May 30, 2014

Seharusnya Umat Muslim Adalah Manusia Hebat, Lalu Mengapa Tidak Demikian?

Ada sebuah fakta yang menarik tentang komunitas Muslim dibeberapa negara termasuk Indonesia. Sebagian besar seperti itu walaupun tidak semuanya. Fakta dimana nilai-nilai Islami jauh dari kata aplikasi. Secara status mereka adalah Muslim namun secara pengamalan ajaran dan nilai-nilai Islamimasih jauh panggang dari api. Berikut ada beberapa fakta yang perlu kita renungkan bersama-sama

  • Banyak kaum muslim yang bodoh. Hal ini dikarenakan kurangnya pendidikan baik formal maupun informal. Termasuk dalam hal ini pendidikan etika.
  • Banyak kaum muslim yang miskin. Bahkan ada dibeberapa wilayah tingkat kemiskinannya sudah sangat menyedihkan. Biasanya mereka komunitas yang ada di negara Afrika
  • Banyak juga sebagian dari mereka yang begitu fanatis

Paling tidak itulah beberapa fakta lapangan. Bagian inilah yang seringkali mendapatkan serangan dari kaum Kristen untuk melancarkan misi mereka dengan memanfaatkan kondisi. Kondisi ini mempermudah misionaris untuk menarik saudara kita muslim yang lemah kepada agama mereka atau paling tidak jadikan ia murtad, sehingga pastilah azab neraka karena murtad.

Dari sekian banyak keprihatinan yang mendalam tentang kondisi ummat Islam saat ini, paling tidak ada sebuah cahaya harapan. Yakni cahaya-cahaya yang lahir dan tumbuh menyinari titik demi titik sehingga semakin terang benderanglah cahaya kebenaran tersebut. Mereka tentunya para dai dari segenap penjuru dunia. Dan jangan lupa para mualaf khususnya dari tanah Eropa.

Kita tidak hendak membahas tentang pertumbuhan Islam, kali ini kita akan sedikit berbicara mengenai akibat dari menjalankan akhlak Islami.
  • Seharusnya muslim adalah manusia terkuat karena bersandar kepada Yang Maha Kuat
  • Seharusnya muslim adalah manusia terpandai karena bersandar kepada Yang Maha Berilmu
  • Seharusnya muslim adalah manusia terkaya karena bersandar kepada Yang Maha Kaya
  • Seharusnya muslim menjadi orang-orang yang terbaik dibidang mereka sendiri.

Artinya ada yang salah dengan akhlak muslim pada saat ini. Apa yang salah? Mereka begitu cinta keduniaan dan takut mati, ini salah satu alasannya. Tujuan mereka dunia dan melupakan tujuan sejati yakni bermanfaat untuk sesama dan mengabdi kepada Sang Pencipta. Mengapa mereka seperti demikian?

Jawabannya ternyata mereka tidak paham Islam itu sendiri. Mereka sholat, puasa dan melakukan ibadah-ibadah ritual lainnya namun kering substansi dan makna. Mereka dhuha dan tahajud kemudian menganggap bisa membuat kaya. Nyatanya hati mereka kering.

Mereka bekerja siang dan malam hanya untuk mengejar dunia. Apakah mereka mendapatkan? Ya mendapatkan namun hanya sedikit saja. Tidak lain yang banyak didapatkan adalah rasa lelah, kering dan hampa.

Lalu apa yang harus diperbaiki?

Perbaikilah shahadat. Substansi shahadat. Inilah pondasi, inilah pintu gerbang awal untuk memasuki Islam. Tanpa pondasi yang kokoh maka runtuhlah bangunan yang dibangun dengan bersusah payah.

"Laa Ilaaha Illallah", ini dulu yang harus dipahami. Hati anda harus meyakini dengan keyakinan yang sempurna tentang keberadaan Tuhan yang menciptakan alam semesta. Bukan hapalan tentang sifat-sifat Allah namun lebih kepada pengakuan dalam hati nurani yang terdalam bahwa pasti ada Allah Yang Mencipta dan Mengatur alam semesta. Lakukan perenungan, lakukan musahabah diri. Sempatkan selepas penat bekerja untuk menyepi, menyendiri dan bertafakur tentang alam semesta.

Kemudian setelah menemukan Tuhan yang hilang dalam hatimu maka langkah selanjutnya adalah "Muhammadur Rosuulullah". Yakini bahwa Muhammad saw adalah utusan_Nya yang membacakan kepada kita semua firman Tuhan, aturan, petunjuk, panduan, ilmu dan hikmah yakni Al Qur'an. Sempatkan untuk membeli buku di toko buku tentang Shirah atau sejarah perjalanan Nabi saw. Atau anda bisa googling diwebsite yang terpercaya.

Kalau anda sudah yakin akan kebenaran "Laa Ilaaha Illallah" maka seharusnya dengan semangat yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata, maka anda akan mencari tahu, "Tuhan yang mana?" Kemudian sampailah kepada informasi ke-Tuhan-nan yang disampaikan Ibrahim as, Musa as, Isa as dan Muhammad saw serta nabi dan rosul lainnya yang mengatakan bahwa "Tuhan itu Esa". Tidak terelakkan ketika anda bersedia untuk belajar, maka pada akhirnya akan sampai kepada "Muhammadur Rosuulullah". Inilah proses pembelajaran yang memerlukan waktu.

Setelah keyakinan dalam shahadat sudah masuk dalam hati sampai mendarah daging, barulah masuk kepada substansi sholat, puasa, zakat, haji dsb.

Seperti itulah seyogyanya menjadi muslim. Kalau sudah menjadi muslim maka apapun cita-cita anda akan mudah terealisasi. Kaya, sukses, bahagia, hebat atau apapun tidak ada masalah. Umar ra tegas dan beliau menjadi khalifah nomor satu. Abdurrahman bin Auf seorang saudagar yang kaya raya. dan banyak contoh lainnya. Mengapa? Karena mereka menyandarkan segala cita-cita dan harapan kepada Tuhan Yang Maha segala-galanya.

Keyakinan adalah bahan bakar. Keyakinan dalam iman adalah bahan bakar yang digdaya untuk merubah dunia.

Ini saja artikel singkat dari saya. Kapan-kapan dilanjut dengan tema yang sama. Saran saya temukan Tuhan dulu dalam hatimu. Pengakuan yang jujur, bukan hapalan. Jika sudah menemukan_Nya maka saya yakin anda akan benar-benar menjadi orang yang tangguh, unggul, kaya, hebat dan bentuk-bentuk kemuliaan lainnya, tergantung dari niat-niat anda.

Presented by Rahasia Kunci Sukses. Belajar meraih sukses dengan bahan bakar energi spiritual. Klik disini untuk penjelasan detail



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment