May 19, 2014

Tips Menjadi Pemimpin Yang Baik

Bagi seorang pemimpin sekecil apapun pasti ada pro dan kontra. Hal ini sudah lumrah dan biasa. Karena sebaik apapun yang kita lakukan tidaklah mungkin menyenangkan semua pihak. Janganlah dikarenakan ada segelintir orang yang menyerang pemikiran anda kemudian menjadikan itu semua sebagai alasan untuk tidak meneruskan kebijakan. Atau jangan sampai ketika ada yang menghujat anda kemudian itu semua dijadikan alasan untuk melakukan pembalasan. Jagalah hati.

 

Alkisah dalam sebuah organisasi sosial ada seorang anggota yang menanyakan sebuah keputusan yang menurut dia tidak rasional. 

"Pak ini tidak rasional, saya tidak sepakat dengan kebijakan ini dengan alasan ini dan itu" Kata bawahan
"Ini sudah menjadi keputusan bersama, maka kita harus menghormatinya" Jawab pemimpin
"Tetapi ini tidak rasional Pak, ini keputusan yang keliru. Bukankah A+B=C dan seterusnya?" Jawab bawahan
"Pak, maaf ini keputusan bersama. Anda menolaknya berarti anda tidak suka berada di organisasi ini. Maka mulai saat ini anda dikeluarkan dengan tidak hormat" Jawab pemimpin
"Pak, saya hanya ingin penjelasan anda, namun anda langsung memvonis. Baiklah terimakasih" Jawab bawahan

Itulah contoh pro kontra dalam sebuah komunitas. Maka diperlukan sebuah kebijaksanaan berpikir kemudian memutuskan sesuatu. Inilah yang perlu dilatih oleh seorang pemimpin sukses. Ada beberapa hal lain yang penting bagi seorang pemimpin.

Pemimpin itu harus sabar: Bisa jadi orang yang bertanya kepada hanya menginginkan penjelasan. Janganlah langsung berprasangka tidak baik kepada mereka yang melakukan interupsi. Maka berikan penjelasan yang rasional.

Rosulullah saw adalah sosok pemimpin yang harus kita teladani. Bagaimana beliau menghadapi Umar ra sebelum masuk islam dengan ketulusan dan rendah hati. Padahal Umar ra secara nyata melakukan perlawanan terhadap dakwah Rosul, dan kapan saja bisa membunuhnya. Berkat ketulusan dan kebaikan akhlak beliau maka Allah swt membukakan hati Umar ra untuk masuk Islam.


Kita memang tidak sehebat Nabi saw. Tetapi paling tidak ketika sedang ada kontra maka ingatlah bahwa anda adalah seorang pemimpin yang harus bijak didalam memutuskan sesuatu. Seringkali kita langsung melakukan perlawanan ketika ada bawahan yang tidak setuju dengan kebijakan yang sudah diputuskan. Karena sekali lagi, bisa jadi mereka hanya membutuhkan penjelasan.


Pemimpin itu harus tegas: Tegas adalah melaksanakan keadilan dan kebenaran pada tempatnya. Tegas itu bukan mulut dan hati yang keras. Kalau keras ucapan semua juga bisa melakukannya. Anda tahu diktator? Ia adalah pemimpin yang keras dalam ucapan dan tindakan. Mereka suka membentak dan gemar menghukum bawahan. Maka hampir semua pemimpin yang keras dalam ucapan dan tindakan biasanya berakhir tragis. Lihat saja Raja Namrudz, Firaun, Stalin, Lenin, Hittler, Musollini dsb.

Pemimpin itu harus ikhlas: Ikhlas melaksanakan tugas yang melelahkan walaupun tanpa bayaran karena mengharap Ridho Sang Pencipta. Karena kadangkala penyakit riya muncul, dikarenakan merasa status sosialnya lebih tinggi dari yang lain. 

http://abtreni.com/?id=adhinbusro

Riya' itu penyakit hati yang mudah berkamuflase. Ia akan menyelimuti kesabaran anda, jika tidak berhasil ia akan menuju kepada keikhlasan anda, jika tidak berhasil ia akan menyelimuti kecerdasan anda. "Saya adalah orang yang paling ikhlas diantara kalian", ini juga kata-kata yang mengandung muatan riya'.

Tidak ringan menjadi seorang pemimpin termasuk memimpin rumah tangga. Disinilah pentingnya manajemen hati yang tulus. Tulus melayani semua orang dengan berbagai latar belakang,
pemahaman, kharakter, pendidikan dsb. Maka diperlukan sikap yang humble atau rendah hati didalam menyikapi segala permasalahan agar bisa ditemukan solusi terbaik.

Berdoalah kepada Allah swt agar kita semua diberikan kekuatan, kesabaran, ketulusan, keikhlasan dsb didalam menjalani peran sebagai seorang pemimpin yang bijaksana. Amin


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment