Jun 11, 2014

Hikmah Sangat Besar Dibalik Ujian Keimanan

Dalam sejarah Nabi Nuh as, beliau diperintahkan untuk membuat sebuah kapal yang besar. Nabi Nuh a.s belum tahu banjir akan datang ketika baginda diperintahkan untuk membuat kapal besar dan diketawakan pula oleh kaumnya. Yang beliau lakukan hanyalah memenuhi perintah Allah.




Nabi Ibrahim as, sangat sedih dengan ujian berat yakni perintah menyembelih putra kesayangannya Nabi Ismail as. Terbayang bagaimana putranya sendiri harus direnggut oleh ayahnya sendiri. Nabi Ibrahim a.s belum tahu akan bahawa ada binatang sembelihan lain yang tersedia menggantikan Nabi Ismail a.s ketika pisau nyaris memenggal buah hatinya.

Demikian pula Nabi Musa a.s belum tahu laut akan terbelah saat dia diperintah memukul tongkatnya. Yang beliau lakukan adalah berjuang keras untuk memenuhi perintah Allah, yakni mengeluarkan Bani Israil dari perbudakan Firaun. Sampai kemudian beliau diperintahkan untuk memukul tongkatnya ke laut merah.

Rasulullah s.a.w pun belum tahu kalau Madinah adalah kota tersebarnya dakwah yang dibawanya saat baginda diperintahkan berhijrah. Beliau hanya diperintahkan untuk berdakwah dengan segala daya dan upaya kepada kaum penyembah berhala, kafir quraysi.

Yang mereka tahu adalah bahawa mereka harus patuh kepada perintah Allah dan tanpa berhenti berharap yang terbaik. Ternyata di sebalik apa yang kita tak tahu, Allah telah menyiapkan 'surprise' saat kita menunaikan perintahNya. Biasanya tangan-tangan Allah bekerja di saat-saat terakhir dalam setiap usaha hambaNya.

So, never give up, make better for the best. Walaupun hasil yang kita usahakan jauh dari harapan malah lebih menyakitkan pula tu, jangan kita berkecil hati kerana Allah mencintai kita dengan cara-cara yang kita benci. Tetap bersangka baik kepada Allah walau apapun yang terjadi.

Allah berfirman,

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (QS Al-Baqarah: 216)

Ketika iman kepada Allah sudah terasa jelas dalam dada, sudah pasti akan ada ujian. Tidak bisa tidak. Maka hadapilah ujian tersebut dengan gagah, sesulit apapun, sesakit apapun. Yakinlah jika kita memenuhi perintah Allah, maka kemudahan demi kemudahan menuju kemuliaan akan menjadi akhir dari sebuah kemenangan.
 
Sedang miskin kok disuruh sedekah?
Duit pas-pasan kok harus bayar hutang?
Sedang ada masalah kok disuruh sabar dan sholat, kok tidak nyambung?
 
Itulah sebagian dari ujian keimanan. Setelah nyata-nyata kesabaran anda dalam menjalankan perintah yang seringkali tidak masuk akal, maka terjadilah apa yang harus terjadi, yaitu keajaiban dan hikmah besar sesuai dengan Kehendak Allah.
 
Sumber Inspirasi FB Al Qur'an dan Hadist

Adds
Magis7, 7 langkah magis meraih kemuliaan. Klik disini untuk penjelasan lebih detail.


Artikel Terkait



2 comments:

  1. para ulama khan iman nya tinggi. tp kok gw lihat, hdup mrk enak spt nggk mengalami ujian. mrk mudah dpt jodoh, rejeki, dihormati, disegani dll. tp gw yg iman nya rendah malah diuji dg berat. gw saat kecil sering sakit sakitan shg fisik jadi lemah, shg gw kalau sekolah, krja, olahraga, bergaul gw jd ejekan. gw juga sering dijahati org, spt.. diremehkan, ditipu, difitnah, dipukul dll. gw juga sulit dpt jodoh dan rejeki. semakin lama semakin sulit. gw di perantauan sering dijahati org dan sering ditolak cewek. gw di kampung halaman nganggur dan jomblo berthn thn. gw terkucilkan masyarakat. gw org nya bodoh dan lemah shg mengalami ujian spt ini. seandai nya gw pandai dan gagah perkasa mungkin ujian nya gw bergelimang harta, tahta dan wanita. org2 disekitar gw yg rajin maksiat dan jarang ibadah, ujian nya biasa saja. tdk berat. mrk gampang dpt jodoh dan rejeki, punya bnyk teman dll.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, jangan putus asa Mas. Kaya miskin ujian kok. Yang jadi parameter adalah siapa yang sabar dan siapa yang tidak sabar. Siapa yang bertahan dan siapa yang tdk. Siapa yang bekerja keras dalam iman dan siapa yang tidak.

      Jangan dulu liat keluar. Lihatlah kedalam apakah kita layak mulia atau tidak. Salam

      Delete