Jun 22, 2014

Sudah Ibadah Tetapi Rezeki Masih Susah, Sabar Sampai kapan?

As wr wb! Bung Adhin! Saya mau curhat aja deh. Saya seorang ibu sekaligus pekerja dan penopang hidup keluarga.Bagaimana tidak bung Adhin suamiku tdk bisa menafkahi keluarga bukannya malas dan tidak mau berusaha dia pekerja keras dan ora eruh wayah. Banyak pekerjaan dtng padanya tetapi setiap kali tinggal selangkah mendapat hasil selalu ada kendala!

Ini dah bertahu2 bung Adhin! Tdk ada rasa pts asa selalu berusaha. Tetapi tdk pernah ada hasil! Dhuha tahajud sholawatan rutin setiap hari! Belum rejekikah! Kenapa bertahun tahun! Apa yg salah! Sampai kapan sabarku! Sabar adakah batasnya bung Adhin! Rasa marah kecewa menjerit jadi satu! Aku menjadi malas dengan suamiku ingin rasanya aku menyuruhnya pergi jauh! Tp dengan melihat anak anak aku tidak tega!

Bung Adhin dengan berjalannya waktu dimataku suamiku tdk ada artinya apa2. Tetapi bung Adhin saya selalu mensyukuri nikmat Allah Dia masih menyayangiku walapun suamiku spt itu aku bisa membuat rumah beli spd menyekolahkan anak2 dan mencukupi kbthan anak2. Bagaimana bung Adhin! Harusnya ini adalah tnggung jwb suamiku! Kenapa malah aku yg menanggung suami! Bagaimana ini! (Email sahabat Blog)

Jawab: Semoga suami segera mendapatkan pekerjaan yang baik ya?

Baiklah saya ringkas pertanyaannya menurut versi saya..
  1. Mengapa sudah dhuha dan tahajud rezeki tak kunjung lancar?
  2. Suami belum mendapatkan pekerjaan yang baik walaupun sudah berusaha keras
  3. Sabar sampai kapan?

Saya jawab singkat,mengapa sudah ibadah sunnah untuk memperlancar rezeki tetapi sudah bertahun-tahun rezeki tidak membaik? Tidak ada yang salah dengan dhuha dan tahajud. Yang salah adalah Anda yang tidak percaya/ yakin amalan tadi. Percaya dan yakin bahasa arabnya iman. Artinya iman anda masih perlu ditingkatkan. Bagaimana supaya iman meningkat
  • Terapkan amalan tadi dengan mengerti makna. Kalau sholat dhuha ya harus mengerti artinya, supaya pikiran tahu apa yang dibaca dan hati mulai tergetar dengan iman
  • Lakukan amalan tadi dan jangan tanyakan kapan rezeki lancar. Mau setahun dua tahun jangan pedulikan, sampai impian dan doa anda benar-benar menjadi nyata. Senyata-nyatanya. Kalau sudah membuktikan Insya Allah iman akan bertambah.
  • Belajar keimanan. Iman itu ada dalam rukun iman. Allah itu siapa, dimana, bagaiman dst, sampai menemukan pemahaman yang benar. Sampai percaya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah Rosulullah. Percaya dan yakin seyakin-yakinnya. Kemudian percaya dan yakin kepada malaikat sebagai tentara tuhan di langit dan dibumi, yakin kepada kitab Allah, Nabi dan Utusan, Qodo dan Qodar, Surga dan Neraka. Ini membutuhkan pembelajaran yang tidak singkat. Sering-seringlah tafakur dan merenung dalam keheningan. Lihat rumput yang tumbuh, ombak yang bergelombang, angin yang berdesir dsb.

Kalau iman sudah tertancap, maka melakukan amalan rezeki tidak akan bertanya-tanya kapan rezekinya lancar. Karena Allah Maha Tahu, kapan kelimpahan itu pantas kita dapatkan, sementara kita tidak tahu. Termasuk suami yang belum mendapatkan pekerjaan yang baik. Kalau sudah ada iman, maka kesabaran tidak akan ada batasnya.

Islam itu benar, dan semua logis. Tinggal kitanya belajar supaya yang logis itu bisa kita ketahui dan pahami menjadi sebuah keyakinan. Disini saya tidak mungkin menjelaskan hal ini, karena sangat panjang penjelasannya.

Bukan salah amalan, suami atau siapapun. Semua salah kita, maka inilah pentingnya melakukan instrospeksi diri. Ini salah kita didalam menempatkan diri kepada rasa yakin, sabar, iman, cinta dsb. Dan rasa itu bukan diamalan dan perbuatan, tetapi ada dihati yang menjadi sebuah prinsip hidup selamanya.

Kalau beriman maka tidak akan bertanya kapan waktunya suami mendapatkan pekerjaan. Terus lakukan amalan rezeki, Insya Allah ada ruang dan waktu yang tepat untuk kelancaran rezeki.

Kalau yakin Allah akan memberikan karunia berupa solusi dan jalan keluar maka sudah pasti sabar sampai kapanpun. Inilah ujian keimanan.
http://rahasiakuncisukses.com/?id=wahyu

Kalau cinta maka tidak akan menyalahkan suami. Salahkan anda mengapa mau menerima lamaran suami. Rumah tangga ada ujiannya, dimana-mana sama. Cinta itu berkorban dengan ikhlas, maka ikhlaslah berkorban demi suami dan anak-anak. Kalau cinta tersebab harta maka tak ada harta tak ada cinta. Berarti ikhlaslah kemudian bicarakan dengan suami dengan baik. Sekali lagi bicarakan baik-baik jangan diem-dieman.

Nafkah memang tanggung jawab suami, istri tugasnya lebih kepada mengurus keluarga. Inilah pentingnya dialog berdua dengan pasangan.

Ajak keluarga supaya mengadu kepada Tuhan. Berdoalah bersama-sama kepada_Nya. Mohon ampunlah kepada_Nya, barangkali ada dosa dan maksiat yang menyebabkan rezekinya seret.

Adds
Rahasia Kunci Sukses. Rahasia meraih keyakinan akan rezeki dan kesuksesan, klik disini untuk penjelasan detail


Artikel Terkait



2 comments:

  1. Kalau di bahas dari segi agama kesimpulanya dikembalikan pada pribadinya yang tidak akan ada habisnya.
    Tetap semangat saja..coba apapun. Tidak harus melamar kerja.

    ReplyDelete
  2. Jika sudah paham apa itu ikhlas...maka pahami lbh dalem scr objektif apa itu ikhlas...maka dunia akan di tangan kita

    ReplyDelete