Jun 5, 2014

Waktu Yang Tepat Untuk Berpikir Adalah Sekarang

30 tahun lalu. Ya, 30 tahun lalu saya ingat betul, pada sebuah moment ruang dan waktu yang real. Yakni pada saat malam hari, pada umur sekitar 4 tahun, saya terjatuh dari tempat tidur. Sungguh kaget saya dibuatnya. Tentu saja saya mendadak bangun dan merasakan sakit sekali dikepala saya. Saya menangis. Ibu saya (yang saat itu ditinggal ayah saya yang sedang merantau), segera saja meraihku dan menggendongnya sebentar.



"Tidak apa-apa Nak? Jangan nangis ya?. Diam ntar ada hantu" Kata Ibu Saya.

Kemudian Ibu saya menidurkan saya kembali. Saya masih menangis menahan sakit di kepala, namun rasa kantuk seorang balita mengalahkan rasa sakit tersebut, sehingga saya tertidur.

Pembaca, ini kejadian 30 tahun yang lalu dimana rasanya begitu nyata. Ruang dan waktunya sangat nyata. Rasa sakit kepala juga sangat nyata. Itulah sedikit kisah yang masih bisa diingat semasa balita. Karena memang susah mengingat moment dimana akal belum tumbuh dengan sempurna.

Anda masih bisa mengenang saat-saat kecil, yakni sewaktu balita? Coba sekali-kali diingat, barangkali ada sebuah momentum yang bisa anda putar kembali. Kenangan masa lalu saat-saat kecil.

Itulah momentum 30 tahun yang lalu dimana mengandung hikmah yang dalam. Apakah 30 tahun ke depan yang pasti adanya saya masih didunia? Atau sudah meninggal dan berada dalam alam kubur? Wallahu A'lam.

Tetapi coba renungkanlah, seandainya 30 tahun yang lalu adalah sekarang, kemudian sekarang kita sudah berada di alam kubur, dan masih bisa mengenang dengan jelas sebuah peristiwa. Hanya ada 2 kemungkinan yakni menyesali aktifitas 30 tahun yang lalu atau mensukurinya. Menyesali karena dahulu melakukan perbuatan-perbuatan salah dan dosa sehingga saat ini didalam kubur mendapatkan balasannya berupa azab dan siksa. Mensukuri karena dahulu aktiftas berat yang dilakukan bernilai ibadah sehingga mendapatkan pahalanya dalam kubur. Siksa yang hendak mendatangi dalam kubur diusir oleh amal kebaikan tadi.

Jelas sudah bentangan waktu 30 tahun atau 50 tahun atau 75 tahun adalah singkat. Bahkan sangat singkat. Buktinya saya masih bisa merasakan dengan jelas kejadian 30 tahun yang lalu baik ruang, waktu, rasa, orang dan lain sebagainya. Bentangan waktu 30 tahun tersebut terasa hanya sepersekian detik saja.

Sekalian saya ingin memperingatkan,
  • Boleh jadi anda miskin, namun percayalah kemiskinan tersebut akan berlalu. Maka sikapilah kemiskinan itu dengan sabar dan tabah. Toh akan berlalu.
  • Boleh jadi anda kaya raya. Percayalah kemewahan yang anda dapatkan sebagai titipan akan berlalu. Jangan hanya menuruti hawa nafsu namun manfaatkan kekayaan tersebut sebagai sarana bekal ibadah.
  • Boleh jadi anda cantik, sehingga menjadi model, artis dan lain sebagainya. Jangan ekslpoitasi kelebihan anda. Semua kecantikan akan hilang, bahkan tubuh cantikmu akan dimakan cacing dan belatung. 
  • Boleh jadi anda pintar, maka jangan menggunakannya untuk menggurui orang lain. Gunakanlah untuk manfaat sesama.
  • Boleh jadi anda berkuasa. Jangan manfaatkan untuk menipu dan menzalimi rakyat. Jadikan ia bekal alam akherat.

Yakin, seyakin-yakinnya apapun kondisi, posisi, dan situasi anda sekarang pasti ia akan lewat. 100% haqqul yakin. Jangan sampai menyesal esok hari, 1 tahun kemudian, 5, 10, 20, atau 50 tahun kemudian ketika kita sudah berada dalam alam kubur. Tidak ada yang tahu kapan ajal menjemput.

Yang jelas ketika kita berada dalam alam kubur anda akan ingat dengan nyata, saat-saat dimana anda berbuat dosa atau berbuat kebaikan. Sebagaimana saya ingat kejadian nyata 30 tahun yang lalu dengan jelas. Disitulah penyesalan yang tiada berguna.. Kesadaran yang tidak ada gunanya sama sekali.

Sadar namun sia-sia. Mengerti namun tak ada guna. Yakin namun tidak ada daya. Karena tidak mungkin kembali ke dunia dan memperbaikinya. Momentum anda adalah sekarang ini, saat masih diberikan kesempatan untuk berpikir. Maka gunakanlah pikiran dan akal untuk menerti dan memahami sebuah hikmah. Mudah-mudahan Allah swt memberikan kepahaman kepada kita. Amin


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment