Jun 3, 2014

Cara Mengenal Tuhan Sang Pencipta

Orang yang beriman atau mempunyai keyakinan kepada Allah swt ada beberapa macam. Ada yang imannya besar ada pula yang lemah. Orang yang mempunyai iman besar otomatis ujiannya juga besar demikian pula sebaliknya. Orang yang beriman besar kemudian ia berhutang, maka ia akan mencari cara sedemikian rupa sehingga hutangnya bisa lunas. Mereka yakin Allah akan memberikan solusi. Orang yang imannya lemah kemudian ia mempunyai hutang, maka ia akan bingung, stress dan depresi.

Sebelumnya apakah iman itu? Mari kita bahas dengan pembahasan yang sederhana agar kita mudah memahaminya. Iman itu dalam bahasa indonesia artinya percaya. Percaya kemudian yakin kepada Allah swt, yang akan menolongnya. Seperti anak kecil yang percaya kepada kedua orang tuanya, bahwa mereka berdua pasti akan melindungi dan menyayangi.

Kadangkala anak kecil meminta sesuatu sampai menangis, namun orang tua tidak kunjung memberinya. Ada beberapa alasan, karena yang diminta itu berbahaya pada diri sang anak, bisa juga dikarenakan permintaannya berlebihan. Misalnya sang anak meminta jajan, pada saat sang anak sedang sakit. Tentu orang tua tidak akan mengabulkan permintaan sang anak, dan lebih fokus bagaimana mengobati si buah hati. Di kasih obat yang kadangkala rasanya pahit, dimana sang anak pasti akan memberontak, "Bukan ini yang saya minta tetapi jajan". Orang tua lebih tahu dan paham kondisi anak. Ketika ia sudah sehat barulah dibelikannya jajan.

Demikian pula ketika sang anak meminta laptop. Bagaimana mungkin seorang anak memegang laptop? Ia belum bisa memahami dan mengoperasikannya. Yang ada malah merusaknya. Maka diberikanlah yang lebih baik yakni Game anak-anak. Ini hanya analogi supaya anda paham, namun jangan samakan Tuhan dengan orang tua.

Yang jadi masalah seringkali kita tidak mengenal Tuhan. Atau mengenalnya dengan cara yang tidak benar. Inilah sebagian besar kenyataan yang kita ketahui bersama.

Orang yang lemah iman berarti tidak mengenal Allah dengan benar. Misalnya ia sedang berhutang, kemudian sudah berdoa, dhuha, tahajud dll namun hutangnya masih saja menumpuk, kemudian mengatakan Tuhan tidak mendengar doa. Ia tidak mengenal Tuhan atau mengenal_Nya apa adanya alias lemah. Allah itu Maha Mengabulkan doa, semua doa pasti dikabulkan, makanya kalau ada yang mengatakan Allah tidak mendengar doa artinya tingkat kepercayaan atau keyakinannya lemah.

Iman bukan pemikiran, demikian juga bukan hapalan. Iman adalah apa yang tertancap dalam sanubari menjadi sebuah keyakinan yang kokoh. Iman membutuhkan pemahaman yang komprehensif, bukan setengah-setengah atau sepotong sepotong.

Mungkin perenungan bisa dilakukan sebagai langkah awal mengenal Tuhan. Lihatlah bulan, bintang di malam hari. Lihatlah matahari di pagi hari. Lihat desir angin dan ombak di pantai. Lihat rumput yang bergoyang. Lihatlah burung terbang. Lihatlah alam semesta dan pikirkanlah. Gunakan akal sampai menemukan adanya Sang Pencipta dibalik segala fenomena. Lakukan perenungan dan muhasabah. Sempatkan untuk menyendiri dalam keheningan, berbaur dengan semesta alam.

Dia yang menumbuhkan rumput, Dia pula yang memberikan ujian kepada kita. Dia yang menciptakan sayap nyamuk, Dia pula yang menciptakan dan mengendalikan matahari. Dia yang menciptakan atom dia pula yang menciptakan galaksi.

Dia yang memberikan ujian, Dia pula yang mengangkatnya. Dia yang memberikan rezeki, Dia pula yang menyempitkan dan meluaskannya. Semua bergantung kepada_Nya dalam setiap detik peristiwa.


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment