Jul 4, 2014

Hikmah Dibalik Ujian Hutang dan Masalah Ekonomi

Hutang dan masalah ekonomi lainnya memang nyata-nyata begitu menguras pikiran dan perasaan. Demi keinginan dan harapan membuncah supaya hutang bisa lunas banyak sekali cara-cara yang ditempuh. cara yang baik-baik, bahkan cara yang burukpun dilakukan. Berikut beberapa cara yang saya rangkum dari ribuan pertanyaan yang saya terima.
  • Mereka kembali kepada Allah dan bertaubat kepada_Nya terlepas memahami substansi taubat atau belum.
  • Mereka melakukan amalan rezeki terlepas benar atau tidak alasannya. Kebanyakan menerapkannya karena berharap hutang lunas dengan segera. Sebagian orang ketika menerapkannya namun hutang belum juga lunas lalu meninggalkannya.
  • Mereka menginginkan adanya donatur yang berbaik hati mau membantu masalah mereka dengan komitmen tidak akan berhutang kepada rentenir lagi.
  • Mereka datang kepada orang pintar kemudian tertipu. :)
  • Bahkan banyak saudara kita yang seiman meminta kepada pohon, demit, dan aktifitas klenik lainnya yang menyesatkan.

Menurut pengalaman saya sebagian orang yang terhimpit hutang dan masalah ekonomi lainnya dijamin pasti akan mencari jalan keluar, apapun itu. Ini bagus, karena nyata selama ini pikiran jarang dimanfaatkan untuk berpikir dengan baik dan benar. Padahal kalau kita mau berpikir, apalagi berpikir dengan jernih, Insya Allah selalu ada solusi.

Kalau saya dahulu pernah berhutang dalam jumlah yang lumayan. Kemudian otak dan pikiran saya peras sedemikian rupa sehingga menemukan solusi membayar hutang tersebut. Disisi lain saya menjadi lebih dekat kepada Allah dengan ribuan janji gombal. Kalau hutang sudah lunas maka saya berjanji tidak akan berhutang lagi. Kalau hutang sudah lunas maka saya akan menjadi orang yang dermawan dan lain sebagainya. Namun janji tinggal janji, setelah hutang lunas apa yang dijanjikan dilanggar dengan gampang tanpa merasa bersalah. Itu saya bukan anda.. Makanya kemudian masalah demi masalah hadir lagi dalam kehidupan kami.

Kemudian saya menyadari bahwa untuk menjadi orang baik tidak usah menunggu hutang lunas, tidak usah menunggu kaya dsb. Lakukan sekarang, maka hutang lunas dan hidup mulia (sukses dan bahagia). Memang tidak serta merta, namun membutuhkan proses. Proses itu akan kita nikmati sepanjang menjalaninya dengan ikhlas dan yakin.

Statemen dari Ibu Er seorang sahabat blog mungkin bisa dicontoh sbb

Ass.wr.wb.Pak Adhin..dari email yg dikirimkan ke sy..baik berupa artikel maupun video..semuanya telah merasuk dalam hati ini..semuanya memang benar..Dan saran yg diberikan alhamdulillah sudah terlaksana..Semoga bisa istiqomah sampai akhir hayat..
  • #. karena permasalahan saat ini adalah hutang yang belum terbayar, yang mana dari setiap jatuh tempo. Mereka selalu menanyakan kepada sy kapan bisa melunasinya.. Kadang hati ini menangis dan meratap kepada Gusti Allah.. Disatu sisi sy merasa bersalah kepada mereka yang uangnya ada pada sy dan belum terbayarkan, disisi lain sy pun sadar bahwa pertolongan Allah pasti akan datang, dan waktunya hanya Allah yang tahu. Saat ini saya selalu ikhtiar dan bermunajat kepada Allah......
  • #. terima kasih atas semuanya. Insya Allah sy selalu mencerna apa yg  bapak kemukakan dalam email dan selalu sy hujamkan dalam hati ini.. Semua masalah akan selalu bisa diatasi dengan ijin Allah dan berprasangka baik kepada Allah.

Memang begitu kok. Masalah itu terasa berat. Siapa bilang tidak berat? Tetapi semakin berat masalah semakin kita berpeluang untuk menjadi lebih baik.

Masalah saya sedikit berbeda dari anda. Dulu pada awalnya ketika menghadapi kritik, hujatan, cacian dsb saya merasa sakit hati. Namun saat ini kalau belum ada yang mengkritik saya, seperti ada yang kurang. Karena dengan hinaan mereka, cacian mereka, dan kritikan mereka menjadikan saya lebih tangguh. Dengan ketangguhan mental tersebut saya pernah dipercaya menjadi Manager diperusahaan swasta, menjadi ketua beberapa organisasi dsb.

Contoh SMS yang pernah saya terima dari nomor gelap ketika saya menjabat sebagai ketua organisasi sosial kemasyarakatan,

"Dasar Baxx (binatang jorok), tidak lihat kondisi sedang susah apa! Dikit-dikit sumbangan, dikit-dikit sedekah.. Baxx Loe (Binatang jorok)"

Ketika menerima cacian tersebut hati saya dongkol. Manusiawi. Kemudian secepatnya saya netralkan. 99 persen anggota organisasi tidak terima dengan hinaan tersebut, bahkan mau melacak nomor tersebut dan melaporkan kepada polisi. Disinilah pentingnya posisi leader didalam mendinginkan suasana. Dalam kondisi inilah saya belajar "kebijaksanaan dan kesabaran". Kebijaksanaan dan kesabaran dalam memecahkan masalah saya manfaatkan untuk pekerjaan saya waktu itu, sehingga dalam waktu dramatis karier saya melejit menjadi manager dalam waktu satu tahun saja. Bagi yang mau belajar naik karier dengan cepat bisa klik disini. 

Jadi terimalah ujian itu dengan baik. Percayalah ada dua kemudahan yang datang bersama satu kesulitan asalkan kita melihat kepada kemudahan tersebut. Tenangkan diri anda, netralkan hati dari rasa sakit hati, sedih dan trenyuh ketika mendapatkan perlakuan yang tidak baik. Setelah hati netral kemudian carilah solusi.

Iklan:
Magis7. 7 Langkah magis menetralkan emosi menuju transformasi diri menjadi manusia yang tangguh dan mulia (sukses dan bahagia). Klik disini untuk detail


Artikel Terkait



5 comments:

  1. Saya seorang ibu rumah tangga tadinya sy punya usaha dan bangkrut saat ini hutang sy menggunung.. cacian makian saya terima memang sudah jdi konsekwensi sy.. sy hanya berharap pertolongan Allah .. semoga sy bisa terbebas dari hutang segera

    ReplyDelete
  2. Saya seorang ibu rumah tangga tadinya sy punya usaha dan bangkrut saat ini hutang sy menggunung.. cacian makian saya terima memang sudah jdi konsekwensi sy.. sy hanya berharap pertolongan Allah .. semoga sy bisa terbebas dari hutang segera

    ReplyDelete
  3. Ya Alah dengan hanya bertawakal dan bergantung kepada Allah swt semoga hutang kita semua segera terlunasi dan tidak pernah terlibat hutang2 lagi. Amin Yra

    ReplyDelete
  4. Saya ibu rumah tangga.
    Terlilit hutang menggunung dan hutang dimana mana rasanya hidup tak tenang.depresi bgt.mana suami tak mau tau dengan hutang hutang saya.Yaa ALLOH kuatkan hamba menerima ujian ini.tolonglah hamba yaa ALLOH

    ReplyDelete