Jun 16, 2014

Aku dan Tuhan

Sebuah puisi karya Adhin Busro, untuk kita renungkan bersama-sama

AKU dan TUHAN

Bekerja siang malam ujung-ujungnya penghasilan. Syukur-syukur gaji besar, dapat mobil dan tunjangan.
Berdandan menarik, biat terlihat sopan dan cantik, ujung-ujungnya biar dipuji dan dilirik.


Ujungnya adalah, AKU, AKU dan AKU
Seakan menganggap kesenangan dalam keabadian, ketika mengikuti hawa nafsu.


Tuhan itu ada...
Tetapi sebagai pelampiasan ketika dalam kesedihan
Tempat mengadu ketika buntu
"Tuhan tolonglah aku"


Nafsu itu ada...
Ketika dalam kelimpahan dan kemakmuran
Ketika badan terbanjiri dengan kesenangan dan kenikmatan
Larut, hanyut dalam tipu daya syetan


Maut itu ada....
Ketika hawa nafsu hilang lenyap, takkan mampu ditahan
Ketika syetan berlari, berlepas tangan
Yang tinggal hanya aku dalam ketakutan
Karena yakin akan menghadapi murka Tuhan


Kawan sadarilah...
Tidak ada yang lain kecuali "aku" dan Tuhan
Tuhan memberiku surga kenikmatan,
Atau memberiku neraka yang membakar..


Yang ada hanya "kefanaanku" dan kekekalan "Tuhanku"

Kawan sadarilah...
Dunia hanya tipuan dan permainan
Harta benda hanya khayalan
Semua pasti berakhir dan hilang
Fana, fatamorgana, ilusi dalam ketiadaan


Namun banyak yang terbujuk rayu
Lebih banyak yang tertipu


"Tuhan kembalikan aku ke dunia yang fana"
"Agar aku tidak lagi terjebak dalam fatamorgana"
"Dan mengesampingkan ke-AKU-anku, demi manfaat sesama"


Dan sekarang Anda tahu apa yang harus dilakukan, bukan?

Kawan sadarilah...
Tidak ada aku, kecuali AKU nya Tuhan..


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment