Jun 13, 2014

Merevisi Tujuan Hidup Keduniaan Kepada Tujuan Hidup Sejati

Ada share yang bagus dari member RKS yang memahami sebuah hal yang perlu kita baca dan renungkan. Beliau malah lebih tahu dari pada saya. Intinya jangan menjadikan tujuan dunia sebagai satu-satunya tujuan utama, karena yakin, bahwa itu tidak akan mampu mengilangkan dahaga anda. Bagaimana mungkin bisa, karena yang diikuti adalah hawa nafsu?. Tetapi revisilah tujuan hidup kita seperti ini, "Menjadi orang yang berguna dan bermakna bagi sesama dan semesta alam dalam bingkai Ridho Ilahi, dimulai dari sekarang". Begitu...! Masalah keduniaan akan mudah didapatkan sebagai bonus dari keyakinan diatas. Bagaimana share dari member RKS Ibu Ninxx? Ini dia



Pak Adhin,
Sejak menjadi member Bapak, alhamdulillah sudah banyak perubahan yang terjadi dalam diri saya. Bukan pada soal ekonominya. Saya insya Allah sudah bisa merombak total paradigma hidup saya, dari yang tadinya hidup sakgeleme dewe menjadi hidup yang lebih tertata seperti yang dituntunkan dalam Al Qur'an, meskipun pelan tapi pasti step by step. Hidup sakgeleme dewe yang saya maksud bukan soal pelanggaran dosa atau maksiat, namun sebelumnya saya menjalani hidup hanya sekedar hidup tanpa suatu cita-cita yang berarti.

Sejak menjadi member Bapak, subhanallah, sepertinya saya mendapatkan suatu kehidupan yang baru, yang penuh gairah dan harapan. Yang tadinya mencuci dengan bersungut-sungut dan rasa penat, kini saya merasakan semua-semuanya adalah bagian amanah Allah yang harus saya lakukan dengan ridho, dengan ikhlas yang semuanya "pasti" akan mendapat balasan pada saat yang tepat.

Soal sholat, yang tadinya hanya sebatas menggugurkan kewajiban, sekarang saya bisa merasakan, bahwa sholat adalah kesempatan yang sangat indah dan berharga untuk dilaksanakan..Sholat adalah keberkahan yang luar biasa yang sangat rugi bila dilewatkan, karena dia adalah ANUGERAH BESAR dari Allah SWT untuk seorang hamba, dimana disana kita bisa sujud tersungkur mohon ampun atas segala dosa, bisa mengucap syukur atas segala pemberianNya, bisa menghaturkan segala harap untuk keselamatan dunia serta akherat kita, dan bisa menghiba atas segala keterbatasan kita dalam naungan dan bimbinganNya. Allah Hu Akbar.

Alhamdulillah, saya sangat bersyukur sekarang saya bisa lebih arif dalam memaknai hidup. Lebih bisa merasai kebahagiaan setiap saat. Semoga dengan perubahan sikap hati ini Allahpun akan berkenan merubah kehidupan kami sekeluarga menjadi lebih baik, lebih sukses, lebih bahagia dikemudian hari. Dan berakhir dengan khusnul khotimah.Amien.

Jika kemarin-kemarin saya masih berpikir alangkah enaknya jadi orang kaya bisa begina bisa begitu, segala keinginannya bisa terwujud. Namun dengan membaca Ebook-ebook Bapak, pikiran saya menjadi berubah total. Saya merasa saat ini saya sudah menjadi orang kaya dan bahagia. Kaya karena sehat, bisa melaksanakan sholat dan ibadah2 lain dengan baik, sementara dulu saya sholat dengan terkapar di tempat tidur dengan tayamum karena tak bisa bangun dari tempat tidur karena sakit dan kedinginan. Sedangkan sekarang bisa mandi tengah malam kapanpun mau, bisa sholat dengan tegak dan leluasa, semua karena rahmat Allah.

Sekarang arah pikiran saya sangat berubah, jika saya diberi kelebihan harta, saya tidak lagi terlalu berambisi buat kepentingan pribadi, saya ingin bisa berbagi dengan orang-orang yang kondisinya sangat jauh dibawah saya, anak-anak yatim piatu yang sangat membutuhkan perhatian, saudara-saudara kita yang fakir dan sulit makan, yang sakit tak bisa berobat seperti saya dulu, anak-anak dhuafa yang sangat membutuhkan uluran tangan, anak-anak jalanan yang sangat membutuhkan bimbingan agar tidak menjadi beban masyarakat. Seabreg yang ada dalam angan2 Pak.

.................................................................

Begitulah share dari saudara blog kami, Insya Allah menginspirasi saya dan pembaca. Sekali lagi ingin saya tekankan, jangan menjadikan harta dan kemewahan dunia sebagai tujuan utama, terlepas dari buku-buku motivasi yang sudah anda lahap. Renungkanlah, menginginkan keduniaan tidak lain hanyalah ajakan hawa nafsu. Ingat ini ya?

Tetapi revisilah tujuan hidup anda dengan 2 hal
  • Menjadi khalifah, yakni berguna dan bermakna bagi sesama dan semesta alam, baik sesama manusia, hewan dan tumbuhan. Dalam redaksi Al Qur'an, Allah swt hendak mejadikan khalifah dimuka bumi dimana malaikat dan iblis mempertanyakan hal ini. Kenapa bisa manusia?. Karena Allah lebih Mengetahui hikmahnya.
  • Menyembah Allah swt, yakni hanya mengabdi kepada_Nya. Dalam redaksi Al Qur'an yang lain, Allah berfirman yang maknanya bahwa tidak diciptakan jin dan manusia kecuali dengan tujuan menyembah_Nya. Yakni merasa bergantung total hanya kepada_Nya, kemudian melakukan amal perbuatan yang sesuai dengan petunjuk kebenaran.

Menjadi pribadi yang berguna dan bermakna bagi sesama dan semesta dalam bingkai Ridho Ilahi, dimulai dari sekarang. Masalah keduniaan yang akan didapatkan dengan mudah nantinya akan mampu kita kontrol dan kendalikan jika niat awal sudah dipancangkan dengan kokoh dan jelas. Maka tetaplah dengan tujuan diatas apapun yang terjadi, sehingga sampailah kita mampu menunaikan misi Ilahi tersebut dengan sempurna. Apa balasannya? Kebahagiaan, kemuliaan, ketenangan, kekayaan, kedamaian hidup dunia, lebih-lebih di akherat.

Untuk menyadari tujuan default ini, maka perenungan adalah hal yang perlu dilakukan. Cobalah untuk merenung dalam heningnya malam, apakah hidup ini hanya dipenuhi dengan mengejar dunia siang dan malam? Apakah seperti ini hidup yang anda inginkan?. Tidak!. Ada sesuatu yang jauh lebih besar dari itu semua. Renungkanlah sampai anda mendapatkan hikmah dan pemahaman.

...............................................................
Presented Rahasia Kunci Sukses. Klik disini untuk melihat penjelasan detail


Artikel Terkait



1 comment:

  1. MasyaAllah..persis seperti perubahan yang terjadi pada saya..Alhamdulillah..semoga Allah memberi keberkahan kepada Mas Adhin dan keluarga..Aminn

    ReplyDelete