Jun 24, 2014

Menjenguk Orang Sakit, Cara Menarik Rezeki dan Kekayaan

Teman-teman semua, baik paid member maupun non paid member. Kali ini saya akan memberikan sebuah tips yang perlu anda coba. Saya akan mengetengahkan sebuah kisah nyata yang perlu anda baca kemudian cermati dan pahami lalu di praktekkan. Kisah nyata dengan nama dan kejadian yang saya samarkan demi kebaikan. Berikut tips menarik rezeki dan kekayaan yang harus anda terapkan..



Alkisah Zul mempunyai seorang sahabat bernama Budi. Zul mendapatkan khabar dari istrinya kalau Budi sedang sakit dan dirawat di sebuah Rumah Sakit. Budi adalah teman dekat dari Zul namun saat ini berada jauh dari rumah Zul.

Zul, dalam kondisi capek luar biasa setelah menyelesaikan pekerjaan sosial tanpa bayaran selama beberapa hari. "No Problem, ini ibadah", batin Zul. Pada siang menjelang sore hari ia istirahat sesaat untuk menghilangkan rasa lelahnya. Sore hari menjelang maghrib, Zul dibangunkan istrinya karena mendapatkan khabar tersebut, yakni sahabatnya Budi sedang dirawat.

"Apa?" Kata Zul Kaget
"Budi di rawat Pah, sana ditengok" Jawab Istrinya

"Ya ya ya, ntar papa mandi dulu" Jawab Zul. Sebenarnya kondisi lelah Zul sudah luar biasa. Matanya masih berat, karena baru beberapa menit matanya terpejam, namun ia paksakan mandi supaya seger. Sehabis mandi, kemudian sholat maghrib dan langsung tancap gas menuju Rumah Sakit tempat Pak Budi di rawat.

Mobil melaju dari rumahnya menuju tempat Budi di rawat. Kalau perjalanan normal menghabiskan waktu 2 jam lebih. Namun baru keluar dari pintu gerbang perumahan kondisi lalu lintas macet luar biasa. Setelah hampir 2 jam dalam kemacetan Zul sampai di pintu tol kemudian langsung melaju dengan lancar.

Benar saja, rasa lelah dan ngantuk masih menjalar kuat di bola matanya. Kadang-kadang matanya hampir tidak kuat menahan kantuk, sehingga ia harus membuka-lebar-lebar kedua matanya itu. Untuk mengusir rasa kantuk, Zul bernyanyi-nyanyi ala kadarnya. Sungguh lumayan berat dan membahayakan perjalanan ini, namun demi menemui sahabatnya Zul rela menahan kantuk yang luar biasa.

Pada akhirnya setelah hampir 4 jam Zul sampai di Rumah sakit tersebut dan menemui Budi yang sedang dirawat.

Sebelum masuk ke Rumah Sakit, Zul membeli buah-buahan dan mainan sebagai oleh-oleh

"Waduh, duitnya cekak banget nih, Nggak apa-apa deh, Insya Allah berkah" Batin Zul. Sebenarnya agak berat Zul mengeluarkan sejumlah besar uangnya. Karena saat itu memang tabungannya sudah menipis. Manusiawi. Disinilah diuji siapa yang imannya kuat dan siapa yang tidak.

Dengan membawa buah-buahan dan mainan untuk anaknya Pak Budi, Zul masuk ke kamar tempat ia dirawat. Kondisinya lemah karena penyakit gula yang dideritanya.

Kasihan juga Zul melihat kawannya itu sehingga memutuskan untuk menemani di rumah sakit. Zul menginap barang satu hari. Ia mendoakan semoga Budi bisa lebih tenang dan sabar, sehingga penyakitnya diangkat oleh Tuhan Semesta Alam.

"Bud, sabar ya? Tenang. Insya Allah segera sembuh kok" Kata Zul. Zul juga menghibur istri Pak Budi supaya sabar.
"Iya Zul, terimakasih doanya ya. Terimakasih juga karena jauh-jauh sudah datang, padahal baru kamu yang datang, sementara kawan-kawan lainnya belum. Kami jadi tidak enak" Jawab Budi.
"Santai saja Bud" Jawab Zul

Esoknya, pada pagi menjelang siang hari Zul pamit ke sahabatnya Budi. Budi sudah nampak lebih baik. Setelah dicek lab kondisi glukosa dan tensi sudah normal kembali. Alhamdulillah.

Dalam perjalanan pulang tanpa diduga bensin kendaraannya habis. Ia pikir bensinnya cukup, ternyata tidak demikian.

"Waduh, macet nih mobil. Mana masih di toll. Kacau" Batin Zul

Bergegas ia keluar toll dengan jalan kaki untuk mencari orang yang jual bensin. Cukup jauh juga sebelum ia menemukan penjual bensin tersebut, yang membuatnya lelah dan kecapekan.

Alhamdulillah, pada sore harinya Zul sudah sampai rumah. Ketika Zul sedang rehat, tiba-tiba datanglah seorang tamu.

"Pak, saya mau menyampaikan ini, dari Pak Bambang" Kata tamu tersebut.
"Oh ya, terimakasih ya?" Kata Zul

Tamu tersebut memberikan sebuah amplop dimana setelah dibuka ternyata isinya uang yang cukup besar. Dalam amplop tersebut ada tulisan.

"Pak Zul, barangnya habis, ludes. Ini pembagian keuntungannya. Sengaja saya lebihkan karena hampir semua konsumen merasa puas"

"Alhamdulillah, rezeki tak diduga" batin Zul. Sebuah rezeki yang tidak disangk-sangka sebelumnya. Jumlahnya dua sampai tiga kali lipat dari yang biasanya.

.....................................................................................

Pelajaran: Jika saudaramu sedang sakit maka jenguklah ia, walaupun kondisimu sedang lelah dan bertambah lelah ketika dalam perjalanan. Bawalah oleh-oleh yang menyenangkan si sakit walaupun kondisimu sedang susah. Kemudian doakan kesembuhan bagi saudaramu (sesama muslim).

Jika kalian melakukannya Insya Allah banyak pahala dan keutamaan yang didapatkan, dunia dan akherat. Niatmu berpahala, sedekahmu akan dilipatgandakan dan lelahmu akan digantikan dengan taman surga.

"Tiada seorang muslim yang menjenguk orang muslim lainnya pada pagi hari kecuali ia didoakan oleh tujuh puluh ribu malaikat hingga sore hari; dan jika ia menjenguknya pada sore hari maka ia didoakan oleh tujuh puluh ribu malaikat hingga pagi hari, dan baginya kurma yang dipetik di taman surga." (HR Tirmidzi, dan beliau berkata, "Hadits hasan.")

Sekarang bagaimana? Jelas kalau ada tetangga, saudara, teman dsb yang sedang sakit segera jenguklah walaupun ada rasa enggan karena satu dan lain hal. Bawalah oleh-oleh sehingga hal sederhana tersebut menyenangkannya. Kalau bisa jangan berharap balasan apapun dari Allah swt, karena Dia sudah Maha Membalas kebaikan hamba_Nya. Jangan dipikirin tentang balasannya, karena balasan ini sudah otomatis, dunia akherat. Allah Maha Tahu kapan (saat tepat) dimana balasan itu kita terima didunia. Dan yang pasti Dia Maha Menepati Janji untuk memberikan balasannya diakherat.

Anda punya kisah yang sama?

Adds
Mau kisah-kisah nyata inspiratif lainnya? Bergabunglah menjadi member Rahasia Kunci Sukses. Kisah-kisah kami tambah seiring waktu

Wallahu A'lam
Semoga bermanfaat




Artikel Terkait



6 comments:

  1. Inspiratip, segera dipraketkkan

    ReplyDelete
  2. Bagus artikelnya. Saya sudah sering sedekah, tapi kapan balasannya? Mhn pencerahan Mas Adhin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pertanyaannya:

      #. Sesering apa? Berapa besarannya?
      #. Siapa yang diberikan sedekahnya?
      #. Ikhlas ndak?
      #. Iman ndak?

      Kalau percaya dan yakin sama Allah, tidak akan menanyakan kapan balasan sedekahnya, tetapi apa yang perlu saya perbaiki dan lakukan supaya balasan amal bisa cepat. Allah khan Maha Tahu kapan ruang dan waktu yang pantas untuk kita menerima balasan_Nya, sementara kita mahluk yang tidak tahu. Ini namanya iman (yakin dan percaya). :)

      Delete
  3. artikel yang bagus, inspiratif, terimakasih share nya
    Mampir---> 4freeedesain.blogspot.com

    ReplyDelete