Jun 28, 2014

Kembali Kepada Agama dengan Harapan Hutang Lunas

Asswrwb. Mas Adhin Busro salam kenal. Saya Rahmat tinggal di Solo. Maaf sebelumnya Mas mohon saran dan masukan. Saya jatuh dan menumpuk hutang sejak th 2002 disaat saya baru 3 bulan menikah. Hutang saya waktu itu sudah 200 juta. Dengan banyaknya hutang itu akhirnya saya banyak mendekatkan diri dan mendalami ilmu agama khususnya tentang bagaimana hutang-hutang saya bisa lunas, tapi sampai sekarang malah bertambah, mungkin sekarang sudah sampai 750 juta. Padahal sholat wajib berjamaah di masjid, sunnah, dhuha dan shodaqoh walau belum istiqomah. Bahkan pekerjaan saya plus makelaran tanah hasilnya belum bisa melunasi hutang-hutangnya. Mohon petunjuk dan sarannya....

Jawab: Waalaikum salam. Semoga segera terlunasi ya?

Hutang adalah masalah pelik. Banyak sekali yang menanyakan kepada saya tentang hal ini namun ketika saya tanyakan alasannya mengapa bisa hutang sedemikian besar? Kebanyakan sahabat tidak menjawabnya.

Setahu saya dari beberapa orang yang saya kenal, sebagian besar berhutang karena hawa nafsu. Kita harus hati-hati dengan hal ini.

Pada saat tertentu kita baru kembali mengadu kepada Tuhan, yakni ketika keadaan sudah begitu kepepet atau tersudut oleh berbagai masalah yang tak kunjung ada solusinya. Apakah salah? Justru inilah yang diharapkan yakni kembali menyadari bahwa manusia itu....
  • Lemah
  • Bodoh
  • Tergesa-gesa
  • Suka menuruti nafsu

Ketika kita kembali kepada Allah adalah masalah keputusan. Keputusan bulat tidak setengah-setengah. Keputusan untuk kembali dan bertaubat kepada_Nya, kemudian menyerahkan segala masalah serta solusi kepada Sang Pencipta.

Karena ini keputusan yang wajib bulat maka ikutilah cara-cara Tuhan. Masalah sholat wajib dan sunnah ini hanya bagian dari keputusan kita untuk bertaubat, bukan esensi yang sesungguhnya. Esensi yang sesungguhnya adalah keputusan itu tadi, keputusan bulat.

Kalau kemudian melaksanakan sholat, dhuha, tahajud, sedekah sebagai sebuah cara yang dengan harapan akan ada solusi, ini tidak beda dengan mendatangi dukun. Maksud saya serahkan dirimu seutuhnya kepada Tuhan, seluruhnya tidak sebagian-sebagian. Kalau kemudian tujuan utamanya supaya dengan dhuha atau sedekah maka hutang segera lunas maka cara pandang ini adalah kurang benar. Revisilah tujuannya yakni kembali dan bertaubat kepada_Nya.

Kalau tujuannya materi dalam hal ini hutang segera lunas maka siap-siap saja kecewa kemudian merasa Tuhan tidak mendengar doa lalu meninggalkan ibadah sunnah tersebut. Hutang lunas bukan tujuan utama namun hanyalah bonus dari keputusan mau kembali dan bertaubat kepada Allah.

Kalau sudah memutuskan maka harus yakin cara-cara Allah didalam menempa diri dan kharakter kita melalui sebuah kejadian-kejadian yang berat itu tadi. Yakin yang merupakan sebuah rasa percaya akan pertolongan Tuhan. Untuk itulah mau tidak mau kita harus dekat kepada_Nya melalui ibadah sholat, dhuha, tahajud, sedekah yang anda katakan diatas. Dan jangan lupa ibadah muammalah juga harus diamalkan. Jujur, integritas, menolak cara haram, bekerja keras, belajar keras dsb dalam bingkai iman kepada Allah. Insya Allah ibadah ritual dan muammalah tadi akan berefek kepada kepribadian yang tangguh dimana ujung-ujungnya kemuliaan (kesuksesan, hutang lunas, kebahagiaan dll).
http://rahasiakuncisukses.com/?id=wahyu

Sekali lagi ini keputusan. Kalau sudah diputuskan untuk kembali kepada Allah maka janganlah bertanya kepada_Nya kapan adanya solusi, tapi bertanyalah kepada dirimu sendiri, sejauh mana kita sudah dekat kepada_Nya?. Allah Maha Tahu kemampuan, kapasitas dan iman kita, sementara kita tidak tahu.

Teruslah bekerja lebih giat, teruslah mencari cara bagaimana hutang luas, teruslah mencoba berpikir mencari jalan keluar (pekerjaan) yang lain, teruslah belajar mencari ilmunya. Semuanya dalam bingkai iman (yakin dan percaya) ada titik dimana Allah memberikan ilham berupa solusi.

Ada doa melunasi hutang silahkan dibaca dan diresapi maknanya..


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment