May 1, 2014

Mencari Pekerjaan Sampingan dengan Gaji/ Penghasilan Besar

Assalamu'alaikum. Pak Adhin saya betul - betul berharap saya mendapat sodaqoh ilmu dari Bapak, saya seorang mahasiswa, saya butuh pekerjaan yg bisa di sesuaikan jadwalnya dengan jadwal kuliah saya, pekerjaan yg saya inginkan adalah pekerjaan yang mudah bagi saya dan tinggi gaji yg diberikan serta tetap menjaga shalat 5 waktu pada waktunya,  agar saya tidak merepotkan Ibu saya lagi, dan saya juga ingin pindah tempat tinggal dari tempat yg saya tempati sekarang, terimaksih. (Email dari Ikbal seorang mahasiswa)

 

Jawab: Nama sedikit saya samarkan demi kebaikan. Insya Allah email kami akan rutin terkirim ke alamat anda. Maka perlu saya sampaikan bagi anda yang berkenan menerima email dari kami silahkan untuk dibaca dan direnungkan. Bagi yang tidak berkenan boleh unsubscribe.

Pertanyaan yang mirip dengan diatas ada beberapa buah. Kemudian saya pilih satu sebagai sampel.

Yang penting bagi anda belajarlah dengan tekun. Buktikan kepada kedua orang tua yang telah membiayai dirimu bahwa anda bisa berprestasi. Ini sudah merupakan bentuk menghargai kerja keras mereka. Kalaupun anda menghendaki ada pekerjaan sampingan supaya tidak merepotkan orang tua itu bagus sekali.

Ijinkan saya sedikit cerita. Tahun 1999 saya pernah terdampar kuliah di Semarang Jawa Tengah. Mengapa terdampar? Karena sebenarnya saya tidak diijinkan untuk kuliah dikarenakan kondisi perekonomian orang tua yang kekurangan. Sebelumnya setahun lebih lulus SMU saya hanya luntang lantung di Jakarta. Bekerja sebagai pedagang asongan. Ketika ada pendaftaran UMPTN iseng-iseng saya ikutan dan tidak menyangka kalau diterima.

Saya stress. Dari mana uang masuk perguruan tinggi? Akhirnya kakak saya bersedia untuk membantu, namun hanya uang masuk PT saja, selebihnya dia tidak bisa. Alasannya jelas, perekonomian kakak saya juga belum baik.

Setelah masuk kuliah, saya stress lagi. Untuk kos gimana? Untuk makan gimana? Untuk membeli buku, dan operasional lainnya bagaimana? Stress saya saat itu. Hari-hari kuliah saya lewati dengan memprihatinkan. Makan sekali kadang dua kali dengan lauk satu buah gorengan. Dalam sebualn kuliah hanya bisa masuk 2 minggu, sementara 2 minggu lainnya dikampung karena sudah kehabisan bekal. Ingin sekali pada saat itu saya bisa mendapatkan kerja sampingan dengan gaji besar, namun apa daya tidak ada skill dan kapasitas yang bisa dibanggakan.

Tetapi saya yakin bisa lulus apapun yang terjadi. Maka mulai saat itu saya peras otak agar mendapatkan sejumlah uang untuk biaya operasional kuliah. Apapun saya bersedia lakukan asalkan tidak membebankan orang tua. Pada akhirnya doa kami mendapatkan jawaban, saya akhirnya menemukan sebuah peluang. Apa itu? Pedagang asongan.. Hehehe.

Disamping itu saya juga berusaha supaya mendapatkan beasiswa dari PT. Maka saya urus surat-surat dan kelengkapan dokumen sebagai syarat mendapatkan beasiswa. Alhamdulillah semenjak semester 4 kalu tidak salah, saya mendapatkan beasiswa yang cukup untuk membayar biaya semester sampai selesai kuliah. Luar biasa khan?

Namun masalah tidak berhenti sampai disitu. Walaupun kuliah saya gratis tetap saja biaya operasional yang meliputi makan, buku, transport dll tidak cukup sama sekali. Hasil dari ngasong hanya cukup untuk biaya makan saja, sementara ada biaya lain yang jumlahnya lumayan yang harus ditutupi. Akhirnya seiring waktu saya mendapatkan orang yang percaya untuk memberikan sejumlah barang untuksaya jual dimana bayarnya setelah barang laku.

Sandal, buku, lukisan dan beberapa barang lain coba saya jual. Sekolah, tempat keramaian, lingkungan kampus dll adalah tempat saya menjajakan dagangan. Apakah saya malu? Jelas malu dengan teman kuliah, namun apakah malu itu bisa membayar biaya operasional kuliah? Tentu tidak. Jadi malu, gengsi dan lain sebagainya saya kalahkan demi sebuah kelulusan.

Awal-awal saya kerja (berdagang) banyak sekali cobaannya. Kadang laku kadang tidak. Namun yang pasti disinilah awal saya belajar untuk berani. Berani berbicara kepada orang lain dan menawarkan sesuatu. Ini keahlian yang tidak gampang. Toh seiring waktu kemampuan bicara saya mengalami peningkatan diiringi dengan keberhasilan menjual sesuatu kepada orang lain. Sehingga sampai kepada sebuah titik dimana penghasilan saya saat itu cukup besar.

Tahun 2000an mendapatkan penghasilan 100-200 ribu perhari adalah jumlah yang fantastis untuk seorang mahasiswa yang masih muda. Kuliah tetap berjalan, biaya kuliah gratis, biaya operasional tertutupi dan uang yang ada masih sisa banyak. Membeli Tape, Handphone, baju, dll pada saat itu adalah kebanggaan. Disaat orang lain belum mempunyai Handphone, saya sudah memilikinya. Waktu itu Handphone serie Nokia 3210. HP jumbo, karena ukurannya besar.

Hingga pada akhirnya saya bisa lulus dengan IPK yang lumayan.

Maksud saya begini. Lumrah sebagai manusia menghindari penderitaan dan mendekati kenikmatan. Tentu saja siapapun menginginkan bisa kuliah sambil kerja, sementara pekerjaannya menghasilkan income yang tinggi. Niat kita sudah baik sekali yakni tidak memberatkan orang tua, namun kita juga harus siap dengan resiko yang ada. Kalau memang benar niatnya begitu maka keluarlah dan lihatlah peluang apa yang bisa disambar. Jangan pilih-pilih..

Anda dengan mudah bisa mencari soal-soal UMPTN tahun-tahun sebelumnya. Kemudian bertemanlah dengan mahasiswa yang pintar untuk memecahkan jawabannya. Buat sebuah buku panduan masuk ujian UMPTN dan juallah untuk calon mahasiswa yang hendak ujian UMPTN. Fotokopi yang banyak dan jual. Anda bisa mengajak teman-teman anda untuk ikut menjualkan buku panduan tersebut dengan bagi hasil yang adil. Saya yakin peluang tahunan ini akan sangat menjanjikan. Uang yang anda hasilkan akan cukup untuk menutupi biaya operasional. Bahkan lebih. Saya sangat yakin. Mengapa demikian? Karena dulu saya juga melakukannya. Hehehe

Menurut saya, susah kita mendapatkan pekerjaan sampingan dengan gaji besar. Maka carilah pekerjaan itu dan sementara ini jangan lihat gajinya terlebih dahulu. Gaji kecil sementara tidak masalah yang penting dapatkan dahulu pekerjaannya. Membuang malu dan gengsi itu susah, jangan dikira gampang. Tetapi kalau kita tetap jaga gengsi apakah itu menyelesaikan masalah? Tentu tidak sama sekali.

Latih mental dan kharakter anda dengan menghadapi resiko yang memang melelahkan, menyakitkan dan tidak mengenakkan. Mau tidak mau proses kepantasan memang seperti itu. Maka keluarlah cari peluang pekerjaan/ usaha. Banyak membaca buku-buku peluang usaha untuk menambah wawasan.
http://abtreni.com/?id=adhinbusro

Terakhir tentu saja berdoa. Posisi anda saat ini sudah sangat baik didalam berdoa dan menghasilkan hati yang khusuk. Karena dengan kekhusukan lah doa tersebut akan mudah terkabul. Rutinkan dhuha dan tahajud agar intuisi dalam melihat peluang bisa terasah. Rutinkan amalan diatas agar keyakinan bahwa dengan ijin Allah, kita bisa.

Setelah menerapkan amalan rezeki tersebut maka proses selanjutnya cukup melelahkan. Karena anda akan dihadapkan kepada sebuah keadaan yang menuntut kita bergerak mencari solusi. Keadaan yang melelahkan itu adalah sebuah proses bagi doa yang sebentar lagi akan terkabul. Jadi bertahanlah dengan keadaan itu. Hadapilah. Carilah solusi. Pikirkanlah.

Insya Allah ada jalan sepanjang kita tidak berhenti berdoa dan berharap..

Dipersembahkan oleh Rahasia Kunci Sukses. Rahasia sukses dengan amalan sukses. Klik disini untuk bergabung dalam pembelajaran sukses 360 hari.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment