Jul 12, 2014

Mengenal Tuhan dari Perbuatan_Nya

Saya bangga dan bahagia. Mengapa demikian? Karena blog saya dibaca oleh semua kalangan baik muslim maupun non muslim. Tema blog saya dalah "spiritual Beliefs", yakni keyakinan spiritual yang akan menghasilkan emosi spiritual yang berdaya dan digdaya. Bahkan beberapa member saya adalah non muslim baik Katolik, Protestan bahkan Budha.

Dari sebagian pembaca non muslim sebagian besar mengapresiasi tulisan saya, sebagian lagi mengkritik bahkan mencaci. Tak jarang banyak email masuk yang isinya tentang dakwah atau lebih tepatnya pemaksaan terhadap kepercayaan mereka. No problem, inilah pembelajaran.

Namun tak jarang juga member non muslim yang menanyakan tentang amalan dalam islam untuk memperlancar rezeki. Kemudian saya balasn secara umum saja. Artinya amalan yang bisa diamalkan oleh siapapun juga tak terkecuali. Misalnya
  • Sedekah/ memberi. Apapun yang kita berikan akan kembali kepada kita dalam jumlah yang lebih besar
  • Berdoa dengan yakin kepada Dia Yang Menciptakan langit dan bumi.
  • Sabar, tawakal dan pasrah sebagai bagian dari setting kuantum hati. 
  • Yakin Tuhan sudah menyediakan kemuliaan dimasa depan, sehingga tetap mengejarnya apapun yang terjadi.
  • Taubat. Yakni evaluasi, instrospeksi dan muhasabah diri. 
  • Hijrah, yakni pindah dari perbuatan buruk ke perbuatan baik. Atau pindah dari pekerjaan satu ke pekerjaan lain.
  • dll

Masalah utama mengapa mereka bertanya, kalau saya tangkap dikarenakan kekeringan rohani. Yakni ragu-ragu akan Tuhan yang mereka anut, sehingga menyebabkan hidupnya galau dan tidak terarah. Keyakinan yang ada sangat mudah luntur.

Untuk itulah pada kesempatan yang baik ini marilah kita sama-sama merenungkan persamaan konsep Tuhan
  • Tuhan itu Esa. Artinya satu dan tidak dapat dipisah-pisahkan bagaimanapun caranya
  • Tuhan itu tempat bergantung baik manusia, hewan, tumbuhan dan segenap alam semesta. Sementara Dia tidak bergantung kepada apapun. Segenap alam semesta sekecil apapun (atom) bergantung kepada_Nya. Satu saja partikel atom seperti elektron ditiadakan maka alam semesta akan rusak binasa. Tetapi jika alam semesta hancur lebur, maka Tuhan tetap Hidup dan Berkuasa.
  • Dia Tiada Batas, tidak boleh dibelah, dipisahkan, diperanakkan, beranak, menjelma menjadi patung, inkarnasi atau apapun juga hasil imajinasi manusia. Dia Maha Suci dan Maha Tinggi dari sifat-sifat demikian.
  • Tuhan tidak ada yang menyamai/ menyerupai_Nya. Tidak ada yang setara dengan_Nya. Segala imajinasi tentang Tuhan adalah produk pikiran, sedangkan pikiran adalah sesuatu yang sangat terbatas. Patung, roh, arwah, atau bentuk aneh dan sakti yang diwujudkan oleh pikiran adalah bukan Tuhan.

Tidak akan bisa kita membayangkan bentuk Tuhan. Kita hanya bisa merasakan_Nya melalui perbuatan_Nya. Misal
  • Pada proses kelahiran manusia ada sebuah proses yang teramat sangat cerdas, sempurna dan rumit. Bagaimana mungkin sel sperma mempunyai kecerdasan mengagumkan untuk berenang menuju sel telur. padahal jaraknya cukup jauh. Maka ketahuilah dibalik kecerdasan sel sperma ada Dzat Yang Maha Cerdas, Maha Sempurna, Maha Pintar (Berilmu)
  • Pada satu sisi sayap nyamuk ada keajaiban design. Manusia yang mampu mencipta/ mendirikan tembok china, menara eiffell, candi borobudur dsb tidak mampu menciptakan sayap nyamuk, dahulu, sekarang dan selamanya. Maka dibalik sayap nyamuk ada Dzat Yang Maha Mencipta, Maha Mendesign, Maha Hebat dsb.
  • Pada alam semesta yang serasi, seimbang dan lestari ada Dzat Yang Maha Mengatur, Maha Besar, Maha Kuasa dsb.

Itulah cara-cara kita bisa mengenal sifat dan perbuatan_Nya bukan pada Dzat nya. Dzat Tuhan hanya Dia sendiri yang mengetahui_Nya. Kalau ada manusia yang memaksa dengan imajinasinya membentuk Tuhan, maka ketahuilah bahwa ternyata Tuhan adalah ciptaan manusia, padahal tidak demikian. Misalnya
  • Bentuknya seperti patung, arca dsb. Maka itu tuhan buatan tangan manusia apapun alasannya.
  • Berbentuk manusia baik manusia yang di Tuhan kan atau Tuhan yang dimanusiakan. Manusia suci yang menjadi Tuhan, supaya bisa dilihat. Ini menyalahi sifat_Nya Yang Maha Tinggi dan tiada batas. Dia tidak terikat ruang dan waktu. Cobalah melihat matahari satu dari trilyunan bintang ciptaan_Nya, maka mata anda akan buta. Memandang matahari bisa buta apalagi memandang Tuhan? Inilah bentuk kasih sayang_Nya, dimana manusia dengan mata kepalanya tidak akan mampu melihat Tuhan.
  • Berbentuk roh, arwah atau sejenisnya maka inilah imajinasi manusia yang hendak menciptakan tuhan. Tuhan hasil ciptaan manusia. Bukankah ini tidak masuk akal? 

Sekali lagi lakukan perenungan dengan nurani. Kita tidak akan mampu membayangkan Dzat Tuhan, tetapi hanya melihat hasil perbuatan Tuhan.

Oleh karena itulah didalam Islam, tidak spesifik menyebut nama Tuhan kecuali Allah, Rabb, Malik dsb dimana artinya Dialah Dzat Tuhan. Allah dalam bahasa Indonesia berarti Dialah Dzat Tuhan, dimana Dzat_Nya hanya Dia sendiri yang mengetahuinya. Allah swt atau Allah Subhanahu Wa Ta'ala artinya Dialah Tuhan Yang Maha Suci dan Maha Tinggi.

Atau Ar Rahman yang dalam bahasa indonesia berarti Dialah Tuhan Yang Maha Pengasih. Al Malik artinya Dialah Tuhan Yang Merajai alam semesta. Dan sebagainya dimana termaktub dalam asmaul husna.


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment