Aug 9, 2014

Alam Semesta Pelayan Manusia

Sejenak marilah kita merenung/ tafakur tentang posisi matahari, bumi, bulan sebagai sebuah design. Sebagaimana design daripada komputer yang serba canggih. Sekali lagi bayangkanlah posisi matahari dengan jarak sedemikian rupa sehingga dengannya memberikan sinar kehidupan kepada bumi. Design yang demikian menyebabkan tumbuh-tumbuhan bisa hidup, yakni melakukan pertumbuhan. Tanpa adanya matahari maka mustahil tumbuh-tumbuhan bisa menghijau seperti yang biasa kita lihat.

Tidak hanya tumbuh-tumbuhan, namun segala yang hidup membutuhkan sinar matahari bahkan benda mati sekalipun. Air hujan tidak akan bisa turun mengguyur bumi tanpa adanya pemanasan/ penguapan di awan.

Tumbuh-tumbuhan dan hewan bisa hidup dan terus lestari akibat adanya matahari, juga bulan dan bumi yang berputar. Semua saling terkait satu sama lain sebagai sebuah teknologi canggih, diluar imajinasi manusia. Pada akhirnya obyek/ tujuan dari pada design yang demikian sempurna ternyata untuk melayani manusia. Sekali lagi obyek dari design dan teknologi alam semesta ternyata untuk manusia. Apakah ini sebuah kebetulan semata?

Makanan yang kita makan, air yang kita minum, pakaian yang kita kenakan berasal dari design yang demikian. Udara yang kita hidup dari langit/ atmosfer, tercipta melalui mekanisme alam yang luar biasa detail, rumit dan menakjubkan. Silahkan anda bayangkan contoh-contoh lainnya yang bahkan tidak akan sanggup kita menghitung.

Layanan besar dan gratis tersebut diperuntukkan untuk manusia. Mereka semua secara setia terus saja menyediakan segala kebutuhan manusia dari jaman dahulu kala sampai saat ini dan seterusnya. Termasuk dalam hal ini benda-benda immateri yang sudah dimanfaatkan powernya. Seperti adanya gelombang elektromagnetik, grafitasi, rambatan udara dan lain sebagainya dimanfaatkan bagi teknologi buatan manusia seperti komputer, HP, tape. TV dan alat elektronik lainnya.

Kalau kita bertanya siapa pelayan yang tanpa pamrih terus saja melayani manusia? Maka anda tahu jawabannya sekarang. Lalu siapa pendesign teknologi canggih alam semesta? Anda juga tahu jawabannya meskipun sebagian orang belum benar-benar memahaminya.

Yang jelas semua kebutuhan manusia tercover semuanya tidak terkecuali. Jika ada sebagian manusia ternyata tidak merasa beruntung, maka sejatinya ia tidak memahami. Seharusnya tidak ada kata miskin, kekurangan, kelaparan, penderitaan dan lain sebagainya. Mengapa? Karena alam dan aturannya sudah menyediakan segala berkah karunia dengan melimpah ruah.

Lalu apa penyebab adanya kemiskinan dan beban berat lainnya? Jawabannya ternyata manusia tidak memanfaatkan fitur-fitur yang secara default sudah ada pada dirinya sendiri.

Apa saja fitur dalam diri manusia yang berfungsi untuk membuka/ menarik/ mendapatkan kebutuhannya dalam hal ini terkait dengan keinginan? Untuk mendapatkan keinginan maka kita perlu menginstall software terlebih dahulu kemudian menjalankannya agar benda-benda secara fisik yang merupakan bagian dari kebutuhan manusia bisa kita dapatkan.

Kita ambil contoh yang sederhana, misalnya makan. Untuk bisa makan nasi dan lauknya maka kita perlu menginstall sebuah software yakni kehendak yang berada jauh dalam hati. Keinginan untuk mengisi perut yang sudah lapar harus dilengkapi dengan kemampuan untuk mengolah sumber daya yang sudah ada. Kemudian kehendak tadi akan memerintahkan pikiran untuk mencari cara bagi ditemukannya makanan tersebut. Dikarenakan kita mempunyai cukup uang maka kita mampu membeli bahan-bahan makanan seperti beras, sayuran, bumbu dapur, ikna, minyak goreng dan lain sebagainya.

Untuk mengolah bahan-bahan yang sudah ada kita memerlukan kecerdasan dalam hal ini ilmu tentang memasak. Sehingga setelah bahan-bahan semuanya sudah siap, kemudian kita meramu/ meracik bahan-bahan tersebut sedemikian rupa sehingga tersajilah makanan enak dan lezat yang siap kita lahap. Pada akhirnya kehendak untuk kenyang bisa terwujud melalui sebuah proses yang ternyata tidak singkat.

Namun semua proses tersebut dimulai dari kehendak yang ada dalam hati. Sementara itu proses berikutnya baik pikiran yang menemukan cara, kemudian anggota badan yang melakukan prosesnya pada hakikatnya adalah sebuah siklus yang berjalan otomatis. Hanya jika kita terus maintain kehendak itu tadi sampai terwujud nyata.

Oleh karena itu pemahaman mengenai alam kehendak, alam hati dan alam pikiran sebagai bagian dari alam kuantum perlu kita pahami dengan sebaik-baiknya. Karena disitulah awal sebuah siklus yang akan mengantarkan kita kepada realitas fisik. Sementara itu bahan-bahan bagi kehendak manusia sudah ada melimpah dalam alam semesta. Tinggal kita meramu/ meraciknya sedemikian rupa sehingga terciptalah makanan yang enak dan lezat.

Bersambung

Sambungannya ada disini.

Ads
Magis7. Rahasia Memahami Hikmah Semesta Alam


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment