Jul 1, 2014

Rahasia Dibalik Doa Menyembuhkan Segala Penyakit Paling Manjur

Assalamualaikum wr .wb.  Pak Adhin yth .Saya barusan dpt kabar paman Saya kecelakaan gagar otak dan dirumah sakit sampai sekarang blm sadar.Pak Adhin Saya minta tolong doa apa supaya paman saya mendapat pertolongan dari Allah SWT..dan supaya bisa melewati masa. kritis.Saya mohon bantuan doa terima kasih.(siti r).

Jawab: Saya dan pembaca mendoakan semoga cepat sembuh. Amin

Berikut doa menyembuhkan penyakit warisan Nabi saw




Dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam biasa membacakan doa pelindungan kepada sebagian mereka (sahabatnya), beliau mengusap orang tersebut dengan tangan kanan beliau lalu beliau membacakan doa:


«أَذْهِبِ البَاسَ رَبَّ النَّاسِ، وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا»


“Hilangkanlah penyakit wahai Rabb manusia dan berilah kesembuhan, sesungguhnya Engkau adalah Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali dengan kesembuhan dari-Mu, (berilah) kesembuhan sepenuhnya yang tidak menyisakan penyakit.”. (HR.Bukhari no. 5750 dan Muslim no. 2191, lafal ini adalah lafal Bukhari)

Berdasarkan beberapa atsar Rosulullah saw sudah sering mengobati sahabat yang sakit. Dengan membaca doa, dibarengi usapan tangan, air putih, bahkan dengan air ludah beliau yang berkhasiat. Ajaibnya semua penyakit sahabat bisa sembuh, kecuali kematian. Selain itu banyak juga orang lain yang mampu menyembuhkan penyakit dengan doa diatas. Mengapa bisa demikian?

Sebelum membahas kita juga harus tahu bahwa saat ini lebih banyak yang merasa tidak pede mengobati orang lain dengan doa dan media diatas. Pun dengan pasien lebih suka mengobati penyakitnya dengan mengunjungi dokter dan rumah sakit. Padahal dokter dan rumah sakit tidak lebih hebat dari pada Yang Maha Menyembuhkan. Tidak salah, tetapi seyogyanya  niat nya benar.

Saya meyakini cara Nabi saw jauh lebih mustajab dengan syarat sbb
  • Yang mengobati adalah mereka yang sangat kuat iman (keyakinan) kepada Allah, Yang Maha Menyembuhkan. Keyakinan yang mendarah daging bahwa tidak ada kesembuhan kecuali kehendak Yang Maha Menyembuhkan. Hal ini agar energi atau aura keyakinan yang dipancarkan melalui doanya dan tatapan matanya bisa benar-benar meyakinkan pasien. Keyakinan dari sang penyembuh akan mempengaruhi keyakinan pasien dengan signifikan. Hal ini menyebabkan proses self healing akan bekerja dengan menakjubkan.
  • Ikhlas karena Allah. Semakin murni keikhlasannya, semakin kuat daya penyembuhannya. Semakin pasrah semakin cepat sembuh. Ini ibarat sebuah selang air yang bersih dari kotoran yang mampu mengalirkan air dengan sangat lancar. Jikalau selang tersebut ada kotorannya maka air yang keluar menjadi tidak lancar bahkan mampet. Jika ada seseorang baik Kyai, Ustadz dsb yang mengobati orang sakit dengan tarif tertentu, inilah yang bisa menyebabkan selang tadi kurang lancar bahkan mampet.
  • Sarana yang digunakan bersih, baik air, pakaian yang mengobati maupun pasien dsb.
  • Disarankan sudah berwudhu, sehingga tingkat khusuknya bisa lebih signifikan

Masalahnya, ternyata tingkat keimanan saya dan kita-kita masih perlu dipertanyakan. Anda pernah melihat film Saur Sepuh? Mereka hanya merapalkan mantra, tiba-tiba pendekar tersebut menjadi sakti mandraguna. Mengapa demikian? Karena mereka yakin seyakin-yakinnya. Sementara kita lebih yakin dengan dokter dari pada Yang Maha Menyembuhkan. Ini aneh, tetapi inilah kenyataan yang terjadi.

Atau ada sebuah kisah dalam sebuah atsar dimana seseorang yang ingin pergi ke Mekah pada jaman wali songo. Orang tersebut mendapatkan nasehat dari orang lain yang berasal dari gurunya yang sangat ia percaya. "Bawalah 2 buah daun, taruh di laut, kemudian bacalah Ya Kayuku Ya Kayumu (Yaa Hayyu, Yaa Qoyyumu), maka engkau akan sampai Mekah". Kata kakak seperguruan yang sebenarnya hanya ngerjain adik seperguruannya.

Tanpa diduga, nasehat itu diterima dengan yakin oleh adik seperguruan, karena yang memberikan wejangan adalah gurunya sendiri. Maka ia membawa daun tersebut kemudian menuju ke laut dan membaca apa yang disarankan. Dengan keyakinan sempurna tersebut membawanya sampai ke Mekah dalam hitungan detik.

Dalam sebuah tausiyahnya sang guru berbicara mengenai Mekah sambil menegur salah seorang muridnya yang tidak ikut sholat dhuhur berjamaah. Kemudian adik seperguruan tersebut bercerita kepada gurunya kalau sholat dhuhur dilakukannya di Mekah sambil menggambarkan dengan detail Ka'bah dan kota Mekah. Sang guru kaget dengan keajaiban tersebut sekaligus bahagia. Bahagia dikarenakan keyakinan kepada Allah pada salah satu muridnya lebih baik dari dirinya sendiri.

Intinya adalah, keyakinan mampu menciptakan keajaiban seijin Allah. Tidak hanya menyembuhkan segala penyakit namun untuk semua kebutuhan kita.

Adds
Khabar baiknya saya sedang memproses sebuah buku dengan judul, "The Power of Spiritual Beliefs", yakni cara membangkitkan keyakinan tanpa batas. Dapatkan sebentar lagi ditoko buku langganan anda.

Atau kalau anda tidak sabar, bisa mendapatkan panduan membangkitkan keyakinan meraih kemuliaan (kesuksesan, kesembuhan, kebahagiaan) dengan cara klik disini

Jika anda menghendaki metode penyembuhan diri (self healing) yang sensasional silahkan klik disini

Semoga bermanfaat




Dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam biasa membacakan doa pelindungan kepada sebagian mereka (sahabatnya), beliau mengusap orang tersebut dengan tangan kanan beliau lalu beliau membacakan doa:
«أَذْهِبِ البَاسَ رَبَّ النَّاسِ، وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا»
“Hilangkanlah penyakit wahai Rabb manusia dan berilah kesembuhan, sesungguhnya Engkau adalah Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali dengan kesembuhan dari-Mu, (berilah) kesembuhan total yang tidak menyisakan penyakit.”
(HR.Bukhari no. 5750 dan Muslim no. 2191, lafal ini adalah lafal Bukhari. Adapun lafal Muslim adalah dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Jika salah seorang di antara kami ada yang sakit, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam mengusapnya dengan tangan kanan beliau lalu beliau membacakan doa:”…” (seperti doa di atas)
Doa kedua
Dari Abdurrahman bin Saib keponakan Maimunah Al-Hilaliyah radhiyallahu ‘anha bahwasanya Maimunah bertanya kepadanya, “Wahai anak saudaraku, maukah apabila aku bacakan kepadamu doa kesembuhan yang biasa dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam?” Abdurrahman menjawab, “Tentu.” Maimunah berkata:
بِسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ، وَاللهُ يَشْفِيكَ، مِنْ كُلِّ دَاءٍ فِيكَ، أَذْهِبِ الْبَاسَ رَبَّ النَّاسِ، وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شَافِيَ إِلَّا أَنْتَ
“Dengan nama Allah aku membacakan doa kesembuhan untukmu, Allah-lah Yang menyembuhkanmu, dari segala penyakit yang ada padamu. Hilangkanlah penyakit wahai Rabb manusia dan berilah kesembuhan, sesungguhnya Engkau adalah Maha Menyembuhkan, tidak ada yang mampu memberi kesembuhan kecuali Engkau.”(HR. Ahmad no. 26281, An-Nasai dalam As-Sunan Al-Kubra no. 10860, Ibnu Hibban no. 6095, Ath-Thahawi dalam Syarh Ma’ani Al-Atsar, 4/329 dan Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Awsath no. 3318. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth berkata: Hadits ini shahih li-ghairi)
Doa ketiga
Membacakan surat Al-Falaq, An-Nas, Al-Fatihah atau doa-doa perlindungan lainnya dan mengusapkannya ke anggota badan yang sakit
عَنْ عَائِشَةَ: «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا اشْتَكَى يَقْرَأُ عَلَى نَفْسِهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ، وَيَنْفُثُ، فَلَمَّا اشْتَدَّ وَجَعُهُ كُنْتُ أَقْرَأُ عَلَيْهِ، وَأَمْسَحُ عَنْهُ بِيَدِهِ، رَجَاءَ بَرَكَتِهَا»
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam sedang sakit, maka beliau membacakan untuk dirinya sendiri al-mu’awwidzat (surat-surat Al-Qur’an dan doa-doa perlindungan) lalu meniupkannya pada diri beliau sendiri. Namun ketika sakit beliau telah parah, sayalah yang membacakan al-mu’awwidzat untuk beliau, lalu saya (tiupkan bacaan tersebut ke tangan beliau dan) usapkan tangan beliau ke badan beliau, dengan mengharap keberkahan tangan beliau.”(HR. Muslim no. 2192)
Catatan: Surat Al-Falaq dan surat An-Nas disebut al-mu’awwidzatain (dua surat yang member perlindungan). Seorang sahabat juga pernah menyembuhkan kepala suku yang terkena sengatan hewan berbisa dengan bacaan Al-Fatihah, seperti disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu. Dalam hadits shahih disebutkan:
عَنْ عَائِشَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: «كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ، نَفَثَ فِي كَفَّيْهِ بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَبِالْمُعَوِّذَتَيْنِ جَمِيعًا، ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ، وَمَا بَلَغَتْ يَدَاهُ مِنْ جَسَدِهِ» قَالَتْ عَائِشَةُ: «فَلَمَّا اشْتَكَى كَانَ يَأْمُرُنِي أَنْ أَفْعَلَ ذَلِكَ بِهِ»
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam berbaring di tempat tidurnya untuk tidur, maka beliau membaca surat Al-Ikhlas dan dua surat Al-Mu’awidzatain (Al-Falaq dan An-Nas) lalu meniupkannya kepada kedua telapak tangan beliau, lalu beliu mengusapkan kedua telapak tangannya ke wajahnya dan seluruh anggota badannya yang bisa dijangkau dengan kedua tangannya. Tatkala beliau sakit keras, maka beliau memerintahkan kepadaku untuk melakukan hal itu bagi beliau.”(HR. Bukhari no. 5748)
Doa Keempat
Dari Utsman bin Abil Ash Ats-Tsaqafi radhiyallahu ‘anhu bahwasanya ia mengadukan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam penyakit yang ia alami sejak ia masuk Islam. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda kepadanya:
«ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِي تَأَلَّمَ مِنْ جَسَدِكَ، وَقُلْ بِاسْمِ اللهِ ثَلَاثًا، وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَعُوذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ»
Letakkan tanganmu pada bagian tubuhmu yang sakit, kemudian bacalah bismillah (dengan nama Allah) sebanyak tiga kali, lalu bacalah doa berikut ini sebanyak tujuh kali:
أَعُوذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
“Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari keburukan (penyakit) yang aku dapatkan dan aku khawatirkan.”
Utsman bin Abul Ash Ats-Tsaqafi berkata: “Aku pun mengerjakan pesan beliau tersebut sehingga Allah menghilangkan penyakitku. Maka aku senantiasa memerintahkan pesan tersebut kepada keluargaku dan orang-orang lain.” (HR. Muslim no. 2202, Abu Daud no. 3891, Tirmidzi no. 2080, An-Nasai dalam As-Sunan Al-Kubra no. 7546, Ahmad no. 16268 dan Ibnu Hibban no. 2965)
Wallahu a’lam bish-shawab. Semoga bermanfaat.
- See more at: http://www.arrahmah.com/read/2012/11/09/24619-doa-penyembuhan-dan-perlindungan-dari-segala-macam-penyakit.html#sthash.HvcgYZbD.dpuf
Dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam biasa membacakan doa pelindungan kepada sebagian mereka (sahabatnya), beliau mengusap orang tersebut dengan tangan kanan beliau lalu beliau membacakan doa: - See more at: http://www.arrahmah.com/read/2012/11/09/24619-doa-penyembuhan-dan-perlindungan-dari-segala-macam-penyakit.html#sthash.HvcgYZbD.dpuf

Artikel Terkait



1 comment:

  1. Terimakasih atas artikel yang bermanfaat ini, Injin kopas ya terutama doa-doa penyembuhan penyakit.

    ReplyDelete