Jul 14, 2014

Dahsyatnya Aku, Cipta Rasa dan Karsa

Sebelum membahas cipta, rasa dan karsa, kita akan mengulas sedikit tentang aktifitas pekerjaan. Segala pekerjaan yang tidak anda nikmati secara menyeluruh berarti tidak melibatkan cipta, rasa dan karsa. Hasil akhir bisa ditebak yakni kegagalan. Pekerjaan, bisnis, olahraga dan seni yang sangat sukses merupakan akibat dari cipta, rasa dan karsa tersebut.



Cipta adalah citra dalam benak. Ia adalah penggambaran dalam kuantum pikiran dalam bentuk keinginan. Keinginan bisa berupa nafsu bisa juga berbentuk doa yang baik. Ketika anda menginginkan kekayaan maka citra yang nampak adalah uang melimpah, rumah baru, mobil mewah dsb. Untuk merealisasikan citra dalam pikiran tentang kekayaan maka anda akan membuat sebuah citra baru sebagai sebab. Ia adalah cara berupa bisnis baru, sesuai penggambaran anda.

Rasa adalah emosi dalam hati. Ia adalah kuantum hati berbentuk sebuah perasaan yang menyelimuti penggambaran dalam pikiran. Jika emosi dalam hati begitu bahagia dan bersemangat terhadap citra atau penggambaran dalam pikiran maka itu merupakan sebuah sinyal dimana akan menggerakkan diri dan jiwa menuju realitas citra.

Misalnya, ketika anda menggambarkan kekayaan maka rasa anda akan bersemangat. Ketika menggambarkan sebuah bisnis makanan maka rasa yang menyelimuti begitu besar setrumnya. Hal ini berbanding terbalik ketika anda menggambarkan sebuah bisnis yang lain misalnya bisnis pakaian. Cobalah untuk menggambarkan diri anda dan pekerjaan anda yang menimbulkan rasa paling bahagia dan sensasional, karena disitulah jiwa anda berada. Disitulah letak power dahsyat dari sebuah nama yang bernama karsa.

Karsa adalah kehendak. Ia adalah niat yang menyelimuti cipta dan rasa untuk membuatnya menjadi terlaksana. Jika cipta dan rasa sudah membaur menjadi satu, maka karsa adalah kekuatan yang akan membuatnya menjadi nyata dalam realitas fisik. Alih/ transformasi alam kuantum menjadi alam materi ditentukan oleh karsa. Karsa dimulai dari sebuah kehendak atau tekad dan dieksekusi melalui jiwa dan raga yakni kaki, tangan dan seluruh indera.

Orang yang sudah mengenal dirinya maka ia pasti mengenal cipta, rasa dan karsa yang membalut segala perbuatannya. Maka tak heran orang tersebut akan menjadi digdaya dalam bidangnya. Pernah mendengar "Kenalilah dirimu maka engkau akan mengenal Tuhan mu?"

Atsar diatas dapat diartikan bahwa, sesiapa yang mengenali dirinya dalam bentuk kelebihan/ sesuatu yang dominan mempengaruhi jiwa dan raganya maka ia sedang berjalan menuju rencana besar dari Tuhan Semesta Alam.
  • Einstein dengan teori relatifitasnya
  • Hittler dengan ambisinya
  • Mark Zuckenberg dengan facebooknya
  • Ronaldo dengan sepak bola
  • Aa' Gym dengan manajemen hati
  • Anda?
Terlepas dari benar/ tidaknya landasan karsa/ kehendak masing-masing, faktanya mereka adalah manusia besar dan unik.

Berbicara tentang landasan karsa sebagai bingkai dari cipta dan rasa maka kita akan dihadapkan kepada sebuah kenyataan bahwa masing-masing orang mempunyai sandaran yang berbeda. Kita sepakat sandaran Ilahi adalah sekokoh-kokoh sandaran.

Orang yang secara sadar, sesadar-sadarnya bahwa ia bersadar kepada Tuhan, maka keajaiban berikutnya terjadi. Yakni meleburnya cipta, rasa dan karsa secara otomatis menjadi sebuah keyakinan yang menembus batas. Sedangkan keyakinan itu bermanifestasi dalam bentuk kepasrahan total kepada rencana-rencana Tuhan Sang Pencipta. Kalau sudah begitu bukan kekuatan manusia yang berlaku, namun kehendak Tuhan untuk mewujudkan rencana_Nya sendiri melalui manusia yang bersangkutan. Inilah makna dari penciptaan manusia sebagai khalifah bumi untuk "Rahmatan Lil Alamin"

Sikap pasrah kepada Allah swt dalam artian yang sebenar-benarnya memang memberikan sebuah power atau daya yang luar biasa. Ketika kita pasrah maka tiba-tiba banyak orang yang digerakkan untuk membantu kita. Orang, situasi, kejadian, dan parameter lainnya mendadak berkolaborasi secara sinergis untuk memenuhi segala kebutuhan kita. This is miracle. Seperti diriwayatkan oleh Imam Ja’far dalam kitab Al Bihar dalam sebuah hadist Qudsy Allah swt berfirman:

"Apa-bila seorang hamba berkata, 'Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah' maka Allah menjawab, 'Hai para malaikat-Ku, hamba-Ku telah ikhlas berpasrah diri, maka bantulah dia, tolonglah dia, dan sampaikan (penuhi) hajat keinginannya."

Kalau sudah begitu, orang yang sudah memahami hal ini tidak akan membedakan mana kesulitan dan mana kemudahan. Sudah tidak ada lagi was-was, merasa tidak PD, takut dan lain sebagainya didalam menghadapi dinamika hidup. Mengapa bisa demikian? Karena DIRI (cipta, rasa dan karsa beserta jiwa dan raga yang menyertainya) sudah melebur menjadi satu dengan cahaya Tuhan. Ia sudah tidak mampu melihat dirinya sendiri dalam keangkuhan dan egoisme pribadi. Yang dilihat hanya perbuatan-perbuatan baik untuk sesama dan semesta alam sebagai manisfestasi dari perbuatan Tuhan yang melingkupi diri pribadi.

Kemudian yang terjadi selanjutnya merupakan keajaiban besar, yakni rencana Tuhan untuk membesarkannya, sekaligus mensucikannya dari perbuatan-perbuatan tercela atau perbuatan setan sebagai wakil mahluk yang anti perbuatan Tuhan.  Syetan adalah perbuatan anti Tuhan.

Pernahkah anda merasa khawatir, was-was, dan ragu akan masa depan yang terlihat begitu gelap? Pernahkah anda takut akan kegagalan? Substansinya bukan kegagalan yang menjadi masalah besar tetapi sumber rasa tersebut yang harus disetting ulang. Sumber rasa yang berasal dari dalam diri sendiri akibat tidak mengenal cipta, rasa dan karsa sebagai langkah awal.

Maka dengarkanlah suara hati berikut ini

"Hai........(sebut nama sendiri) perkenalkanlah. Aku adalah dirimu sendiri...... Aku berada didalam dirimu, namaku PRIBADI. Engkau selalu menyebut namaku tanpa mengenal aku, sehingga hidupmu dipenuhi dengan keputus asaan, kegagalan, kesedihan dan penderitaan. Engkau selalu menyebut namaku namun tidak melibatkan aku didalam setiap pekerjaanmu. Akibatnya engkau selalu dalam kesulitan dan kebimbangan"

"Akulah dirimu, manusiamu maka kenalilah aku sebagai engkau. Akulah manusiamu, namun engkau meninggalkanku dan lebih memilih menjadi robot. Buktinya segala perbuatan dan pekerjaanmu engkau lakukan setengah hati sehingga menimbulkan kejenuhan hebat"

"Engkau sedang bermasalah dan tiada tahu bagaimana mengatasinya dan kepada siapa engkau harus meminta pertolongan. Sebenarnya engkau tak perlu menderita, asal saja engkau senantiasa menyertakan Aku dalam segala perbuatanmu. Maka arahkanlah perhatianmu pada diriku pribadimu sendiri. Karena akulah jembatan yang akan menghubungkanmu dengan Sang Pencipta yang akan mengabulkan segala hajat dan keinginanmu. Engkau mempunyai warisan kekuatan yang hebat dalam dirimu. Akulah yang menjadi jembatan Tuhan bagi segala apa yang engkau kehendaki, yang dapat mengubah hidupmu penuh bahagia, mengubah rasa takut menjadi sentosa; mencukupi dikala kekurangan, menghibur dikala duka; menyembuhkan dikala sakit; melindungi engkau dari segala marabahaya". 

"Percayakanlah kepadaku segala sesuatu yang menjadi kebutuhanmu, semua cita-citamu, demikian pula hari depanmu. Semuanya pasti akan terwujud nyata. Ketahuilah wahai aku (nama anda), aku pribadimu yang akan menyampaikan kepada Tuhan segala hajatmu. Oleh karena itu, kenalilah aku karena aku akan mengenalkanmu kepada Tuhan ku dan Tuhan mu."

Bersambung...

Sambungan artikel ada disini.

Ads
Rahasia Kunci Sukses. Rahasia mengenal diri sebagai jembatan kesuksesan dan kebahagiaan. Belajar dengan kami disini.


Artikel Terkait



4 comments: