May 1, 2014

Orang Kaya Makin Kaya, Miskin Makin Miskin

Mengapa orang kaya semakin bertambah kaya kemudian orang miskin semakin miskin?. Ada beberapa jawaban tergantung sudut pandang melihat masalah. Karena orang kaya banyak bersyukur sehingga bertambah nikmat kekayaannya sementara orang miskin yang tidak bersyukur semakin tambah kemiskinannya. Jawabannya ada pada rasa syukur.. Benarkah? Tidak juga.

 

Orang kaya semakin kaya menurut TDW, begitu orang kaya penghasilannya bertambah besar maka gaya hidupnya sementara tetap (menunda kesenangan). Penghasilan yang lebih ini diinvestasikan kedalam asset (beli saham yang menghasilkan deviden, rumah kost kost-an, ruko yang dikontrakkan, Mall yang disewakan, sarang walet, usaha-usaha yang menghasilkan, dll). Sedemikian sehingga penghasilan mereka bertambah besar. Dan ketika penghasilan mereka bertambah besar lagi, mereka investasikan lagi ke dalam asset tersebut diatas, sehingga semakin kaya dan semakin kaya lagi.

Jadi untuk menjadi orang kaya harus banyak investasi yang menghasilkan uang tanpa kita bekerja.
Kenapa orang menengah bergumul terus secara financial? Ketika orang menengah penghasilannya bertambah besar maka dia mencicil rumah yang lebih besar, mobil yang lebih besar, handphone yang lebih canggih, komputer yang lebih modern, televisi yang lebih besar, audio yang lebih canggih dan banyak sekali uang untuk kewajiban sehingga masuk kedalam pengeluaran. Orang menengah ini bisa memiliki rumah yang besar, mobil yang besar tapi tidak mempunyai uang yang bekerja untuk dia. Dan seumur hidupnya menjadi budak uang karena membayar cicilan semakin besar seumur hidupnya.
Kesimpulannya, orang menengah kerjaannya tukang cicil.

Kenapa orang miskin bablas miskin? Orang miskin tidak perduli seberapa besar pun penghasilannya semua akan masuk ke pengeluaran. Kesimpulannya, orang miskin tidak mempunyai tabungan karena penghasilnnya selalu habis untuk kebutuhan hidupnya.

Contoh: Orang miskin begitu penghasilannya bertambah besar mereka beli TV yang besar, beli jamnya yang mahal, beli hp yang lebih baru, beli baju mahal, makan di restoran mewah, ikut keanggotaan fitness, ikut asuransi yang tidak perlu, dll.
Pertanyaannya: Bila penghasilan Anda bertambah besar, Anda belikan apa? Hal-hal yang menghasilkan uang lagi atau hal-hal yang menghabiskan uang. Silahkan dijawab, Anda yang tahu termasuk golongan manakan Anda?
http://abtreni.com/?id=adhinbusro
Jadi bersyukut tidak ada hubungannya dengan miskin dan kaya? Ada. Orang yang saat ini kaya bisa jatuh miskin kalau tidak pandai dalam bersyukur. Maksudnya selalu terobsesi dengan kekayaan. Jadi tidak pernah merasa puas. 1 milyar ingin 10 milyard. Sudah 10 milyard ingin 100 milyard. Jadi hidupnya tidak bahagia, sekarang dan selamanya. Ujung-ujungnya ia menjadi pelit dan kikir. Kalau sudah merasa kurang maka ia dinamakan bukan orang kaya walaupun uangnya 100 milyard.

Sebaliknya orang kaya yang bersyukur adalah mereka yang bahagia dengan kekayaannya. Santai, relaks dan tidak merasa kurang bahkan merasa lebih. Investasi yang ia hasilkan berbentuk uang sebagian ia sedekahkan dan sebagian lagi diinvestasikan kepada bidang lainnya. Akhlaknya menyenangkan orang lain. Orang akan mudah suka dan percaya yang menyebabkan investasi, saham, dan properti yang bertambah. Mengapa bisa demikian? Karena orang yang menyenangkan tentu akan banyak relasi/ teman.

Dipersembahkan oleh Rahasia Kunci Sukses. Rahasia Kaya dan Sukses dengan Amalan Penarik Sukses


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment