May 31, 2014

Penebusan Dosa yang Tidak Masuk Akal bag. 1

Ada sebuah kisah nyata, paling tidak menurut 2 milyard orang lebih. Begini kisah analoginya. Ada seorang hakim yang sangat berkuasa. Ia benar-benar berkuasa dan berhak untuk menghukum setiap orang. Sang hakim memiliki anak yang sangat taat dan baik hati. Track recordnya sudah terbukti dimana sang anak benar-benar bersih dan akhlaknya terpuji. Begitu bersihnya sehingga milyaran manusia menganggapnya tak pernah melakukan perbuatan tercela.

Bapaknya yang seorang hakim merasa bangga karenanya. Tidak sia-sia ia melahirkan seorang anak laki-laki yang tampan, rupawan dan putih hatinya. Sang Bapak menghendaki anaknya supaya menjadi penerusnya menjadi hakim yang adil.

Alkisah di sebuah kota terjadilah kekacauan yang luar biasa. Pembunuhan, perampokan, pemerkosaan dan perbuatan-perbuatan bejad lainnya sudah terjadi. Sang hakim mendengar kejadian tersebut kemudian memangkap semua perampok sadis dan jahat yang jumlahnya teramat sangat banyak. Mereka menzuri, memperkosa, membunuh, menindas dengan jahat dan zalim.

Dalam sebuah meja hijau atau dalam sebuah persidangan hadirlah seluruh penjahat tersebut. Kemudian sang hakim berkata dengan keras dimana hal itu membuat seluruh penjahat ketakutan,

"Hai manusia terkutuk, kamu telah berbuat sesuatu yang memalukan, menjijikkan. Tahukan hukuman yang pantas untuk kalian?" Kata sang hakim

Dengan gemetar penjahat berkata, "Pak Hakim, kami memang terkutuk, tetapi kami manusia yang tak luput dari salah dan khilaf, maafkan kami Pak Hakim, bebaskanlah kami"

Sang hakim diam sejenak kemudian berkata,

"Kalian adalah manusia pendosa, aku menyadari hal ini. Tidaklah mungkin kalian luput dari salah dan khilaf. Maka dengan kasih sayangku kalian akan ku bebaskan. Namun dikarenakan hukum harus ditegakkan maka harus ada yang dihukum" Kata sang hakim

"Siapa Kim?" Kata penjahat

"Baiklah, anak saya yang bersih dan suci sebagai penebusnya. Kalian bebas, anak saya yang akan menanggun dosa kalian" Kata hakim

"???? Terimakasih Kim" Sang penjahat heran namun sangat bergembira dengan keputusan sang Hakim

"Nak, kesini. Kamu akan menebus dosa seluruh penjahat. Kamu harus dibunuh dengan disalib" Kata hakim

Dengan ketakutan dan pucat pasi sang anak menjawab, "Papa, bukankah saya orang baik, mengapa saya yang harus dihukum. Kenapa bukan mereka yang jelas-jelas bersalah yang dihukum. Bukankah yang membunuh, memperkosa, merampok dan perbuatan keji itu adalah mereka bukan saya?"

"Jangan banyak tanya Nak, kamu harus menebus kesalahan penjahat. Inilah keadilanku" Kata sang hakim

"Hai penjahat, silahkan kau ambil anak saya, bunuh dia dengan sekejam-kejamnya dengan cara di salib. Keluarkan darahnya setetes demi setetes. Pakaikan mahkota dari duri di kepalanya" Kata sang hakim lagi

Karena memang hobinya membunuh maka semua penjahat girang bukan kepalang, "Waw, mantap Kim, pasti akan kami laksanakan dengan sebaik, baiknya, sesadis-sadisnya"

Sang anak memelas dan memohon kepada bapaknya ketika ia sudah diseret dan hendak disalib dengan kejam, "Papa, papa jangan tinggalkan aku. Jangan biarkan aku dibunuh mahluk kejam ini, papa, mengapa engkau meninggalkanku?. papaaaa!!"

Sang hakim pergi tanpa mau mendengar rintihan menyayat hati anaknya sendiri, yang hendak disalib. Akhirnya dengan kejam dan keji sang anak yang tidak berdosa disiksa dan disalib oleh penjahat yang sadis.

Pelajaran: Orang yang baik adalah orang tua yang mau mengorbankan anaknya sendiri untuk menebus kesalahan orang lain.

Untuk lanjutan artikelnya anda harus/ wajib membacanya disini.


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment