Jul 23, 2014

Mengapa Harus Ikhlas, Sabar, Tawakal dan Pasrah

Kekacauan hati diindikasikan dengan rasa negatif. Iri, dengki, takabur, ujub, grusa-grusu, riya dan lain sebagainya sebagai manifestasi daripada sifat syetan. Tiada lain sifat manusia seperti diatas dilandasi oleh ketakutan, was-was, cemas, panik dan lain sebagainya sebagai manifestasi kharakter syetan. Bagaimana tidak takut, khawatir dan was-was? Sedangkan sandaran atau tambatan hatinya adalah mahluk lemah bernama syetan.

Kubur dalam-dalam sifat dan kharakter diatas. Caranya ada pada pembahasan sebelumnya, yakni muhasabah diri dan merenungi hakikat hidup dan juga tafakur alam semesta. Libatkan panca indera dengan jujur kemudian masuklah ke alam pikiran sampai anda merasa takjub dengan teknologi alam semesta. Lalu masukkan pemahaman dalam hati nurani dan lanjut kepada alam kehendak.

Memahami dalam hati tentang hasil dari muhasabah tersebut seperti
  • Memahami ada Yang Maha Mendesign teknologi tersebut
  • Memahami ada aturan/ sistem dalam design Maha Sempurna
  • Mengakui ada Dzat Tak Terbatas dibalik sifat dan perbuatan_Nya
  • Memahami kehendak_Nya yang Maha Memaksa.
  • Memahami Kasih-Sayang dan Pemurah_Nya.

Dengan mengumpulkan pemahaman demi pemahaman dalam hati maka akui pemahaman tersebut sebagai manifestasi adanya Dzat Yang Maha Besar, dimana disebut dengan Tuhan. Maka kumpulkanlah pemahaman demi pemahaman sebanyak-banyaknya tentang pesan/ iktibar/ ibroh/ hasil dari perenungan tersebut. Pada akhirnya ilmu hikmah akan anda dapatkan/ rasakan dan bisa anda endapkan dalam alam bawah sadar menjadi bahan bakar yang powerfull.

So, singkat saja kita bahas mengapa harus ikhlas, sabar, tawakal dan pasrah? Sebelum saya jawab maka ketahuilah ada makna/ substansi yang dalam dari keempat rasa sejati tersebut. Nanti akan saya bahas pada kesempatan yang lain.

Pertanyaan mengapa jawabannya sbb
  • Karena Sang Creator adalah Maha Memaksa. Yaitu memaksakan sebuah kejadian sebagai ketetapan yang baku sesuai dengan Kehendak_Nya tanpa campur tangan siapapun. Nasib atau hidup anda merupakan bagian dari ketetapan_Nya yang pasti terjadi, terlepas dari dosa anda pada masa lalu. Karena dosa mengakibatkan kejadian buruk lainnya sebagai sebuah mata rantai. Kaya, miskin, susah, senang dsb adalah ketetapan masa lalu yang sudah tidak bisa dirubah lagi.
  • Karena Sang Creator mempunyai aturan/ hukum yang sempurna/ pasti/ mutlak. Sperma adalah benda ciptaan Sang Creator yang ditujukan untuk bahan-bahan penciptaan manusia. Benda hina namun seolah-olah mempunyai kecerdasan luar biasa, dimana tidak ada satupun mahluk yang mampu menandinginya. Inilah salah satu aturan/ hukum/ science dari Yang Maha Cerdas.
  • Sedangkan ikhlas, sabar, tawakal dan pasrah sebagai sebuah alam kuantum pada akhirnya akan membentuk sebuah venomena/ kejadian sebagai sebuah siklus/ aturan/ sunnatullah. Ia adalah rasa sejati yang powerfull untuk menciptakan kemuliaan hidup yang pasti adanya.
  • Ke empat rasa sejati diatas disandarkan kepada Dia Yang Maha Tinggi dari segala apa yang ada dilangit dan dibumi. Dengan memahami hal ini maka rasa tersebut begitu digdaya berbalut sebuah keyakinan yang berdaya. Keyakinan menunggu kemuliaan sebagai sebuah Janji/ aturan/ rumus/ jalan yang sudah Tuhan YME sediakan bagi manusia, mahluk yang menjadi subyek ujian.

Wallaahu A'lam

Sementara ini dulu... Nanti disambung lagi

N/B: Kalau mau yang terperinci, sehingga rasa tersebut begitu dalam merasuk dalam hatimu, ikuti pembelajaran saya dalam magis7 disini.


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment