Jun 22, 2014

Kalau Mau Kaya Caranya Lupakanlah Keinginan Untuk Kaya

Ingin kaya = Miskin
Ingin berkuasa = binasa
Ingin kelimpahan = kekurangan

Menurut saya masuk akal juga. Kenapa ingin kaya kok hasilnya sama dengan miskin. Ingin berkuasa malah binasa, ingin kelimpahan sama dengan kekurangan? Hal ini dikarenakan keinginan tersebut dilandasi dengan hawa nafsu. Keinginan berbalut hawa nafsu badaniah.

Keinginan = hawa nafsu = tipuan

Sifat hawa nafsu
  • Menyeret kepada pemuasan tanpa batas segala keinginan. Punya uang 10.000 makan diwarteg. Punya 20.000 kakan Nasi Padang. Punya 100.000 makan direstoran. Punya 1 juta makan di kafe bersama teman-teman. Dan seterusnya tidak pernah puas.
  • Menyeret kepada kebinasaan. Kalau hawa nafsu sudah biasa dituruti maka yang akhir perjalanan adalah binasa. Contoh, Namrud, Firaun, Qorun, Hitller, Musollini dsb
  • Menyeret kepada penyesalan abadi. Yakni ketika yakin kematian segera merenggutnya. Hawa nafsu akan melawan dengan sangat kuat kematian tersebut sehingga menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Hawa nafsu tidak mau kehilangan dunianya yang selama ini selalu dituruti. Sementara jiwanya menyesal dengan penyesalan berkepanjangan karena dosa dan maksiat yang sudah dilakukan.

Penyesalan adalah kepastian dan hawa nafsu menyadari akan penyesalan akhir yakni ketika nyawa sampai kerongkongan. Makanya sebelum nyawa sampai kerongkongan ia akan selalu dan selalu membanjiri dirinya dengan keinginan dan kenyamanan badaniah. Hawa nafsu tidak ingin mengalami kematian bahkan kalau bisa selama-lamanya.

Lalu bagaimana?

Kontrol hawa nafsumu. Waktunya makan ya makan, kalau tidak makan tubuh akan lemah. Kalau lemah tidak bisa ibadah. Makanlah jangan berlebihan, kemudian berhentilah sebelum kenyang. Kalau dirumah adanya sayur lodeh tanpa lauk, ya makan saja seadanya kemudian ucapkan syukur. Kalau dirumah ada ayam goreng, makanlah, itu karunia dan berbagilah. Berbagilah karunia tersebut kepada tetangga dan orang lain.
http://rahasiakuncisukses.com/?id=wahyu

Mengendalikan hawa nafsu = Kemuliaan
Bersyukur = kelimpahan
Ibadah = kekayaan

Sedikit membahas mengapa ibadah = kekayaan?. Ijinkan saya menjelaskan dengan versi saya sendiri. Selain ibadah ritual ada ibadah muamalah, ada juga ibadah hati. Ibadah hati adalah selalu ingat Allah dan bergantung kepadanya dalam kondisi apapun dan bagaimanapun.

Ketika sulit, susah, bangkrut, gagal dll tetap ingat, bahwa ini ujian Tuhan
Ketika kaya, sukses, makmur dsb tetap ingat, ini karunia sekaligus ujian Tuhan
Ketika suatu saat kaya kemudian menjadi miskin tetap sama saja, yakni hanya bergantung kepada_Nya apapun yang terjadi.

Impian, tujuan, keinginan yang merupakan bagian dari doa bukanlah kemewahan dunia tetapi menjadi hamba Tuhan. "Saya harus menjadi pengusaha sukses agar supaya bisa membantu sesama, menyumbang masjid dsb karena inilah perbuatan yang dicintai Tuhan". Begitu seharusnya.

Namun kalau sudah kaya jangan membuat diri dan statusnya lebih tinggi dari orang lain. Sudah kaya rumahnya mewah, mobil baru, beli vila dsb, ini namanya menyalahi janji sebelumnya. Nyumbang sih nyumbang namun hanya ala kadarnya. Karena tujuannya utama membantu sesama maka jadikan itu tujuan utama yang sesungguhnya. Masalah rumah dan mobil itu nomor sekian. Seharunya begitu.

Maka tak heran sahabat Nabi saw, sebut saja Abu Bakar, Umar, Ustman, Abdurrahman dsb adalah orang-orang terkaya pada saat itu. Walaupun kaya raya tetapi hidup mereka sederhana, bahkan terkesan miskin.

Kesimpulannya, kalau mau kaya maka caranya adalah lupakan keinginan anda untuk kaya. Keinginan yang berbalut hawa nafsu. Revisilah tujuan hidup anda untuk menjadi orang baik sebagai hamba Tuhan Semesta Alam.

Seharusnya begitu, walaupun prakteknya jarang yang demikian. Tetapi itu bukan anda, saya yakin anda seperti sahabat Nabi saw. Amin

Adds
Panduan 360 hari memperlancar rezeki. Klik disini untuk detail


Artikel Terkait



2 comments:

  1. Bagi pengusaha kafe maupun resto yang ingin menggunakan Dus atau dus makanan yang ramah lingkungan maka tidak ada salahnya menggunakan Greenpack. Yakni packaging makanan yang terbuat dari kertas food grade sehingga aman digunakan tanpa alas.

    ReplyDelete
  2. Terimakasih informasinya...
    hal itu sesuai dengan kenyataan..

    ReplyDelete