Aug 18, 2014

Belajar Manajemen Jiwa

Jiwa manusia yang entah dimana ia berada, memegang peranan yang sangat vital bagi kehidupan manusia itu sendiri. Kebahagiaan abadi atau kebinasaan abadi menjadi sebab bagi jiwa-jiwa yang sedang tumbuh. Jiwa yang tumbuh dalam kebenaran akan mendapatkan tempat yang layak yakni kemuliaan, sementara jiwa yang tumbuh dalam dosa akan mendapatkan balasan yang layak yakni kebinasaan. Oleh karena itulah manajemen jiwa menjadi sangat penting untuk kita pelajari.

Jiwa atau bahasa arabnya nafs terbagi menjadi 3 dimana masing-masing condong kepada sebuah perbuatan, yaitu
  • Nafs Amarah: Yakni jiwa yang selalu mengajak kepada keburukan. Biasanya kita menyebutnya dengan hawa nafsu yakni keinginan-keinginan rendah dan berbau keduniaan. Keinginan sesaat yang maunya harus dipenuhi. Jika tidak dipenuhi maka ia akan merasa gelisah, tidak tenang sebagaimana orang yang kecanduan/ mabuk.
  • Nafs Lawwamah (jiwa yang menyesal): Ini adalah jenis jiwa yang sebagian besar manusia memilikinya. Mungkin bisa dikatakan tengah-tengah antara baik dan buruk. Nafs/ jiwa lawwamah kadang melakukan keburukan dan ia mengetahui perbuatannya akan menyebabkan kerugian. Pada saat melakukannya ia mendapatkan kenikmatan, namun ketika kenikmatan itu selesai mulailah ia menyesali dirinya sendiri.
  • Nafs Mutmainnah (jiwa yang tenang); Yakni jiwa yang tenang, damai, tentram dan bahagia. Ia mampu menahan diri dari segala perbuatan buruk sehingga menyebabkan ketenangan dalam dirinya. Jiwa mutmainnah inilah yang akan sampai kepada Tuhan. Sehingga niat-niat yang ia panjatkan akan mudah sekali terkabulkan tanpa ada keburukan/ dosa yang menyertainya.

Oleh karena itu manajemen jiwa menjadi penting bagi kemudahan dan kemuliaan hidup yang sesungguhnya. Harta benda, kesehatan, relasi, jodoh adalah sesuatu yang mudah didapatkan. Karena sebenarnya jiwa ini tidak fokus kepada hal-hal diatas. Ia hanya fokus/ condong kepada kebaikan demi kebaikan, sementara perbuatan baik sudah pasti ada balasannya baik didunia maupun diakherat. Sedangkan balasan dunia sebagai sebuah akibat otomatis adalah seperti yang saya sebutkan diatas.

Mari kita bahas dengan lebih sederhana sehingga mudah dipahami.

Kecenderungan anda adalah mewakili jiwa anda. Coba bayangkan kecenderungan anda selama ini apakah cenderung kepada hal-hal positif atau sebaliknya. Apapun itu, yang jelas sampai detik ini jiwamu sedang tumbuh dan berkembang menuju apapun sesuai dengan setting yang sudah anda lakukan sebelumnya.

Untuk melakukan manajemen jiwa maka langkah yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah melakukan manajemen hati dan pikiran. Output dari keduanyalah yang akan mencondongkan jiwa kita kepada sebuah perbuatan. Ujung-ujungnya kecondongan kepada perbuatan akan menentukan takdir kita. Jadi baik atau buruk kehidupan kita adalah andil dari setting jiwa. Kecondongan jiwa berbentuk niat untuk melakukan sebuah perbuatan. Sementara ketika niat sudah dieksekusi oleh raga akan menjadi pilihan takdir.

Bagaimana selanjutnya supaya takdir kita berubah menjadi baik?
Bagaimana setting hati?
Bagaimana setting pikiran?

Kita akan bahas pada artikel lainnya

Wallahu A'lam

Mau belajar manajemen jiwa yang dahsyat? Klik disini



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment