Jul 21, 2014

Tips Menghadapi Suami Yang Pemarah

Kehidupan rumah tangga semua sama, pasti ada riak-riak dan sedikit bumbu-bumbunya. Dua pribadi yang berbeda bak langit dan bumi, yang coba disatukan dalam satu kapal biduk rumah tangga. Jika dalam rumah tangga hanya ada adem dan ayem seterusnya maka perlu ada yang dicurigai. Biasanya ada yang tidak beres dibelakangnya.

Banyak pasangan yang pada akhirnya tidak tahan dengan watak/ perilaku salah satu pasangan. Padahal perbedaan watak tersebut seharusnya dijadikan hal yang positif. Nyata dan jelas bahwa perbedaan kharakter begitu menguras pikiran, namun disitulah kita belajar tumbu mendewasa.

Dalam banyak kasus ada suami yang pemarah. Sedikit sedikit ia marah dan selalu menyalahkan sang istri. Membentak, memaki dan menyepelekan seseorang yang ia pilih sendiri sebagai pendamping hidup kemudian ditaruh dalam posisi yang rendah dikarenakan hanya masalah kharakter yang berbeda. Kalau tidak mau kekurangannya mengapa anda dulu menikahinya? Ini adalah ironi.

Seharusnya sejelek apapun perangai istri maka ia tetap seorang manusia yang mendampingi anda, mengurus keperluan anda dan merawat anak anda. Celakanya ia tidak dibayar...

Untuk suami pemarah bagaimana menyikapinya?
  • Coba cek kembali kharakter tersebut apakah sudah ada sebelum anda menikah atau ada setelah perjalanan pernikahan? Kalau kharakter tersebut ada sebelum pernikahan, mengapa anda menerima ketika dilamar? Mengapa anda menerima yang baik-baik saja dan tidak mau mentolerir kelemahannya? 
  • Kalau kharakter pemarah ada setelah berlalu masa pernikahan, maka kemungkinan besar sang istri harus mau instrospeksi, apa yang salah dengan dirinya sehingga suami menjadi pemarah. 
  • Dialog berdua. Ini harus dilakukan. Barangkali ada permintaan sang suami yang tidak bisa dikatakan sehingga diekspresikan dengan marah-marah.
  • Kalau berdua tidak bisa maka ajak pihak ketiga. Dia yang bijaksana didalam meramu masalah dan mencari solusinya. Bisa dari keluarga terdekat anda.

Kalau saya cermati, penyebab masalah suami suka marah-marah sbb.
  • Dia tidak mendapatkan sesuatu yang diidam-idamkan dari sang istri. Misalnya sebelum menikah sang istri sok-sok lembut dan keibuan. Setelah menikah ternyata itu semua palsu. Makanya suami merasa dibohongi dan menjadi pemarah. Solusinya bagaimana? Minta maaf, dan minta tolong suami tidak bosan membimbingnnya untuki menjadi istri yang lembut.
  • Hubungan ranjang yang tidak harmonis. Kadangkala suami meminta sesuatu yang aneh ketika berhubungan, namun sang istri tidak mau. Penolakan inilah yang berbahaya secara psikologis. Bisa jadi pada akhirnya suami mencari pelampiasan diluar. Sebelum itu terjadi lakukan dialog. Jelaskan alasan penolakan anda. Lebih baik lagi kalau menerima saja apa yang diinginkan suami mengenai soal hubungan ranjang.
  • Suami tidak merasa dihargai. Hal ini terkait dengan posisinya sebagai kepala rumah tangga. Dialah sang nahkoda kapal, maka anggaplah demikian. Jangan selalu menuntut dan menyuruh suami. Saking kacaunya, buang air besar saja dijadwal. Bagaimana mungkin seorang pemimpin disuruh-suruh?. Hargai suami sebagai kepala rumah tangga.
  • Hargai suami anda. Hal ini terkait dengan kerja kerasnya mencari rezeki. Manfaatkan sebaik-baiknya uang hasil kerjanya. Jangan boros karena hal ini terkesan tidak menghargai jerih payahnya yang luar biasa. Bagi istri membuang nasi yang mau basi sudah biasa, tetapi bagi suami, membuang nasi yang belum sempat dimakan seperti membuang sebagian tubuhnya sendiri. Tentu saja perih, karena hasil kerjanya nampak tidak dihargai.

Intinya hanya ada dua
  • Hargai suami sebagai seorang kepala rumah tangga. Janganlah tugasnya diambil alih oleh istri karena akan membuatnya tersinggung. Artinya suamilah yang lebih bertanggung jawab tentang perintah dan larangan, bukan istri. Seharusnya begitu.. Sekali lagi hargai suami dan posisinya. Jika istri bisa melakukannya, maka tiba-tiba anda mendapatkan seorang suami yang penyayang dan lemah lembut.
  • Dialog. Lakukan dialog ketika sudah terjadi perselisihan. Jangan hanya diam saja yang mengakibatkan pelampiasan dengan cara emosi dan marah-marah.

Sebagai penutup, terkait dengan surga dan neraka, begini...
  • Ikhlaskan kharakter suami yang pemarah. Lebih baik instrospeksi dan perbaiki diri agar suami betah dirumah. Ikhlas itu lebih baik daripada membalas apa kata suami. Kacaunya lagi, seringkali suami marah-marah sekali, namun istri membalasnya berkali-kali. Ini tidak baik..
  • Ikhlaskan kharakter suami demikian sepanjang tidak menyuruh menyembah patung. Kalau memang apa yang disampaikan merupakan perbuatan buruk, maka diam sementara lebih baik. Kemudian sampaikan bahwa apa yang disampaikan adalah tidak baik, "Maaf Pah, kalau boleh ngomong, Menurut Ustadz begini Pah.... bla-bla.bla". Ingat jangan merasa lebih pintar dari suami. Bagaimanapun juga secara fitrah seluruh suami didunia ini merasa diatas. Artinya merasa dirinyalah pemimpin rumah tangga. Ini fitrah. 
  • Ikhlaskan kharakter suami dan berdoalah semoga Allah melembutkan hatinya. Tetapi terlebih dahulu berdoalah agar Allah swt melembutkan hati anda (sang istri).
  • Ikhlaskan kharakter pemarah suami anda. Dialah yang akan membawa anda ke surga. Jika anda masuk neraka dan suami masuk surga, maka suami andalah yang akan menarik anda dari lembah neraka. Kecuali anda tidak ikhlas dengan sang suami sewaktu didunia. Bisa jadi suami anda masuk surga sementara anda tetap dineraka? Mengapa? Karena tidak mau menuruti perintah suami, suka menjelek-jelekkan suami didepan orang, tidak menghargai hasil kerja suami dll.
  • Ikhlaskanlah suami anda. Karena jika suami masuk neraka anda tetap akan masuk surga. Mengapa? Karena sudah menjadi istri yang baik yakni ikhlas dan penurut. Sementara kebaikan anda tidak akan mampu memberi safaat bagi suami. Namun ketika suami masuk surga, maka istri bisa mendapat safaat dari sang pemimpin rumah tangga tersebut.
  • Ikhlaskan kharakter pemarah suami anda. Karena bisa jadi dengan melawan suami, anda menyeretnya masuk neraka. Ketika kebaikan anda tidak cukup untuk masuk surga kemudian masuk neraka maka anda bisa menyeret suami anda ke neraka. "Salah sendiri, kenapa tidak membimbing istri menjadi lebih baik?" Nasib suamimu kelak ditangan istri. Maka ikutilah dia (suami). Wallahu A'lam

Ini yang perlu diingat..
Suami bisa menjadi wasilah anda masuk surga, yakni menariknya dari lembah neraka dikarenakan dosa-dosa anda. Hal ini berbanding terbalik, jika istri masuk surga dan suami masuk neraka maka tidak akan ada wasilah safaat lagi.

Dalam sebuah atsar dikatakan alasan mengapa banyak penghuni neraka adalah wanita? Jawabannya ternyata hal yang sederhana dan mendasar, yakni karena istri tidak menghargai suami dan pekerjaannya.

So kalau begitu, lawanlah suami pemarah dengan kebalikannya yakni kelembutan. Dan pemenangnya adalah mereka yang berhati lembut...



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment