May 6, 2014

Kisah Penaklukan Romawi Sebagai Bukti Kebenaran Al Qur'an

"Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang)." (QS Ar Rum 1-4)

Pada abad ke-7 M, Kekaisaran Bizantium Kristen pimpinan Kaisar Heraklius mengalami kekalahan hebat dari bangsa Persia. Tak ada seorangpun yang percaya bahwa Bizantium akan bangkit dari kekalahannya. Kemudian ada khabar yang tidak bisa dipercaya khususnya oleh orang kafir bahwa pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun dari kekalahan Bizantium itu, turun wahyu kepada Nabi Muhammad saw yang mengabarkan bahwa Bizantium akan kembali meraih kemanangan. Firman Allah itu tercantum dalam surah Ar-Ruum ayat 1-4 diatas

Secara logika dan akal sehat. sangat mustahil Bizantium dalam waktu dekat akan bangkit lagi dan meraih kemenangan. Betapa tidak. Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali. Sebuah ucapan yang nampak mustahil tersebut membuat kaum yang tidak percaya tertawa.

Alkisah Kaisar Bizantium, Heraklius memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius karena tidak yakin dengan langkah serta strateginya. Inilah alasan logis dimana Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Tetapi tepat di saat seperti itu, ayat pertama Surat Ar Ruum diturunkan dan mengabarkan berita yang diluar dugaan bahwa Bizantium akan mendapatkan kemenangan dalam beberapa tahun lagi. Kemenangan ini tampak sedemikian mustahil sehingga kaum musyrikin Arab menjadikan ayat ini sebagai bahan cemoohan. Mereka berkeyakinan bahwa kemenangan yang diberitakan Alquran takkan pernah menjadi kenyataan. Hal ini dikarenakan berita tersebut nampak tidak rasional.

Namun yang namanya logika manusia memang sangat terbatas. Firman Allah SWT itu mengalahkan logika kaum musyrikin Arab dan memenangkan keyakinan orang yang beriman. Firman tersebut akhirnya menjadi kenyataan. Sekitar tujuh tahun setelah diturunkannya ayat pertama Surat Ar Ruum tersebut, pada Desember 627 Masehi, perang penentu antara Kekaisaran Bizantium dan Persia terjadi di Nineveh. Dan kali ini, pasukan Bizantium secara mengejutkan mengalahkan pasukan Persia. Inilah fakta sejarah yang semakin menenguhkan keimanan kaum mukmin. Akhirnya, kemenangan bangsa Romawi yang diumumkan oleh Allah dalam Alquran, secara ajaib menjadi kenyataan.

Keajaiban lain yang diungkapkan dalam ayat ini adalah pengumuman tentang fakta geografis yang tak dapat ditemukan oleh seorangpun di masa itu. Dalam ayat ketiga Surat Ar-Ruum, diberitakan bahwa Romawi telah dikalahkan di daerah paling rendah di bumi ini. Ungkapan "Adnal Ardli" dalam bahasa Arab, diartikan sebagai "tempat yang dekat" dalam banyak terjemahan.

 
Gambar: Ilustrasi tempat terendah

Namun ini bukanlah makna harfiah dari kalimat tersebut, tetapi lebih berupa penafsiran atasnya. Kata "Adna" dalam bahasa Arab diambil dari kata "Dani", yang berarti "rendah" dan "Ardl" yang berarti "bumi". Karena itu, ungkapan "Adnal Ardli" berarti "tempat paling rendah di bumi".
http://abtreni.com/?id=adhinbusro

Yang paling menarik, tahap-tahap penting dalam peperangan antara Kekaisaran Bizantium dan Persia, ketika Bizantium dikalahkan dan kehilangan Jerusalem, benar-benar terjadi di titik paling rendah di bumi. Wilayah yang dimaksudkan ini adalah cekungan Laut Mati, yang terletak di titik pertemuan wilayah yang dimiliki oleh Syria, Palestina, dan Jordania. "Laut Mati", terletak 395 meter di bawah permukaan laut, adalah daerah paling rendah di bumi. Ini berarti bahwa Bizantium dikalahkan di bagian paling rendah di bumi, persis seperti dikemukakan dalam ayat ini.

Inilah kebenaran mutlak dari Firman Allah swt diatas. Kebenaran yang baru dapat diketahui serta dipahami setelah diadakannya penelitian demi penelitian berkelanjutan. Kebenaran itu persis dengan kenyataan yang ada. Hal ini tentu saja semakin meningkatkan rasa percaya atau iman kepada wahyu yang diturunkan kepada Nabi saw. Coba kalau meleset sedikit saja, tentu akidah islam akan luntur dan goyah.


Artikel Terkait



1 comment:

  1. mari berbagi dan saling menguji 3 dasar keyakinan,qur'an adalah kitab sihir lihat selengkapnya di www.belutdahsyat.com

    ReplyDelete