Jun 6, 2014

Sudah Sholat dan Zikir Tetapi Hasilnya (rezeki) Belum Ada. Mengapa?

Mohon masukan nya pak, saat ini saya merasa frustasi, krn apa yg selama ini saya lakukan membaca amalan, sholat hajat dan sholat dhuha, dan tentunya sholat lima waktu saya laksanakan, tp hasilnya blm ada, amalan dari mulai membaca surat Al-Wakiyah sampai zikir tp tetap saja tidak ada hasil bahkan sampai saya berfikir hidup ini ngga adil, kita dengan niat yg baik dan melaksanakan semua kewajiban tp justru rejeki seret tp sedang org lain yg menjalankan kewajiban tidak teratur bahkan mungkin tidak pernah melaksanakan kewajiban sebagai muslim nyata nya rejekinya sangat banyak. Saya mohon masukan nya? Sekarang saya malah meninggalkan kewajiban sebagai muslim dan saya menjalani hidup ini mengalir aja.(Email dari ES)

Jawab: Semoga diberikan kepahaman tentang amalan tersebut, sehingga apa yang didoakan bisa segera terealisasi. Amin

Pertama, frustasi karena amalannya tidak ada hasil?. Malah seharusnya ketika mengamalkan amalan tersebut anda harus menundukkan hati. Membuatnya relaks, damai, khusuk dsb. Kalau frustasi artinya makna yang terkandung didalamnya tidak dipahami dengan benar. Percuma mempraktekkan namun hatinya putus asa. Saran saya belajar lagi. Baca-baca blog ini gratis..

Kedua, hidup nggak adil?. Itu menurut ukuran manusia. Karena Tuhan mempunyai ukuran_Nya. Kalau dunia ini menurut keadilan manusia maka hancurlah bumi ini. Sebagian orang merasa bahagia dengan ketidak cukupannya sebagian lagi merasa tak adil. Sebagian orang cacat namun kaya merasa dunia tak adil dan mengatakan, "Seharusnya saya kaya tetapi tidak cacat". Orang Afrika mungkin akan mengatakan, "Dunia ini tak adil, seandainya saya hidup apa adanya di Indonesia pasti saya bahagia". Orang Irak mungkin mengatakan, "Sungguh dunia tak adil, seandainya saya tinggal di Indonesia walaupun tidak punya apa-apa pasti saya bahagia, dibanding disini punya harta namun terancam nyawa karena selalu saja ada peperangan". Jadi adil menurut manusia relatif.

Ketiga, mengapa amalan yang dipraktekan tidak membuat kaya?. Ini kekeliruan mendasar. Bukan amalan yang membuat kaya, bukan sama sekali. Amalan dalam ibadah sunnah adalah charger keyakinan bahwa Allah akan mempermudah kita didalam menemukan solusi. Kalau sudah yakin, maka yang akan terjadi adalah keajaiban yang mengagumkan. Seorang Istri yakin bahwa suaminya akan bertanggung jawab, maka ia rela menyerahkan semuanya untuk suami tercinta.

Ketika kita yakin kepada Allah swt, maka sudah pasti kita akan bekerja keras dengan jiwa dan raga untuk membuktikan janji_Nya. Tidak frustasi, tidak putus asa. Terus berusaha sampai membuktikan Janji Allah. Inilah mukmin sejati. Tidak munafik, tidak pura-pura beriman, tidak juga imannya lemah. Orang yang imannya lemah, sedikit saja ada ujian langsung menyerah. Itu bukan anda..!

Keempat, orang lain yang tidak sholat mengapa rezekinya lancar?. Kalau mau seperti orang lain silahkan, namun tidak ada jaminan sama sekali rezeki anda juga lancar. Malah prediksi saya sebaliknya. Ini masalah mental dan kharakter. Bill Gates kaya raya, demikian juga Warren Buffet, Mark Facebook dan jutaan orang lainnya yang tidak sholat. Tetapi mereka pekerja keras. Kalau mau seperti mereka silahkan, bekerja keraslah demi duni niscaya akan dibukakan dunia dan segala isinya, namun kemudian akan dibinasakan pada akhirnya, seperti Qorun, Firaun, Namrud dsb.

Memang orang mukmin sudah pasti dicoba. Pasti itu, tidak mungkin tidak. Hanya ada 2 hasil, lulus atau tidak lulus. Kalau lulus balasannya dunia akherat dalam kesuksesan dan kebahagiaan, kalau tidak lulus balasannya juga dunia akherat. Dunia tidak bahagia lebih-lebih akherat. Wallahu A'lam.

Kelima, saya ingin kaya makanya saya melaksanakan amalan dan doa kaya. Ini juga salah pemahaman. Jangan jadikan kekayaan dunia sebagai tujuan utama. Uang yang melimpah, mobil, rumah mewah, dan gambaran keduniaan lainnya. Dengarkan ini, menjadi orang yang berguna dan bermakna untuk sesama dan semesta dalam bingkai Ridho Ilahi dimulai dari sekarang apapun kondisinya. Jadikan hal ini sebagai tujuan hidup. Niscaya dunia bisa anda kendalikan (didapatkan dengan mudah), namun tidak meninggalkan akherat.

Keenam, kenyataan ini menjadikan saya sudah jarang ibadah?. Silahkan saja, itu keputusan masing-masing dengan segala konsekwensinya. Anda sholat silahkan tidak sholat juga silahkan. Namun jangan beranggapan ketika sholat kemudian Allah senang dan memberikan limpahan rezeki dan karunia tak terbatas. Tidak seperti ini pemahamannya. Seluruh mahluk tidak ibadah, juga tidak akan mengurangi kemuliaan_Nya sedikitpun. Kita sholat atau ibadah lainnya, untuk kebaikan dan keselamatan kita sendiri, demikian juga sebaliknya.

Kalau boleh memberikan nasehat, belajarlah lebih dalam lagi tentang keimanan kepada Tuhan. Sekali-sekali menyepi dan merenunglah. Berbaur dengan alam semesta. Dia yang menumbuhkan rumput, Dia pula yang meluaskan galaksi dan alam semesta. Dia yang membuat pepohonan tumbuh dari biji sampai berbuah dengan buah yang melimpah. Detik demi detik sampai hitungan beberapa tahun sampai ia berbuah, Allah lah yang mendesign dan menciptakan.
http://rahasiakuncisukses.com/?id=wahyu

Dia yang menyempitkan rezeki, Dia pula yang meluaskannya. Namun semua ada ukuran. Ada waktu yang tepat bagi sebuah pohon untuk berbuah. Jangan memaksa pohon mangga tumbuh tinggi sebelum waktunya, demikian pula jangan memaksa berbuah sebelum waktunya. Tidak akan bisa!.

Maksudnya berdoalah kepada Allah hajat kita semua, rawatlah doa tersebut sebaik-baiknya. Amalan dan doa adalah charging keyakinan bahwa apa yang kita tanam pasti berbuah. Sedangkan yang menumbuhkan dan memberikan buahnya (rezeki) bukan kita tetapi Allah. Tugas kita cukup meniatkan dalam doa kemudian merawat doa tersebut. Insya Allah akan berbuah pada saatnya yang tepat.

Presented by Rahasia Kunci Sukses. Mau belajar Amalan dan Doa Sukses? Klik disini.


Artikel Terkait



2 comments:

  1. Keluhan dari es sama seperti saya.tapi istiqomah aja insya Allah akan ada solusinya

    ReplyDelete