Jun 25, 2014

Dahsyatnya Emosi Spiritual

Assalamu alaikum Wr. Wb,
Salam S3 (Sehat, Sukses dan Sejahtera) buat Guru saya tercinta (Pak Adhin Busro)

Saya sangat senang sekali dan sangat antusias membaca buku RKS. Saya seperti di-recharge dengan sebuah aliran energi spiritual yang luar biasa. Insyaallah saya akan melaksanakan setiap tahapan ilmu dari Bapak yang pada hakekatnya Bapak mengarahkan saya untuk menjadi pribadi yang bertaqwa. Harapan serta rasa optimisme yang mulai tumbuh dan kuat mulai mengaliri relung hati dan pikiran saya untuk menciptakan sebuah kehidupan yang lebih indah dan penuh keberkahan dari Allah SWT.

Pak Adhin yang saya hormati,
Sudilah kiranya Bapak menambahkan sedikit wawasan ilmiah tentang kedahsyatan membaca Al-Qur'an sebagai bagian dari energi dahsyat penarik rejeki, agar saya menjadi pribadi pecinta Al-Qur'an bahkan bisa menjadi seorang penghapal Al-Qur'an. Dengan sepenuh cinta saya menanti balasan serta bimbingan dari Bapak.

Salam S3
AB (Agxx Budxxx)
http://metodekitabati.com

Jawab: Waalaikum salam. Waduh, biasa saja Pak. Kita temenan saja ya?

Btw, saya hanya berusaha memberikan asupan energi spiritual yang positif selama 360 hari, dalam Rahasia Kunci Sukses. Jika kita sering-sering mengkonsumsi energi spiritual Insya Allah pelan-pelan gairah spiritual itu akan tumbuh, dimana ujung-ujungnya adalah emosi spiritual yang berdaya dan digdaya.

Tentang Al Qur'an, menurut saya pribadi nih, sesuatu itu dikerjakan dengan total ketika ada keyakinan tanpa keraguan. Disitu ada sebuah emosi atau gairah.

Demikian juga membaca Al Qur'an. Langkah pertama membangkitkan emosi spiritual adalah membuktikan bahwa Al Qur'an adalah firman Allah bukan karangan manusia. Harus bisa membuktikan bahwa apa yang dibaca adalah empunya segala yang ada dilangit dan dibumi.

Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS Al Baqarah 2)

Mengapa kitab ini adalah tidak ada keraguan? Cari buktinya. Caranya bagaimana?

Tentu saja membaca kemudian mencari referensi pembuktian. Misalnya jasad Firaun yang tetap utuh sampai sekarang. Gunakan akal didalam menilai kebenaran itu, tetapi jangan akal didewakan.

Yang lebih penting baca sejarah Nabi saw ketika menerima wahyu Al Qur'an. Bagaimana kondisi Arab saat itu begitu terpencil dari ilmu dan peradaban, buas, liar, suka peperangan, menyembelih anak, kemudian dirubah total dengan Al Qur'an. Baca shirah Nabawiyah bagaimana Nabi saw yang buta huruf dan tidak pernah sekolah telah mengatakan (wahyu) sesuatu yang berani, misalnya tentang alam semesta, proses pembentukan manusia, kemenangan Romawi, air liur anjing dan banyak sekali statement yang dianggap "gila" saat itu tetapi sekarang terbukti dengan jelas setelah dilakukan penelitian demi penelitian.
http://rahasiakuncisukses.com/?id=wahyu

Pelajari kebenaran Al Qur'an dari segi,
  • Tauhid yakni ke-Tuhan-an. Apakah masuk akal atau tidak.
  • Syariat. Apakah sesuai dengan ajaran Nabi-Nabi sebelumnya
  • Etika. Apakah bahasanya baik, tidak mesum dan menganjurkan hal-hal kemanusiaan yang luhur dsb.
  • Sejarah. Apakah kebenarannya bisa dibuktikan seiring waktu
  • Ketelitian. Apakah ada pertentangan antara ayat satu dengan yang lain. Sudah berapa kali ada revisi (tidak pernah revisi). 
  • Gaya bahasa. Apakah gaya bahasanya standard atau tinggi
  • Pembeda. Apa bedanya dengan kitab-kitab lain?
  • Ilmu pengetahuan. Apakah ilmu pengetahuan membuktikan kebenaran Al Qur'an
  • dsb

Kalau kita sudah yakin tanpa ada keraguan tentang kebenaran Al Qur'an maka kemudian sebuah emosi lembut namun dahsyat akan mengalir, menjalar dalam segenap jiwa dan raga. Inilah emosi spiritual. Inilah daya yang akan kita manfaatkan untuk menghapal Al Qur'an sekaligus menghadapi ujian hidup.
Kalau sudah yakin Al Qur'an adalah kebenaran mutlak, maka otomatis akan sampai kepada sebuah firman Allah yang berisi tema tentang kehidupan. Ujian, kesulitan, kegagalan dan sebagainya kemudian merubahnya menjadi kemudahan, karunia dan rezeki yang tiada batas.

Emosi spiritual akan mengarahkan anda untuk sampai kepada jalan kesuksesan sejati (bukan kemewahan dunia semata-mata). Misalnya sedekah memperlancar rezeki. Dari semula tingkat keyakinan akan ayat ini masih lemah, setelah meyakini kebenaran Al Qur'an maka mendadak spiritual beliefs tersebut naik dengan dramatis dan mengagumkan.

Spiritual beliefs itu menggerakkan dengan sangat beradaya dan digdaya. Sebesar apapun ujian akan dihadapinya dengan dada membusung jauh dari kesombongan. Yakin akan sebuah solusi dari Tuhan yang memberitahukannya melalui Al Qur'an yang mulia bahwa setelah kesulitan ada kemudahan.


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment