Jul 8, 2014

Kebangkitan Islam VS Agama Palsu dan Teroris

Teroris....! Penjahat...!
Agama yang menyebarkan perang dan pembunuhan keji
Nabinya Palsu, pedhopil, menjijikkan
Kitab sucinya palsu
Ajaran sesat dari Iblis...!


Itulah cap/ opini/ citra/ doktrin yang sukses mencuci otak-otak cerdas ala Eropa dan mulai menjadi virus mematikan dinegeri sendiri. Di barat/ eropa citra agama Islam begitu jelek dan buruk sehingga ketika mendengar Islam maka dalam benak mereka saat itu juga adalah "agama teroris". Mereka tidak tahu. Mereka perlu penjelasan dengan imbangnya sebuah berita.


Pencitraan/ penggeseran opini publik begitu kuat berpengaruh kepada cara pandang seseorang. Apalagi di negara kita ini dengan mudahnya pencitraan telah mempengaruhi bahkan prinsip seseorang secara membabi buta. Media yang dengan mudah diedit, dijadikan rujukan pembenaran, padahal tidak ada kebenaran dari media kecuali kepentingan bisnis semata.

Citra anti islam bahkan sudah mempengaruhi ummat islam itu sendiri di Indonesia. Mereka yang mengaku muslim malah alergi dan anti dengan aturan agama islam itu sendiri. Agamanya mengaku islam namun aturannya mengadopsi budaya dan kebebasan ala barat. Parahnya lagi mereka mengatakan bahwa merekalah yang mendapatkan petunjuk. Trenyuh...!

Agama kejam, itulah citra yang menyebabkan ketakutan luar biasa terhadap Islam. Saking bencinya (takutnya) mereka menggambarkannya seperti ini.

#. Tuhan dan Nabinya gambar tengkorak.
#. Pantas saja umatnya brutal dan barbar.



Foto #jakartapost

Ummat mayoritas hanya bisa marah tanpa mampu untuk berbuat lebih jauh. Buih dilautan yang sedang menderita penyakit "Wahn" hanya bisa terpaku dalam pilu. Menjadi rebutan kaum kuffar seperti kawanan anjing yang berebut tulang.

Bagaimana bisa berkutik? Media yang berani mencantumkan berita/ gambar provokatif sudah pasti berpikir ribuan kali sebelum menerbitkannya. Jaringan mereka sudah kuat baik di lembaga hukum, peradilan dan lain sebagainya. Sementara ummat islam yang miskin hanya terpinggirkan diujung jalan buntu. Ini salah siapa? Ya salah saya dan anda...! Masak nggak nyadar..!! Mengapa bisa demikian?

  • Karena semangat keagamaan kita kurang. Waktu sudah habis untuk mengejar dunia yang tidak jua didapatkan.
  • Karena kita acuh tak acuh. Merasa bukan masalah yang prinsip padahal kaum kuffar disana menganggapnya masalah yang sangat penting.
  • Karena kita salah menggunakan suara. Kita malah mendukung calon pemimpin yang salah. Calon pemimpin yang memberi peluang bagi semakin terpinggirkannya ummat islam. Kita gampang sekali terpengaruh oleh pemberitaan dan pencitraan media, sehingga logika kita menjadi sakit.
"Kita yang memasang perangkap, berharap tikus kecil tertangkap, tetapi kita sendiri yang terjebak" 

Sobat... Its over......!!!!!!
Mustahil kekuatan ummat akan sanggup melawan kecanggihan makar mereka. Kuffar bahu membahu saling membantu untuk meminggirkan kalau perlu memusnahkan Islam dimuka bumi ini dengan segenap daya dan upaya yang sistematis dan terencana. Mereka sudah jauh didepan kita, sementara kitanya hanya berjalan lunglai tak ada daya.

Its over...!!!! Permainan sudah selesai menurut logika manusia. Kalau tidak didahulu oleh janji Allah, bahwa kebangkitan itu terjadi, maka tamatlah sudah riwayat kita.

Sahabat...
Mulai sekarang bakar semangatmu supaya kedepan menjadi orang yang besar, hebat, kaya, tangguh dan unggul, sehingga daya dobraknya jauh lebih berkelas. Semua dalam rangka menjemput Janji Tuhan "Liyudhirohu 'aladdiini kullihi". Yaitu mengunggulkan agama yang hak yakni Agama Islam dalam kebangkitan Islam yang kedua diakhir zaman.


Inilah janji Allah yang pasti ditepati, "dengan atau tanpa anda"



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment