Jul 20, 2014

Penting, Kekacauan Kehendak, Hati dan Pikiran Sebagai Biang Keladi Kekacauan Hidup

Sahabat Adhin Busro...

Pernahkah anda mendapatkan suntikan motivasi dari para motivator? Kita sering sekali kehilangan semangat dan keyakinan tentang hidup dan masa depan. Oleh karena itu kita sering men charge semangat kita dengan meminta bantuan Motivator. Tetapi saya meyakini bahwa semangat tersebut akan menyala dengan terang, namun akan menjadi redup dan hilang sebagai sebuah kepastian... Mengapa?

Sahabat...
Benar sekali apa yang dikatakan mereka yakni para Motivator. Kita harus semangat, optimis, yakin, tekun dan lain sebagainya. Kita pasti bisa...!!

Namun sayang sekali semangat yang ada dalam dada hanya sementara. Dengan cepat ia akan menghilang tak berbekas. Ini dikarenakan kita tidak mengetahui......

Benar sekali, kita tidak mengetahui sepenuhnya tentang sebuah kebenaran hakiki yang menjadi landasan keyakinan. Kita tidak tahu bahwa ada sebuah kepastian yang bisa dijadikan landasan berpijak. Oleh sebab itu kita seringkali berjalan tak tentu arah dan tujuan.

Ibarat pohon yang ingin cepat tumbuh dan berbuah namun dibanjiri dengan keraguan yang nyata. Keraguan yang coba dihilangkan dari dalam pikiran dan hati, namun semakin kita mencoba mengikis keraguan, maka keraguan tersebut malah akan nampak semakin nyata.

Jelas sekali demikian, hal ini dikarenakan akarnya tidak disetting dengan benar. Hampir semua manusia mencari cara bagaimana berbuah dengan cepat dan banyak namun melupakan cara bagaimana menumbuhkan akar yang kuat. Oleh karena itu sebagian besar manusia tidak akan tumbuh dan berbuah dengan baik, malah akan layu, kering dan mati.

Keyakinan itu tentang "rasa". Rasa yang timbul dari nurani terdalam, dimana disebabkan oleh "akar" yang nyata. Orang yang berilmu maka ia akan fokus untuk menumbuhkan akarnya bukan fokus mencari cara bagaimana supaya bisa berbuah dengan melimpah. Karena orang berilmu mengetahui bahwa apa yang tumbuh diatas diakibatkan oleh apa yang tumbuh dibawah.

"Apa yang tumbuh diatas diakibatkan oleh apa yang tumbuh dibawah"

Jika akar tidak nampak, tetapi pohon dan buah adalah benda yang nampak nyata dipermukaan bumi. Semua yang tumbuh dipermukaan bumi, baik tumbuh subur atau tidak, disebabkan oleh akar yang tak tampak. Ini kepastian, tidak bisa tidak...

Jika buah adalah realisasi nyata dari impian kita, maka akar adalah apa yang ada dalam hati. Jika realisasi impian harus nyata, terbukti dan terlihat, maka akarnya adalah apa-apa yang tidak terlihat, immateri, kuantum, atau apalah namanya... Kenyataan ini mengharuskan kita untuk menyetting, membentuk atau menumbuhkan apa-apa yang tidak terlihat terlebih dahulu sebelum membentuk, menumbuhkan atau menyetting apa-apa yang terlihat secara fisik.

Maka untuk menyetting alam kuantum yang tidak terlihat kita akan mengenal dengan diri kita sendiri yang terdiri dari pikiran dan perasaan.

"Manajemen pikiran dan perasaan yang baik dan benar akan menumbuhkan realitas materi sesuai dengan keinginan"

Itulah mengapa kita suka sekali menambatkan hati kepada sesuatu yang terbatas dan lemah sehingga efek kuantumnya juga lemah. Pada akhirnya hasil/ print out kehidupan juga lemah yang digambarkan dengan banyaknya kesulitan, kegagalan, kesedihan dsb yang terjadi terus menerus.

Motivator dan manusia super lainnya adalah tambatan lemah, maka jangan dijadikan tambatan hati. Cukup jadikan ia papan penunjuk kepada kesadaran diri untuk melihat akar dalam diri anda. Pun manusia hebat lainnya, pohon, amalan, bulan, matahari, patung, arca dan masih banyak yang lainnya yang kenyataannya masih dijadikan tambatan hati oleh sebagian besar penduduk bumi.

Mereka lemah dan pada akhirnya akan memberikan kelemahan kepada kita. Itu pasti.... Mereka semua tidak bisa menjamin dirinya sendiri dengan pasti sekarang dan selamanya, apalagi menjamin anda untuk menguatkan anda??

Mulai saat ini tengoklah kedalam, ada apakah gerangan disana. Ini langkah awal yang wajib anda lakukan untuk mengetahui sebuah kebenaran sejati yang akan dijadikan tambatan hati nantinya. Lihatlah kedalam, terbanglah jauh kesana untuk melihat kekacauan yang sudah anda buat sendiri. Kekacauan alam kuantum yang telah sukses merusak diri dan hidup anda.


Kekacauan pertama. Masuklah dalam alam pikiran anda.. Apakah anda merasa menjadi manusia yang optimis dan yakin. Jujurlah untuk mengatakan "tidak"...!

Kekacauan kedua. Masuklah lebih dalam, turun ke alam hati yang mempunyai tingkat kuantum/ kelembutan/ kesadaran yang jauh lebih dalam, lebih halus dan lembut. Tanyakan kepada diri anda sendiri, "Apakah ada keyakinan disana?" Jujurlah untuk mengatakan "tidak".

Kekacauan ketiga. Ini lebih parah kekacauannya, dikarenakan untuk masuk kealam ini memerlukan sebuah pemahaman yang sangat dalam. Masuklah ke alam kehendak, apakah kehendak anda sudah dibimbing oleh kebenaran sejati? Maka katakanlah "Tidak".

Itulah 3 kekacauan mendasar sebagai akar masalah sebagian besar ummat manusia. Dia lupa dirinya sendiri maka otomatis akan dilupakan oleh segenap semesta alam sebagai perintah/ hukum/ design/ Kehendak Nan Agung.

Maka itu wajib hukumnya bagi anda yang menghendaki kemuliaan abadi, harus merombak semua kekacauan tadi dan menggantinya dengan keyakinan yang benar. Perbaikilah kekacauan ketiga, kemudian lanjut kedua dan pertama. 3 kekacauan yang tidak terlihat harus diperbaiki untuk meraih pencapaian dalam realitas fisik dimulai dari pencapaian pertama, kedua dan tak terhingga.

Kita masuk kepada cara memperbaiki kekacauan ketiga sebagai dasar/ pondasi wajib yang harus diketahui. Ia adalah kekacauan kehendak..

Kehendak itu merupakan ilham dari alam kuantum yang terdalam. Kehendak merupakan hasil dari bimbingan dari sebuah alam lain yang tidak nampak namun nyata adanya. Orang yang hidup mulia dibimbing oleh Kekuatan Tak Terbatas, sehingga ia menjalani hidup dengan penuh keyakinan. Ajaibnya keyakinan tadi tidak terbatas pula. Tidak akan lekang oleh waktu, justru akan semakin terang dan berdaya.

Sementara orang/ manusia rusak, dibimbing oleh kekuatan yang lemah dan bertambah lemah, sehingga menyebabkan kitanya juga lemah dan bertambah lemah. Pada akhirnya print out kehidupan juga lemah/ rusak/ cacat.

Dari mana kita boleh mendapatkan bimbingan sejati sehingga alam kehendak bisa berjalan lurus dan terarah? Maka perhatikanlah, kita boleh mendapatkan bimbingan sejati tersebut dari Sumber Kebenaran/ Sumber Garansi/ Sumber Keyakinan.

Oleh karena itu, sekali lagi masuklah kedalam, lebih dalam, dan lebih dalam lagi sampai mampu untuk masuk kepada alam kehendak sebagai kuantum tertinggi manusia. Lihatlah disana ada Arsy/ langit/ kemegahan yang tiada tara dan mempesona. Dari sanalah Sumber Kehendak bisa kita rasakan, dan dari sanalah tercipta kehendak nyata dan bisa kita lihat. Apa itu? Alam semesta. Alam semesta ada dan nampak agung dikarenakan hasil dari Kehendak Agung.

Termasuk adanya kita, manusia, yang terciprati sifat Kehendak adalah hasil dari Kehendak Agung. Kehendak dalam Kehendak.Kehendak manusia masih dalam bingkai kehendak lain Yang Jauh Lebih Agung. Dan disanalah kita menambatkan hati, jiwa dan raga. Disanalah kita melebur menjadi satu, fana, lemah dan sangat bergantung kepada Kehendak Agung.

Inilah kebenaran yang dimaksud, dimana kebenaran tersebut akan men charge keyakinan dengan tiada batas menembus ruang dan waktu. Keyakinan diluar imajinasi. Keyakinan yang tidak akan pernah luntur lagi walau sedetikpun.

Manusia biasa menyebutnya Tuhan. Dialah Tuhan yang diakui dengan jelas oleh alam kehendak manusia, walaupun seringkali kitanya tidak ber Tuhan dengan Kehendak Agung tersebut. Manusia menyebutnya Tuhan, namun pada kenyataannya banyak yang tidak bergantung kepada Kehendak_Nya. Kacaunya lagi, hal ini tiada disadarinya.

Pada akhirnya manusia banyak menyalahkan Kehendak Agung tersebut, dikarenakan hidupnya tidak merasa sukses dan bahagia, padahal kalau kita melihat dengan jujur, justru kitalah yang tidak mau berkiblat dan menambatkan hati kepada_Nya. Ini salah kita... Sekali lagi ini salah manusia sendiri.

Apa sih yang dimaui oleh Kehendak Agung tersebut? Ini penjelasannya panjang dan Insya Allah akan kami buatkan sebuah buku untuk anda..

Intinya sekali lagi, sebelum melihat keluar, sebelum melihat penyebab kekacauan hidup, marilah kita melongok kedalam dan kedalam lagi. Masuk ke alam pikiran, hati dan sampai kepada kehendak sebagai sebuah tali/ mata rantai yang terhubung dan berkait satu sama lain. Inilah kita, manusia, maka kenalilah manusiamu yang terdiri dari jiwa dan raga. Barang siapa mengenal dirinya maka ia akan mengenal Sang Maha Berkehendak Nan Agung tersebut.

Kita belum membahas kekacauan kedua dan pertama. Ini masih menyangkut kekacauan yang kita buat sendiri, yakni kekacauan kehendak sebagai sebuah alam kuantum terlembut.

So, artikel ini Insya Allah bersambung lagi... :)

Dan sambungannya ada disini. Wajib baca ya?

Salam
Adhin Busro

Adds/ Iklan
  • Magis7. Menguak rahasia kehendak, hati, pikiran dan tubuh (jiwa dan raga). Dengan memahaminya maka kita akan mengetahui kebenaran sejati yang akan dijadikan tambatan hati menuju keyakinan sempurna. Mau belajar? Klik disini
  • Rahasia Kunci Sukses. Rahasia Sukses dan Mulia dengan memahami kebenaran tertulis yang akan kita jadikan pijakan dalam meraih kemuliaan. Mau saya bimbing? Klik disini


Artikel Terkait



2 comments: