungan dan kemaslahatan sesama. Artinya menjadi mahluk sosial ya harus sosial. kalau tidak demikian maka bisa-bisa terisolasi dari aktifitas sosial tersebut. Maka berbagai disamping untuk memperlancar hubungan sosial juga dimaksudkan untuk berjaga-jaga agar harta yang kita kumpulkan bisa benar-benar bersih.

Harta tersebut tidak kita genggam seluruhnya, namun sebagian harus diberikan kepada manusia lain yang membutuhkan. Kalau tidak demikian maka masa depan mereka bisa menjadi lebih suram. Hal ini dikarenakan manusia secara fitrah menghargai dengan penghargaan yang sebaik-baiknya bagi mereka yang berhati mulia.

Kemudian orang yang berhati-hati dan berkomitmen mencari kebenaran pasti akan mencari kebenaran itu sendiri. Oleh karena itulah kemudian niatnya akan mengantarkan kepada ditemukannya Kitab Al Qur'an ini, sehingga semakin luruslah jalan yang akan dilalui. Sebagaimana banyak dikisahkan oleh para muallaf yang mencari kebenaran, dimana pada akhirnya mereka dipertemukan dengan kitab Al Qur'an yang berisi kebenaran, lalu mereka mengimaninya.

Konsekwensinya, setelah mereka membaca Al Qur'an, maka mereka juga akan mengetahui bahwa ada kitab lain selain Al Qur'an ini yang diturunkan kepada suatu kaum tertentu. Zabur, Taurat, Injil adalah kitab selain Al Qur'an yang diperuntukkan bagi Bani Israil. Sementara Al Qur'an diperuntukkan bagi Bani Israil maupun Bani Ismail, yang pada akhirnya berarti diperuntukkan untuk semua manusia.

Mau tidak mau pemahaman mereka yang berkomitmen menetapi kebenaran akan seperti itu. Proses dan jalan yang dilalui memang seperti itu.

Apa yang diberitahukan dalam kitab Suci? Yang diberitahukan adalah jawaban dari pertanyaan yang selama ini menggelayut dalam benak. Ketika mereka melakukan tafakur semesta alam, pasti ada banyak pertanyaan yang belum terjawab. Ketika mereka bermuhasabah diri pasti ada banyak pertanyaan yang masih menggantung. Untuk itulah diturunkan kitab suci sebagai jawaban pertanyaan tersebut.

Kitab Suci yang diturunkan baik Al Qur'an maupun yang lainnya mempunyai tujuan yakni memberikan jalan. Memberikan cara/ metode/ petunjuk/ rahasia hikmah hidup yang selama ini masih belum benar-benar jelas jawabannya. Siapa yang meniti jalannya maka akan beruntung dan siapa yang tidak meniti jalan petunjuk tersebut mereka akan merugi.

Pada akhirnya Kitab Suci Al Qur'an memberikan jalan bagi kemuliaan, kebahagiaan, kesuksesan, kekayaan, kesembuhan dan lain sebagainya. Dan yang jelas keselamatan abadi dunia akherat. Pengarangnya menjamin akan hal ini.

Wallahu A'lam

N/B: Penjelasan saya bermaksud untuk mempermudah pemahaman. Perlu diketahui, saya sama sekali bukan ahli Al Qur'an maupun Ahli Tafsir.


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment