Jul 5, 2014

Kehendak Manusia dan Kehendak Tuhan

"Saya ingin makan". Maka tiba-tiba anda berjalan menuju ruang makan dan hasil akhirnya kenyang.
"Saya ingin menikah". Maka tiba-tiba anda berusaha mencari pasangan anda dan hasil akhirnya menikah.
"Saya ingin kaya". Maka tiba-tiba anda berpikir dan bekerja lebih keras dan hasil akhirnya kaya.

Itulah bagian dari kehendak manusia dimana kita bisa mengusahakannya sehingga kehendak tersebut terealisasi.

Kita tidak bisa berkehendak diluar kemampuan kita sebagai manusia misalnya, menginginkan lahir dikeluarga yang terhormat, kaya dan terkenal. Atau menginginkan lahir dengan hidung mancung dan kulit bersih serta tubuh sempurna. Kita juga tidak bisa berkehendak dan menginginkan matahari terbit lebih lambat satu jam. Itu mutlak kehendak Tuhan.

Kalau begitu manusia bebas berkehendak? Ya, jika kita berpikir sebagai manusia. Anda bebas membaca artikel ini atau menutupnya. Itu terserah anda. Namun jawabannya menjadi "TIDAK" jika kita berpikir dan memahami dalam skup yang lebih luas.

Kita bebas berkehendak apa saja, namun sudah didahului jauh-jauh hari sebelumnya (bahkan sebelum kita lahir) sudah didahului dengan kehendak Tuhan. Ingin makan, menikah dan ingin kaya adalah kehendak manusia yang sudah didahului dengan kehendak Tuhan.

Hal ini tidak berarti bahwa sebagai manusia hanya berpangku tangan karena berpangku tangan pada hakikatnya adalah kehendak Tuhan juga.

Ingin menikah tahun ini dengan pasangan yang baik, ini bagian dari kehendak manusia. Namun Tuhan mempunyai kehendak_Nya sendiri. Misalnya, anda tidak akan menikah tahun ini tetapi tahun depan, dengan pasangan yang tidak baik, karena anda sendiri bukan tipe orang yang baik.

Manusia bebas berkehendak, namun kehendak Tuhan lah yang pasti terjadi. Manusia berkehendak dengan keinginan-keinginannya yang tidak semua pasti terjadi, semua dalam kendali Kehendak Yang Maha Tahu. Inilah pentingnya berbaik sangka terhadap segala kehendak_Nya sebagai sebuah takdir dari Yang Maha Adil.

Kita ingin kaya kalau bisa secepatnya dan sudah berusaha mendapatkan kekayaan dengan cara bekerja keras. Namun kekayaan yang kita inginkan tidak kunjung berhasil diraih. Sebagian ada yang berputus asa sebagian ada yang tetap yakin bahwa hanya butuh waktu beberapa saat lagi.

Kehendak kita yang menginginkan kekayaan sudah didahului dengan kehendak Tuhan. Jadi kehendak manusia tersebut masih dalam bingkai kehendak Tuhan, maka kehendak Tuhanlah yang pasti terjadi. Anda bisa menjadi kaya atau tidak terserah kehendak_Nya yang begitu kuat mengalahkan kehendak kita. Bagaimana mungkin melawan kehendak Yang Maha Kuat, dimana Dia lah yang menerbitkan matahari dan menenggelamkannya?

Jadi langkah terbaik adalah membuat keinginan dalam doa, yakni berharap keinginan kita dikabulkan sesuai dengan kehendak_Nya, apapun itu. Keinginan yang menurut kita baik, namun bisa jadi tidak demikian, oleh karena itu percayakan keinginan anda dalam kehendak_Nya. Percaya dan yakin bahwa apapun kehendak_Nya adalah terbaik bagi kita sebagai hamba Tuhan. Tetap pasrah dan ikhlas apapun proses yang terjadi sebagai bagian dari kehendak_Nya yang akan mengabulkan doa. Apakah anda pasti kaya? Ya, Insya Allah karena ini bagian dari janji_Nya yang merupakan kehendak_Nya. Inilah yang namanya "IMAN"

Adds
Rahasia Kunci Sukses, Belajar meraih keimanan menembus batas ruang dan waktu. Jadilah satu dari ribuan member yang mendapatkan manfaatnya dengan cara klik disini.


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment