Jul 10, 2014

Logika Kesulitan, Logika Hutang

Artikel ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya tentang testimonial member kami. Artikel berjudul "Bisa Mendapatkan Uang 40 Juta dari Menagih Hutang". Tema yang akan dibahas kali ini mempunyai kaitan dengan artikel diatas yakni tentang logika kesulitan dan logika hutang. Dengan mengetahui dan meyakini kedua logika diatas Insya Allah kesulitan dan hutang anda akan terselesaikan.

Logika Kesulitan

Artikel sebelumnya menanyakan tentang adanya hutang yang belum diselesaikan sebesar 600 juta rupiah. Terkait dengan hutang diatas, logikanya hutang 600 juta usahanya juga senilai dengan itu. Bagi orang tertentu (seperti saya :) ) hutang setengah milyard lebih adalah fantastis, namun berbeda dengan orang yang lainnya. Bagi orang tertentu, berusaha/ bekerja agar hutang milyaran merupakan usaha setengah mati, namun bagi orang lainnya tidak demikian. Tergantung tingkat kematangan pribadi ybs.

Tingkat kematangan berbanding lurus dengan pendidikan, wawasan dan usia, dimana semakin tua seseorang seharusnya semakin matang dan semakin kaya. Harusnya seperti itu. Jika tidak demikian artinya ada sesuatu yang harus dicek kembali pada diri masing-masing. Tingkat kematangan berbeda dengan tingkat keyakinan dalam hal ini "iman". (arti iman = keyakinan). Kadang kala mereka yang sudah tua tidak kuat terhadap ujian, hal ini dikarenakan imannya kurang. Demikian juga ada yang masih muda namun ujiannya sudah berat dan mampu memikulnya dengan sebaik-baiknya. Ini masalah iman (keyakinan) bahwa seberat apapun beban pasti sebanding dengan iman sehingga kuat memikulnya. Ini paradigma yang harus kita miliki.

Inilah paradigma pertama yang harus kita yakini yakni semua ujian sebanding dengan tingkat keimanan, sehingga pasti mampu memikulnya. Tidak ada ujian yang kita hadapi diatas kemampuan. Jadi adanya hutang 600 juta diatas sesuai dengan tingkat kemampuannya dan pasti bisa memikul serta melunasinya dengan syarat mempunyai keyakinan tentang logika hutang yang benar.

Adapun logika kesulitan adalah sbb, "Satu kesulitan datang bersamaan dengan datangnya dua kemudahan". Logika ini diambil dari QS Alam Nasyrah. Kesulitan apa? Ya apa saja, bisa hutang, lemah perekonomian, bisnis, kesehatan, relasi, kekuasaan dan lain sebagainya.


Dibalik Hutang

Dibalik hutang 600 juta ada uang sejumlah 1.2 milyard. Ini jika kita sandarkan kepada janji Allah bahwa bersama satu kesulitan ada 2 kemudahan seperti termaktub dalam QS Alam Nasyrah. Kesulitannya adalah adanya hutang 600 juta, yang mendatangi hidup kita. Maka kemudahannya adalah adanya potensi untuk mendapatkan uang sebesar min 1.2 milyard yang bisa didapatkan dari sumber-sumber yang seringkali belum kita ketahui sebelumnya.

Prinsip kedua yang harus kita pegang adalah, bersama satu masalah/ kesulitan datang juga dua kemudahan. Analoginya begini. Bayangkan kita mendapatkan parcell yang isinya 1 buah apel dan 2 buah mangga. Maka 1 apel (kesulitan) yang datang dalam satu kardus/ kotak yang berisi 2 mangga (kemudahan) sekaligus.

Makanya orang-orang yang berprisnip demikian, ia akan lebih tenang, ikhlas dan tawakal. Rasa magis tersebut merupakan manisfestasi dari keyakinan bahwa memang ada 2 kemudahan tersebut yang akan didapatkan. Tugas kita fokus kepada 1,2 milyard bukan kepada sisa hutang sebesar 600 juta. Fokus kepada 2 kemudahan, sehingga hasil akhirnya adalah tabungan sebesar 600 juta.

Kalau sudah begitu otomatis pelan-pelan kemudahan yang dijanjikan akan mulai terlihat. Ini dimulai dengan terbukanya potensi penghasilan 1.2 milyard dari berbagai sumber. Maka lihatlah potensi itu dan berpikir serta bekerja lebih tekun untuk membuat 1.2 M menjadi real.


Kendala/ Permasalahan

Kalau kita sudah memahami dan meyakini tentang "iman" diatas, maka proses selanjutnya akan jauh lebih mudah. Namun seringkali kenyataan berkata lain seperti
  • Keyakinannya lemah. Ketika mendapatkan kesulitan sedikit saja, mudah sekali merasa sedih dan galau. --> Banyak muhasabah
  • Keyakinannya salah. Ini seringkali terjadi pada mereka yang "imannya" lemah, kemudian mencari sumber iman (keyakinan) yang salah. Paranormal, orang pintar, dukun, pohon, rajah, ajian dan mantra sesat, dsb. Hal ini tidak logis, namun tetap menjadi kepercayaan yang mengakar sebagian teman dan sahabat.
  • Efek lemah keyakinan. Ketika mendapatkan masalah misalnya hutang seharusnya kita banyak muhasabah dan berpikir. Kemudian banyak belajar, membaca untuk kemudian berusaha/ action untuk melunasi hutangnya. Karena kita lemah keyakinan maka langkah ini dilakukan seadanya saja.
  • Tergesa-gesa. Salah satu efek lemah keyakinan adalah tergesa-gesa dengan usaha yang sudah kita lakukan. "Saya sudah memuji_Nya, berdoa kepada_Nya dsb namun mengapa hutang tidak lunas?" Padahal kalimat doa adalah awal dari siklus yang harus dilakukan, sedangkan tahapan-tahapan yang harus dilalui masih beberapa langkah lagi.
  • dll

Sebagai penutup saya ingin mengulang 2 prinsip dasar didalam menyikapi kesulitan hidup yang harus kita yakini sebagai muslim, yakni
  • Prinsip pertama; Semua ujian sebanding dengan tingkat keimanan, sehingga pasti mampu memikulnya
  • Prinsip kedua; Bersama datangnya satu masalah/ kesulitan datang juga dua kemudahan yang menyertainya.

Adds
Bergabunglah bersama kami dalam belajar sukses 360 hari dalam rahasia kunci sukses, jangan ragu kami akan memandu. segera Klik disini

Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment