Jun 17, 2014

Al Qur'an dan Alam Semesta

Kesempurnaan Alam Semesta

"Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah." (QS. Al Mulk 3-4)

Coba sesaat dibayangkan, didalam sebuah ruangan ada trilyunan benda yang mempunyai ukuran berbeda. Semua benda tersebut melayang-layang dalam ruangan tersebut dengan kecepatan yang sangat tinggi namun tidak bertabrakan satu sama lainnya. Dengan menggunakan logika sederhana dapat disimpulkan bahwa ada sistem dengan keseimbangan yang sempurna mengatur pergerakan benda tersebut sehingga tidak saling bertabrakan. Adalah hal yang lucu apabila mengatakan bahwa design sempurna tersebut ada dengan sendirinya.

Demikian pula di alam semesta, miliaran bintang dan galaksi yang tak terhitung jumlahnya bergerak dalam orbit yang berbeda-beda namun tetap dalam keserasian dan kesimbangan sempurna. Terkadang galaksi yang terdiri atas 200-300 miliar bintang bergerak melalui satu sama lain namun tidak terjadi tabrakan yang menyebabkan kekacauan pada keteraturan alam semesta.

Di seluruh alam semesta, besarnya kecepatan dan jarak benda-benda langit ini sangat sulit dipahami bila dibandingkan dengan standar bumi. Dengan ukuran raksasa yang hanya mampu digambarkan dalam angka saja oleh ahli matematika, bintang dan planet yang bermassa miliaran atau triliunan ton, galaksi, dan gugus galaksi bergerak di ruang angkasa dengan kecepatan yang sangat tinggi. Planet yang kita tempati inipun bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi yakni 1.670 km/jam. Sementara kecepatan bumi mengitari matahari kurang-lebih enam kali lebih cepat dari peluru (1.800 km/jam), yakni 108.000 km/jam.

Di alam semesta, meningkatnya ukuran suatu tata surya diikuti oleh meningkatnya kecepatan. Tata surya beredar mengitari pusat galaksi dengan kecepatan 720.000 km/jam. Kecepatan Bima Sakti sendiri, yang terdiri atas 200 miliar bintang, adalah 950.000 km/jam di ruang angkasa. Kesimpulannya, kecepatan yang diluar logika ini menunjukkan bahwa hidup kita berada dalam bahaya yakni tabrakan antar planet yang teramat dahsyat. Suatu sistem yang sangat rumit memungkinkan terjadinya kecelakaan besar sangat sering terjadi. Namun seperti diungkapkan dalam QS. Al Mulk 3-4 diatas, bahwa alam semesta yang sempurna didesign dengan seimbang dan tanpa cacat.

Menanggapi kenyataan dan fakta ilmu pengetahuan diatas, maka apa yang disampaikan Muhammad saw 1400 tahun yang lalu adalah kebenaran. Karena tidaklah mungkin beliau saw mengatakannya dengan sebatas iseng atau biar terlihat pandai dan lain sebagainya, tetapi semua merupakan wahyu dari Allah swt.


Orbit Alam Semesta

"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." (QS Al Anbiya 33)

Garis edar adalah lintasan planet yang tidak tidak melenceng, dimana istilah ini sering dinamakan sebagai orbit. Salah satu sebab utama yang menghasilkan keseimbangan di alam semesta, tidak diragukan lagi, adalah beredarnya benda-benda angkasa sesuai dengan orbit atau lintasan tertentu. Fakta ini baru dipelajari serta dibuktikan pada akhir-akhir ini namun dengan sangat gamblang sudah diberitahukan masalah lintasan planet 1400 tahun yang lalu oleh seorang yang tidak bisa baca tulis. Dialah Muhammad saw yang mendaptkan wahyu berupa Al Qur'an.

Bintang, planet, dan bulan berputar pada sumbunya dan dalam sistem yang mengaturnya. Sementara alam semesta yang lebih besar juga bergerak secara teratur dalam sebuah satu kesatuan sistem yang tidak bisa dipisah-pisahkan. Tata surya dan galaksi kita bergerak mengitari pusatnya masing-masing. Setiap tahun bumi dan tata surya bergerak 500 juta kilometer menjauhi posisi sebelumnya. Setelah melalui perhitungan yang rumit dapat disimpulkan bahwa bahwa bila suatu benda langit menyimpang sedikit saja dari orbitnya, hal ini akan menyebabkan hancurnya sistem tersebut. Seandainya terjadi penyimpangan orbit beberapa milimeter saja dari yang seharusnya maka alam semesta akan mengalami kehancuran.

Berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh ahli astronomi mengatakan, selagi berotasi mengitari matahari, bumi mengikuti orbit yang berdeviasi sebesar 2,8 mm dari lintasannya yang benar setiap 29 km. Orbit yang diikuti bumi tidak pernah berubah karena penyimpangan sebesar 3 mm akan menyebabkan kehancuran yang hebat. Andaikan penyimpangan orbit adalah 2,5 mm, dan bukan 2,8 mm, orbit bumi akan menjadi sangat luas dan kita semua akan membeku. Andaikan penyimpangan orbit adalah 3,1 mm, kita akan hangus dan mati. (Bilim ve Teknik, Juli 1983)

Hakikat ini tidaklah mungkin diketahui oleh Muhammad saw 1400 tahun yang lalu, kecuali dikarenakan adanya wahyu. Maka semakin lama semakin teranglah kebenaran Al Qur'an.

Dipersembahkan Rahasia Kunci Sukses. Rahasia Sukses dengan Iman. Klik disini untuk penjelasan detail


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment