Jun 10, 2014

Menjadi Muslim Seharusnya Tegar, Gagah dan Percaya Diri

Assalamualaikm wr wb, Mas Adhin sy akui memang utang sy byk sy selalu berusaha nyicil, dan mengamalkan atas pembelajaran Mas Adhin. Alhamdulilah utk urusan yg resmi meski masih merayap sy tetap yakin akan pertolongan Allah, Ini muncul masalah baru mengenai arisan n uang kumpulan dawis,karena baru ndak ada uang sy bayar telat 4 jam, kayak gitu sy langsung di vonis ndak boleh ikut, ya Allah apa begini nasib orang yg baru dicoba oleh Allah. Padahal saya sudah minta maaf. Memang sy ndak ada waktu utk kumpulan. (Dari Ibu Fulanah by Email)

Jawab: Semoga tetap tegar ya? Sabar dan selalu berjuang keras.

Tulisan ini memang tidak berkaitan erat dengan masalah diatas. Ini secara umum saja, namun masih ada hubungannya dengan bagaimana cara menghadapi ujian. Semua bentuk ujian baik kekurangan harta, penghinaan, penyepelean, kritik pedas dsb. Termasuk juga kegagalan, kesulitan, hutang,dsb.

Saya bisa bicara seperti ini dikarenakan sudah pernah mengalaminya, bahkan sampai sekarang terutama tentang kritikan pedas. Sudah selayaknya sebagai tokoh masyarakat (pemimpin) mendapatkan kritik, pro dan kontra. Tapi bagi saya biasa saja. Tidak ada yang aneh. Jadikan itu semua bahan evaluasi dan muhasabah diri.

Bagi saya memang biasa tetapi tidak dengan Istri saya. Biasa, seorang wanita yang menggunakan perasaannya didalam menerima sebuah kritik. "Saya tidak kuat lagi Pah", begitu kurang lebih. Makanya pertanyaan Ibu diatas mewakili perasaan seorang wanita yang lebih mengedepankan perasaan.

Kita ini Muslim, yang mempunyai contoh tauladan yakni Nabi Muhammad saw, pelajari shirah nabawiyahnya. Kita mempunyai panduan dan acuan dalam menjalani hidup yakni Al Qur'an. Maka gunakanlah, bacalah, pahamilah dan terapkanlah, Insya Allah.

Intinya, tidak ada kamusnya muslim itu lebay.... :) berley... (berlebihan), seolah-olah mengharu biru pertanda putus asa. Tidak berputus asa kecuali hanya orang-orang yang ingkar dan tidak percaya kepada Sang Pencipta. Apapun masalahnya, jangan tunjukkan kepada orang lain muka yang memelas. Tetap tegakkan kepala dan berkata-katalah dengan lugas dan berwibawa.

 

Mungkin masalah itu sungguh-sungguh berat, maka lebaylah, mengadulah hanya kepada Tuhan Sang Pencipta. Sehingga tumpahlah segala permasalahan dan berganti dengan keyakinan teguh, "Kalau mengadu kepada Tuhan, pasti dikabulkan". Inilah keyakinan yang benar-benar harus terasa dalam hati sanubari. Kalau sudah yakin maka sebesar apapun masalah itu, akan kita hadapi dengan setegar-tegarnya, sambil berusaha sekeras-kerasnya sehingga ditemukan solusi yang sudah dijanjikan Tuhan. Kenapa bisa demikian? Karena yakin Allah swt pasti akan memenuhi janji_Nya dan memperkenankan doa_Nya.

Kalau belum tegar, gagah dan percaya diri menghadapi orang, ujian, masalah, kesulitan dll artinya keyakinan kita masih lemah. Tidak salah, hanya perlu belajar lagi. 

N/B: Silahkan belajar dengan kami. Kami akan memandu secara privat proses transformasi hidup, 360 hari full. Klik disini untuk penjelasan detail.


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment