Jun 8, 2014

Fatwa MUI, Panduan Memilih Pemimpin (Presiden) Menurut Islam

Dalam dunia politik yang penuh dengan konspirasi, kepentingan, prasangka dan dugaan, desas desus, bahkan fitnah maka penting bagi kita (umat muslim) untuk tidak tertipu, terpesona atau malah terpedaya dengan media, janji, slogan dan lain sebagainya. Cukup 4 kriteria untuk menentukan pilihan seorang pemimpin yakni Shidiq (jujur lawan katanya dusta/ bohong), amanah (terpercaya lawan katanya khianat), tabligh (komunikatif dan menyampaikan kebenaran, lawan katanya munafik), Fathonah (Cerdas lawan katanya bodoh).



Maka kalau ada pemimpin yang memenuhi 4 kriteria diatas, umat muslim wajib memilihnya dan haram golput. Namun jika tidak ada maka pilihlah yang mendekati dengan kriteria diatas.

Saya melihat banyak saudara-saudara kita yang terpedaya dengan media yang dengan sengaja mengangkat nama-nama tertentu dengan segala kehebatannya. Ingatlah politik itu tentang sebuah kepentingan yang kadangkala diraih dengan segala cara. Demikian juga banyak saudara-saudara kita yang tertipu dan terbuai dengan janji-janji kesejahteraan, keadilan dan lain sebagainya. Sekali lagi jangan mudah terpedaya dan tertipu. Cukup 4 kriteria diatas sebagai pedoman. 

Berdasarkan buku berjudul "Himpunan Fatwa MUI Sejak 1975" yang diterbitkan oleh Erlangga, dimuat salinan fatwa tersebut. Yakni, pada halaman 867 dengan bab Keputusan Ijtima' Ulama Komisi Fatwa Se-Indonesia Ketiga Tahun 2009. Adapun isinya adalah:

Menggunakan Hak Pilih dalam Pemilihan Umum

1. Pemilihan Umum dalam pandangan Islam adalah upaya untuk memilih pemimpin atau wakil yang memenuhi syarat-syarat ideal bagi terwujudnya cita-cita bersama sesuai dengan aspirasi umat dan kepentingan bangsa.

2. Memilih pemimpin dalam Islam adalah kewajiban untuk menegakkan imamah dan imarah dalam kehidupan bersama.

3. Imamah dan Imarah dalam Islam menghajatkan syarat-syarat sesuai dengan ketentuan agar terwujud kemaslahatan dalam masyarakat.

4. Memilih pemimpin yang beriman dan bertakwa, jujur (siddiq), terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif (tabligh), mempunya kemampuan (fathonah), dan memperjuangkan kepentingan umat Islam hukumnya adalah wajib.

5. Memilih pemimpin yang tidak memenuhi syarat-syarat sebagaimana disebutkan dalam butir 4 (empat) atau tidak memilih sama sekali padahal ada calon yang memenuhi syarat hukumnya adalah haram.
http://hjkarpetmasjid.blogspot.com/

Rekomendasi

a. Umat Islam dianjurkan untuk memilih pemimpin dan wakil-wakilnya yang mengemban tugas amar makruf nahi munkar.

b. Pemerintah dan penyelenggara pemilu perlu meningkatkan sosialisasi penyelenggaraan pemilu agar partisipasi masyarakat dapat meningkat, sehingga hak masyarakat terpenuhi.

Fatwa ini ditetapkan di Padangpanjang, Sumatra Barat, pada 26 Januari 2009. Sedangkan pimpinan MUI yang menandatangani adalah pimpinan Komisi Fatwa MUI KH Ma'ruf Amin, Wakil Ketua MUI Dr H M Masyhuri Na'im, dan Sekretaris Sholahudin Al Aiyub, M.Si

Setelah membandingkan 2 calon pemimpin bangsa dengan 4 kriteria tersebut diatas, siapa pilihan anda dan mengapa?

Jika berkenan, silahkan menyimak panduan memilih pemimpin menurut Aa' Gym dalam video berikut ini

 

referensi, ada disini


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment