Jul 14, 2014

Menggambarkan Wujud Tuhan Yang Maha Esa

Pak Adhin yang baik, Seperti yang saya sampaikan di awal, walaupun Katolik tapi pada dasarnya saya hanya percaya pada Tuhan YME, dan dengan jujur mengatakan bahwa saya tidak memusingkan masalah cara yang dimiliki agama/alilran apapun. Sejauh itu menyembah Tuhan YME dan membuat saya makin dekat denganNYA, saya merasa baik-baik saja. Intinya, saya hanya ingin hakekatnya aja, mendekat padaNYA, YME itu, tanpa terlalu mempersoalkan label apapun (dalam hal ini adalah yg dinamakan sebagai agama/keyakinan).

Dengan itu, saya juga gak punya masalah apapun dengan aneka doa cara Islam ini. Sungguh saya baik-baik aja. Bagi saya pribadi, cara agama/keyakinan apapun, sejauh menyembah DIA YME dan membuat saya makin mendekat padaNYA, saya terima................. Ini dulu Pak Adhin. Terimakasih banyak tanggapan dan petunjuknya, bermanfaat bagi saya. (Email dari sahabat Katolik)

Jawab: Diatas adalah sebagian email yang saya copas dari sahabat Katolik.

Saya salut dengan Beliau yang mempunyai pandangan fitrah sebagaimana manusia lainnya, yakni merasakan dengan fitrah bahwa kita mahluk yang ber Tuhan, Tuhan Yang Maha Esa.

Esa kalau kita terjemahkan substansinya adalah satu yang tidak ada duanya. Satu yang tidak bisa dipisah-pisahkan bagaimanapun caranya. Bahasa arabnya ahad, bahasa Indonesianya tunggal atau satu-satunya.

Kalau berbicara masalah fitrah, maka semua manusia pasti menyebut bahwa ia hanya menyembah Tuhan Yang Maha Esa, namun pada prakteknya maupun pada ajarannya tidak demikian. Misalnya.
  • Ada sebagian yang ternyata menggambarkan Tuhan Yang Maha Esa dengan patung, arca dsb. 
  • Ada yang menggambarkan Tuhan Yang Maha Esa sebagai roh.
  • Ada yang menggambarkan Tuhan seperti sosok manusia suci.
  • Ada yang menggambarkan Tuhan Yang Maha Esa seperti sesosok mahluk besar dan sakti.

Mana yang benar? Yang benar adalah mereka yang tidak menggambarkan Tuhan Yang Maha Esa tidak dalam bentuk apapun, bahkan yang terlintas di hati sekalipun. Karena wujud hanya Dia Yang Maha Mengetahui. Bagaimana mungkin mahluk yang terbatas sanggup meliputi (menggambarkan) Dia Yang Tiada Batas??

Manusia hanya merasakan dengan fitrah tentang keberadaan Tuhan, kemudian membuktikan dengan segenap ciptaan. Sedangkan dibalik ciptaan ada Dzat Yang Maha Mendesign, Maha Cerdas, Maha Sempurna, Maha Besar, Maha Kuasa dan lain sebagainya.

Maka fikirkanlah Dzat dibalik segala ciptaan, karena itu adalah perbuatan Tuhan Semesta Alam.

Bukan membayangkan tentang wujud Tuhan, tetapi hakikat dibalik ciptaan sudah membuktikan akan adanya Sang Maha Wujud.


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment