May 6, 2014

Kisah Abu Lahab Sebagai Bukti Kebenaran Al Qur'an

"Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.Yang di lehernya ada tali dari sabut.” (QS. Al Lahab: 1-5)

Surat Al Lahab diatas turun ketika Abu Lahab dan Istrinya masih hidup. Secara logika sederhana bisa kita simpulkan kebenaran Al Qur'an dikarenakan Abu Lahab dan Ummu Jamil tidaklah beriman sama sekali baik secara zhahir atau batin, dinampakkan atau secara sembunyi-sembunyi.

Karena bisa saja saat itu Abu Lahab beriman atau mengaku-ngaku beriman supaya kebenaran Al Qur’an menjadi ternoda. Ada momentum yang tepat bagi Abu Lahab untuk melakukannya supaya apa yang diwahyukan kepada Muhammad saw terbukti tidak benar. Pada akhirnya keimanan ummat muslim pada saat itu, sekarang dan seterusnya akan mudah sekali goyah. Namun nyatanya dia tidak melakukannya walalupun bisa dikatakan ada kesempatan emas untuk meruntuhkan keimanan ummat islam. Karena Tuhan Maha Tahu, bahwa Abu Lahab akan berkeras hati untuk mengakui kebenaran Rosulullah saw.

Maka dengan jelas dan gamblang turunlah surat Al Lahab sebagai salah satu bukti kebenaran yang tidak terbantahkan. Sebuah surat yang berani seolah-olah menantang kepada Abu Lahab. Sebuah surat dalam kitab suci yang satu sisi akan meneguhkan keyakinan, dalam sisi lain ada peluang untuk menggoyahkan akidah dan kebenaran Islam. Wallahu A'lam



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment