May 15, 2014

Mendapatkan Yang Lebih Baik

Pada hakikatnya semua permintaan yang ditujukan kepada Sang Pencipta pasti dikabulkan. Tentunya jika proses awal sampai akhir dijalani dengan benar. Kita sepakat bahwa Tuhan Maha Tahu, Maha Cerdas, Maha Berilmu. Jadi kadangkala permintaan kita yang dipanjatkan kepada_Nya tidak sesuai dengan jiwa kita sendiri. Misalnya kita menginginkan untuk menjadi pengusaha sukses, namun ternyata sudah didahului dengan Ilmu Tuhan bahwasanya jiwa anda bukan menjadi pengusaha, namun ditakdirkan untuk menjadi penulis dan motivator. Maka jadilah anda seorang penulis papan atas dan motivator yang handal.



Begini biasanya kronologisnya. Ketika niat awal sudah diputuskan yakni menjadi pengusaha yang sukses dan kaya maka berlalulah sebuah proses yang kadangkala melelahkan. Proses demi proses yang semakin lama semakin melelahkan anda dan membuat hampir-hampir frustasi. Rencana bisnis yang sudah disusun menjadi berantakan, modal habis, usaha bangkrut. Disinilah kemudian diuji kadar keyakinan kita. Iman kita. Siapa yang berbaik sangka dan siapa yang putus asa.

Karena anda sudah membaca buku ini maka anda adalah golongan orang-orang yang selalu berbaik sangka kemudian instrospeksi dan evaluasi. Bisnis gagal, usaha bangkrut dan menyebabkan anda menganggur. Untuk mengisi kekosongan aktifitas anda mulai belajar menulis, belajar membuat blog dan membagi tips-tips kepada orang lain. Tanpa disangka dan tanpa diduga tulisan anda mendapatkan respon yang luar biasa baik. Kemudian anda memutuskan untuk membukukannya dan mengirimkannya ke penerbit. Kebetulan sewaktu merintis usaha dahulu, anda sudah kenal dengan rekan bisnis yang bekerja di perusahaan penerbitan. Singkat cerita diterbitkalah buku anda dan menjadikannya best seller. Lalu anda diundang oleh berbagai instansi untuk memberikan tips-tips dan motivasi berdasarkan buku yang sudah anda tulis. Jadilah anda motivator. Kemudian barulah anda menyadari, "inilah passion saya, inilah jiwa saya yang baru bisa muncul melalui kegagalan demi kegagalan usaha".

So kalau begitu, jika anda saat ini sedang mengalami kegagalan, kebangkrutan bahkan menyisakan hutang maka sudah saatnya melakukan muhasabah diri. Instrospeksi dan merenung kemudian melakukan evaluasi. Berikan pertanyaan kepada hati anda, "apakah memang ini yang saya cari dan kejar sampai dapat?". "Apakah cara-cara saya sudah benar, apakah saya harus belajar lagi dan lagi?". "Atau apakah Tuhan berkehendak lain?"

Lakukan muhasabah diri sampai hati anda tenang dan kemudian bisa menemukan secercah harapan. Bisa jadi kegagalan tersebut adalah ujian terakhir dan akan melentingkan anda pada puncak kesuksesan. Atau bisa jadi pula anda akan dipertemukan dengan hal-hal yang baru. Hal baru tersebutlah yang sebenarnya anda cari yakni kebahagiaan. Sebuah aktifitas yang membahagiakan dihati dimana baru bisa ditemukan melalui serentetan kegagalan demi kegagalan. Tuhan mengabulkan doa anda dan memberikan hal lain yang lebih baik. Tuhan hendak memberikan sebuah kebahagiaan dimana tidak pernah diduga sebelumnya.

Jadi yakin dan percayalah bahwa hanya ada dua kemungkinan bagi doa yang dipanjatkan oleh hati yang yakin. Pertama dikabulkan persis seperti yang diminta atau yang ke dua digantikan dengan yang jauh lebih baik. Dari kedua kemungkinan tersebut pasti ada bagian yang didapatkan di surga kelak. Mengapa demikian? Karena iman yang terbukti dengan amalan tidak lain dan tidak bukan balasannya adalah surga.

Presented by Magis7. 7 langkah magis menguasai rasa sejati. Klik disini untuk penjelasan detail.


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment