May 25, 2014

The Power of Iman

Asslamulaikum pak adhin busro...saya arif kerja di lingkungan aparat. Saya mempunyai banyak masalah mengenai keuangan.setiap gajian habis untuk bayar hutang ini sudah berlangsung selama 5 bulan. Sebelum ini saya mempunyai usaha cucian motor dan mobil setelah saya sekolah saya jual untuk membayar hutang.dari situ kami tidak punya pemasukan selain gaji.. Gaji saya 3,7jt sedang kan hutang 3 jt.

Saya mempuyai masalah saat ini banyak hutang yang akan di bayar tetapi untuk membayarnya hanya mengandalkan gaji saja.saya memang tidak mempunyai sambilan.di karenankan pekerjaan yang tidak memungkinkan..saya sudah keluarga anak 1 umur 6 th sbentar lagi SD. Saat ini saya di pusingkan dengan masalah utang yang jatuh tempo sebanyak 10 jt setiap ingat akan utang itu saya tidak berdaya dengan apa saya harus membayarnya sedangkan saya hanya mengadalkan gaji..setiap malam saya menagis bagaimana cara membayar hutang .saya selalu berdoa semoga cepat ada solusi nya...mohon petunjuk dari pak adhi....wassalam pak (Email dari sahabat)

Jawab: Email tersebut sudah saya balas. Disini saya tidak hendak memberikan solusi yang berhubungan dengan masalah diatas. Kali ini saya akan sedikit menyinggung tentang iman.

Kalau saya berada dalam kondisi diatas belum tentu juga saya bisa sabar. Makanya ketika kita melihat beban orang lain, bersyukurlah dikarenakan beban yang kita pikul masih sanggup kita memikulnya. Semoga anda dan keluarga segera mendapatkan solusinya. Amin

"Iman" adalah percaya.
"Iman" adalah yakin

Yakin dan percaya kepada pertolongan Sang Pencipta. Bukan kepada kecerdasan akal, bukan kepada logika, bukan kepada dorongan orang lain apalagi percaya kepada pohon, patung, alam semesta, matahari dan ciptaan lainnya. Namun nyatanya sebagian besar dari kita lebih percaya kepada selain Sang Pencipta. Kita tidak ber "iman" kepada Allah dalam artian yang sesungguhnya.

Kondisi diatas adalah situasi yang sangat sulit. Secara logika sulit sekali untuk bangkit. Maju kena mundur juga kena. Satu-satunya yang mampu membuatnya bangkit kemudian bersedia mengambil resiko apapun adalah "iman".

Begini prosesnya. Ada ujian yang berat, kemudian istighfar. Mohon ampun kepada Allah swt dikarenakan kebodohannyalah maka ujian itu serasa susah pergi. Karena kebodohannyalah maka ujian itu diterima dengan rasa berat dan putus asa. Padahal ujian seharusnya diterima dengan ikhlas, kemudian menggantungkan hati kepada_Nya didalam berusaha mencari pemecahan.

Jika "iman" itu sudah coba diaplikasikan maka kemudian ia akan melakukan apapun dengan keyakinan Allah akan menolongnya. Bisa jadi ia akan mencari tambahan penghasilan melalui usaha sampingan. Bisa jadi ia malah akan keluar dari pekerjaan sekarang untuk fokus kepada pekerjaan lain yang lebih menjanjikan. Semuanya ada resiko besar yang harus ditanggung. Namun karena yakin kepada Allah maka resiko besar apapun akan dihadapi dengan tangguh.

This is "the Power of Iman". Jadi "iman" adalah kekuatan. Iman adalah daya yang powerfull dimana menggantungkan secara total jiwa dan raga kepada Ilmu dan Kekusaan Tuhan. Mungkin secara logika jika merintis usaha sampingan akan mengalami kesulitan dan kebangkrutan. Itulah logika akal. Namun karena ia menyandarkan diri kepada Tuhan maka akal dikesampingkan. Yang penting dari awal niatnya sudah benar. Proses juga benar. Maka hasil akhir adalah benar walaupun secara logika tidak masuk akal.

Saya mantan pedagang asongan. Kalau tidak didahului oleh keyakinan yang besar mustahil saya pernah bekerja sebagai Manager. Pernah mempunyai beberapa usaha dengan omset ratusan juta. Pernah mempunyai harta yang diluar imaginasi. Memang pada prosesnya sebagian besar hancur, bangkrut dll. Tetapi woles atau santai saja. Mengapa demikian? Karena Iman. Percaya dan yakin akan diganti dengan lebih baik.

Sudahkah anda menengok dalam hati dan menemukan getaran iman disana? Kalau belum belajarlah.

Presented by Rahasia Kunci Sukses. Sarana belajar meraih iman. Klik disini untuk penjelasan detail


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment