Jul 22, 2014

Kekacauan Hati adalah Pengaruh Syetan Menuju Jalan Kebinasaan

Hati manusia siapakah yang tahu? Tidak ada yang mengetahuinya kecuali kita sendiri. Dan yang mengetahui dengan detail isi hati kita adalah Penciptanya segala hati. Tahukah anda jikalau ternyata kita telah dan sudah mengacaukan hati kita dengan mengisinya rasa negatif? Ketahuilah rasa negatif itu berasal dari syetan.

"Kekacauan hati diinduksi/ dipengaruhi/ dikendalikan oleh syetan"

Sebelum kita membahas hal ini saya akan mengingatkan kembali pembahasan sebelumnya terkait dengan kekacauan kehendak sebagai alam kuantum yang paling lembut. Kehendak adalah manifestasi dari alam raga, alam pikiran dan alam hati sebagai sebuah pintu yang saling terhubung satu sama lain. Kehendak disebabkan oleh adanya bimbingan. Bisa bimbingan nafsu, bimbingan syetan atau dibimbing oleh Tuhan YME.

Memahami sesuatu itu letaknya dihati. Tetapi pemahaman yang lebih dalam lagi akan masuk kepada alam kehendak dan mempengaruhinya. Jadi pemahaman dalam hati akan masuk kepada pemahaman tertinggi yakni pemahaman alam kehendak.

Memahami tidak harus melihat ataupun mendengar. Memahami itu adalah menangkap sebuah pesan/ hikmah dari sebuah kejadian. Misalnya begini, ketika kita mengamati tumbuh-tumbuhan yang ada dihalaman rumah, lalu kita berpikir. "Kok tumbuh-tumbuhan dengan mekanisme dan alat-alat yang ia punyai bisa tumbuh, detik demi detik, menit demi menit dan tahun demi tahun?" Pikiran kita berpikir secara logis dan ilmiah, kemudian sampai kepada sebuah kesimpulan. "Sehebat apapun tumbuh-tumbuhan mereka tidak lebih dari kumpulan unsur dan materi yang dikombinasikan dengan menakjubkan" Lalu siapa dibalik sesuatu yang mendesign, menumbuhkan dan menciptakan fase demi fase secara menakjubkan ini?

Maka kemudian kesimpulan yang tidak bisa dilogikakan lagi akan dikirimkan kepada alam hati. Hati merasakan bahwa, "Tidak ada yang mendesign dengan sempurna sedemikian rupa, kecuali Dia Yang Maha Mendesign". Ya benar, Dia Maha Mendesign.

Pada akhirnya hati memahami ada kekuatan Tiada Batas yang tidak akan bisa dibayangkan oleh pikiran, dan hanya bisa dilihat hasil perbuatan_Nya saja. Dari hasil perbuatan_Nya, maka hati akan berkesimpulan bahwa Dia mempunyai Sifat Agung. Hati memahami ini dengan pemahaman yang yakin walaupun tidak melihat dengan mata kepala siapa Pendesign tersebut.

Tumbuh-tumbuhan itu berawal dari tidak ada, lalu ada, tumbuh dan mati. Maka hati memahami manusia itu sama dengan tumbuh-tumbuhan yang tidak ada, ada, lahir, tumbuh dan meninggal dunia. Kemudian hati memahami sesuatu hal yang lain dimana Sang Maha Pendesign, sekaligus Maha Pemaksa, yakni memaksa manusia dan alam semesta untuk mengikuti aturan dan rencana_Nya. Mau tidak mau pasti begitu..

Demikian seterusnya sampai hati memahami sebuah hikmah/ pesan/ iktibar/ ibroh atau apapun namanya dimana ternyata manusia diciptakan tidak asal-asalan. Sang Maha Memaksakan Takdir, tidak asal bermain dadu. Semua sudah direncanakan dengan teramat sangat detail dan sempurna. Setelah memahami secara keseluruhan tentang hikmah/ pesan tersebut maka pada akhirnya alam kehendak akan memegang kendali. Dimana seluruh tindak tanduknya, mau tidak mau harus ikut/ mengekor terhadap Sang Maha Pendesign tersebut.

Maka kemudian seluruh jiwa dan raganya melebur menjadi satu dengan Sang Maha Berkehendak. Mau dimuliakan, dihinakan, dikayakan, dimiskinkan dan lain sebagainya, ya harus ikhlas. Karena ikhlas atau tidak sama saja, Kehendak Agung tersebut akan memaksa dengan pemaksaan yang teramat sangat kuat.

Pada akhirnya, si hati akan yakin dan percaya bahwa jika kehendak kita digantungkan kepada Kehenda_Nya maka kemuliaan itu pasti diraih pada saat yang tepat. Mengapa? Karena ia yakin. Keyakinan yang didapatkan dari sumber yang jelas yakni kitab suci.

Nah, disinilah letak kekacauan yang sering kita lakukan dengan sadar atau tidak sadar. Kita mempunyai hati, namun tidak digunakan untuk memahami. Maka kemudian datanglah syetan memasukkan virusnya kedalam hati kita. Mengapa syetan datang? Karena kita tidak memiliki pegangan yang teguh.

Syetan datang dan memberikan rasa lemah, takut, was-was, panik, stress dan perasaan-perasaan negatif dari hati. Pada prosesnya kekacauan hati akan menginduksi/ menyebabkan/ meresonansi alam kehendak. Alam kehendak tersebut akan merespon hati yang sakit/ telah dikendalikan syetan dengan melakukan niat dan tindakan yang kacau/ lemah/ buruk. Seluruh jiwa dan raganya berjalan menuju syetan, sedangkan berjalan menuju syetan artinya sedang berjalan menuju kehancuran/ kebinasaan. Satu kata untuk mewakili jalan kebinasaan adalah "neraka".

Jelas sekali penyembah syetan akan menuju tempat tinggal syetan, tidak mungkin tidak. Jika jalan tuhan ke kanan, maka jalan syetan pasti ke kiri, walaupun manusia yang sedang berjalan tersebut merasa/ berprasangka sedang berjalan ke kanan (surga). Adalah mustahil menemukan kemuliaan/ kesuksesan/ kekayaan/ kbahagiaan atau bentuk karunia baik lainnya sebagai manifestasi dari sifat surga, namun kita berjalan ke kiri. Tentu saja semakin lama akan semakin jauh dari surga.

Hatimu sakit
Hatimu kacau
Hatimu gelap

Itu semua karena tidak menggunakannya sesuai dengan fungsinya. Karena tidak digunakan sesuai dengan fungsinya maka syetan mengambil alih dan mengendalikan. Kendali syetan dalam bentuk rasa, yaitu rasa marah, iri, dengki, takabur, ujub sekaligus rasa takut, was-was, panik dan lain sebagainya. Pada akhirnya ia akan mempengaruhi alam kehendak dengan mengikuti kehendak syetan yang akan menggiringnya menuju perjalanan arah neraka.

Anda bisa kembali kapan saja menuju arah yang benar. Mengapa demikian? Karena kawalan/ giringan/ pengaruh syetan itu lemah. Syaratnya anda harus menyisakan waktu untuk muhasabah diri dan menggunakan hati nurani untuk menyaksikan penciptaan alam semesta yang menakjubkan ini. Pasti ada proses dimana pintu kepahaman akan terbuka.

Setelah terbuka kembali pintu pemahaman maka langkah selanjutnya adalah mengakui dalam hati akan adanya Dzat Yang Maha Segala-Galanya, untuk kemudian tunduk, patuh, takluk dan mengikuti irama yang dikehendaki_Nya.

Masalah terbesarnya adalah seringkali kita sudah memahami akan adanya Dzat Yang Maha Segala-Galanya atau yang manusia sebut sebagai Tuhan Semesta Alam, namun tidak diikuti oleh pengakuan jujur nurani kita. Itulah sebabnya tindakan kita sebagai hasil dari alam kehendak manusia seringkali tidak singkron dengan jalan Tuhan. Mengakui adanya Tuhan namun ia tetap memaksakan diri berjalan menuju syetan.

Mengapa bisa demikian? Karena Tuhan punya aturan yang tertuang dalam kitab suci, dimana aturan tersebut mengikat. Sedangkan pengikatan aturan tersebut mau tidak mau harus mengorbankan hawa nafsu yang sudah kadung dimanjakan dalam waktu yang lama. Misalnya orang yang kaya, orang berkuasa, orang terpandang dan lain sebagainya dimana ada aturan Tuhan yang menyuruhnya untuk berbuat sesuatu yang bertolak belakang dengan keinginan. Halal dan haram, menyisihkan sebagian rezeki, tidak berzina dan aturan Tuhan yang mengikat lainnya dipandang sebagai sebuah hukum yang akan mencerai beraikan kesenangannya.

Padahal orang yang mengakui Tuhan tadi pasti meyakini bahwa semua pembangkangannya akan dipertanggung jawabkan. Padahal ia meyakini bahwa kekafirannya akan membinasakan, baik dalam waktu dekat maupun dalam waktu yang tidak diketahuinya. Tetapi syetan yang sangat cerdas selalu saja membuai impiannya sebagaimana ia dan bala tentaranya sudah sukses membuai bapak dan ibu kita, hingga keluar dari surga.

Sehingga pada saat yang telah ditentukan datanglah ajal yang sangat menakutkan. Ia hendak berlari tetapi percuma dikarenakan takdir Tuhan Maha Memaksa. Pada akhirnya jelaslah kebinasaan yang didapatkan. Tersingkaplah tabir perjalanannya selama ini, yakni perjalanan pasti menuju siksa abadi. Wallahu A'lam, hanya Allah swt Yang Maha Tahu.

Selanjutnya bagaimana? Apa yang perlu kita kaji dan pahami sehingga hidup kita tidak dikendalikan syetan? Adakah penjelasan lain yang lebih gamblang?

Jawabannya ada.. Tetapi berhubung jari saya sudah lelah, akan saya lanjutkan lain kali dikesempatan yang lain. Insya Allah

Dipersembahkan oleh
Magis7. Panduan pembelajaran 77 hari menuju rasa sejati dan pemahaman hati. Pemahaman tersebut akan menjadi keyakinan yang mengakar. Keyakinan tersebut akan dimanfaatkan untuk menjalani hidup dengan meyakini akan adanya kemuliaan dimasa depan. Klik disini untuk belajar bersama.

Lanjutan Magis7 adalah rahasia kunci sukses. Panduan pembelajaran 360 hari menuju sukses dan bahagia sekaligus. Setelah hati memahami, maka kemudian alam kehendak akan memperjalankan kita kepada kesuksesan dengan cara mengikuti aturan Sunnatullah. Klik disini untuk belajar bersama.

N/B:
Saya sudah menulis tentang lanjutan artikel diatas... Silahkan baca disini.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment