Jun 25, 2014

Mengapa Doa Tak Kunjung Terkabul

.......Saya ingin bertanya bung Adhin adakah rejeki seseorang disimpan Allah sampai bertahun-tahun dan Allah tidak mau mengeluarkannya? Dhuha tahajud sholawatan tidak pernah putus2 usaha tak kenal lelah! Tapi rejeki tak kunjung datang! Sampai tak mampu menanggung anak dan istri? Bagaimana bung Adhin! (Pertanyaan by email oleh Sdr Tri)

Jawab: Apakah rezeki Allah disimpan? Justru diberikan tanpa batas. Karena kita selalu fokus kepada duit dan duit makanya rezeki lain tidak nampak.

Masih bisa nafas, makan enak, tidur nyenyak adalah rezeki. Anak sehat, istri sehat adalah rezeki. Udara masih gratis adalah rezeki, coba kalau bayar ketika di ruang ICU. Mahal khan?

Masih mempunyai hati yang dengannya kita merasa yakin pertolongan Allah? Gunakan hati untuk memahami dan meyakini. Masih punya pikiran yang dengannya bisa dimanfaatkan untuk mencari solusi? Pakai itu.. Masih mempunyai tangan dan kaki yang sempurna? Bergeraklah dan cari karunia Allah.

Saya ada teman yang curhat, "Bang, saya sudah berdoa bertahun-tahun tetapi kerja masih menjadi sekuriti"
http://rahasiakuncisukses.com/?id=wahyu

"Kenapa tidak pindah?" Tanya saya
"Pindah kemana Bang? Susah jaman sekarang cari kerja" Jawabnya
"Kemana kek, usaha sendiri atau apa kek" Jawab saya
"Wah sudah tidak mungkin Bang, pengin usaha sih, tapi modal nggak ada? Jawabnya
"Yakin Tuhan Maha Penolong, Maha Mengabulkan Doa?" Tanya saya
"Yakin bang" Jawabnya
"Kalau yakin pindah aja dan cari usaha baru" Kata saya
"Susah Bang, nggak ada modal, buat makan aja nggak cukup" Jawabnya
"Ah elo yakin-yakin doang, badan aja digedein, aslinya penakut" Kata saya

Itu namanya yakin dimulut doang, hatinya enggak. Bukan yakin Kepada Tuhan Yang Maha Kaya, tetapi yakin kepada logika pemikirannya, "kalau nggak kerja nggak makan, kalau mau usaha nggak ada modal". Kalau yakin kepada Tuhan, maka akan mengesampingkan logika akal dan berani menanggung resiko. Apakah kalau menanggung resiko tersebut kemudian rezekinya lancar dan kaya? Enggak juga, mungkin akan dibolak-balik dulu, diplintar plintir dulu, jatuh bangun dulu sebelum sukses. Ini sudah biasa, tinggal keyakinannya cukup enggak untuk mewujudkan doanya. Simpel

Yakin dengan dhuha Allah akan mencukupkan kebutuhan? Atau dengan Tahajud bisa memperoleh maqom atau status sosial yang baik? Apakah yakin? Kalau yakin lanjutkan. Tetapi kalau kemudian mengapa Allah tidak mengabulkan? Mengapa sudah bertahun-tahun mempraktekkan tapi tidak kunjung lancar? Artinya keyakinan anda lemah, dan mudah rapuh. Kalau tidak yakin, ya jangan dipraktekkan karena tidak akan terkabul. Khan menjadi sia-sia. Simak hadist berikut.

“Doa kalian akan dikabulkan selama tidak tergesa-gesa. Dia mengatakan, 'Saya telah lama berdoa, tetapi tidak kunjung dikabulkan.'” (H.R. Bukhari dan Muslim)

“Tidak hentinya doa seorang hamba akan dikabulkan, selama bukan doa yang mengandung maksiat atau memutus silaturahim, dan doa yang tidak tergesa-gesa.” Para sahabat bertanya, 'Wahai Rasulullah, apa yang dimaksung tergesa-gesa dalam berdoa?' Beliau menjawab, 'Orang itu mengatakan, 'Saya telah berdoa ..., saya telah berdoa..., namun saya merasa belum pernah dikabulkan.' Kemudian, dia putus asa dan meninggalkan doanya.” (H.R. Muslim)

Bagaimana dengan khabar anak isteri? Apakah masih rukun atau sudah bercerai. Semoga masih rukun. Apakah anak istri menderita kelaparan? Kalau masih sehat maka syukurilah itu sebagai sebuah rezeki yang tidak bisa digantikan dengan duit.

Jangan ragu-ragu dengan doa kita. Kalau ragu mending tidak usah berdoa. Allah menjamin setiap doa akan dikabulkan menurut kehendak_Nya bukan menurut keinginan kita.

"Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa, ketika dia berdoa kepada-Ku ...." (Q.S. Al-Baqarah:186)

Memang penyakit hubbud dunya atau cinta dunia sepertinya sudah mendarah daging dalam dada saya dan kita semua. Makanya ukuran terkabulnya doa selalu duit dan duit. Segalanya diukur dengan duit padahal ia akan musnah juga. Lebih baik merevisi doa kita yang selalu membayangkan duit itu tadi. Revisilah doa menjadi keinginan untuk, "Menjadi manusia yang berguna dan bermakna terhadap sesama dan semesta alam dalam bingkai ridho Ilahi"

Kemudian temukan bidang atau kendaraan menuju tujuan utama, misalnya menjadi penulis, pengusaha kuliner, ilmuwan, seniman atau yang lainnya. Masalah duit itu akan mudah kita dapatkan sebagai fadhilah keutamaan doa utama diatas.

Terakhir simak Firman Allah berikut ini,

“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah di pinggiran. Ketika ia memperoleh kebaikan (harta), dia semakin yakin dengan ibadahnya, dan jika ia ditimpa bencana, berbaliklah ia ke belakang (murtad). Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang jelas.” (Q.S. Al-Hajj:11)

Adds
Rahasia Kunci Sukses, Rahasia Memperlancar rezeki dengan doa dan amalan sukses. Klik disini


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment